Sutrisno Sutrisno
Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, UPN “Veteran” Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN MULTI KRITERIA PADA INDUSTRI MENGGUNAKAN INTERACTIVE APPROACH Dyah Rachmawati L; Sutrisno Sutrisno
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu industri  mempunyai banyak tujuan yang ingin dicapai, dimana tujuan-tujuan tersebut kadang kala satu sama lain saling kontradiktif, dengan kata lain jika suatu tujuan dinaikkan pencapaiannya dapat menurunkan tingkat pencapaian dari tujuan yang lainnya. Optimasi terhadap tujuan-tujuan yang saling bertentangan tersebut perlu untuk dilakukan. Optimasi ini termasuk dalam kategori permasalahan pengambilan keputusan multi kriteria. Untuk itu perlu dibuat suatu model pengambilan keputusan  yang dapat membantu manajemen suatu industri dalam melakukan optimasi terhadap tujuan –tujuan yang telah ditetapkan. Model pengambilan keputusan multi criteria yang dibangun merupakan pemodelan system terhadap permasalahan yang terdapat di industry. Model pengambilan keputusan multi criteria yang dibangun terdiri dari dua tujuan perusahaan yang saling berkontradiksi yang diwujudkan dengan dua fungsi tujuan dan pembatas-pembatas yang merupakan keterbatasan sumberdaya untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. Untuk mencari solusi kompromi atau trade off antara dua fungsi tujuan yang saling bertentangan tersebut digunakan Interactive Approach dengan metode yang digunakan adalah Game Theoritic Technique. Kelebihan dari Interactive Approach adalah terjadi interaksi antara manajemen sebagai pengambil keputusan dengan pelaksana di lantai produksi, sehingga manajemen dapat berkomunikasi  kepada pelaksana di lantai produksi untuk melakukan optimasi lanjutan jika hasil optimasi tahap sebelumnya kurang memuaskan manajemen sebagai pengambil keputusan. Model pengambilan keputusan multi criteria ini  akan mensinkronisasi antara manajemen perusahaan sebagai pengambil keputusan dengan pelaksana optimasi di lantai produksi.