Catur Aries Rokhmana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POTENSI PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DENGAN WAHANA UDARA NIR-AWAK DI INDUSTRI TAMBANG DAN MIGAS Catur Aries Rokhmana
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, kebutuhan akan energi telah mendorong meningkatnya permintaan pada produk dari industri tambang dan migas. Tulisan ini mengilustrasikan suatu sistem penginderaan jauh dengan wahana udara nir-awak yang bekerja pada industri tambang dan migas untuk tujuan survei topografi, penilaian aset dan volume, dan pemantauan perubahan tutupan lahan. Sistem ini pada hakekatnya adalah menyederhanakan sistem pemetaan secara fotogrametri digital agar dapat dilakukan oleh personal. Arsitektur instrumentasi sistem dan sejumlah contoh kasus diberikan dalam tulusan ini. Kasus tersebut diantaranya adalah aplikasi di Unit Bisnis Nikel PT ANTAM di Maluku Utara dan lapangan minyak PT Chevron Pacific Indonesia di Riau. Sistem ini dapat menghasilkan sejumlah produk dasar yang tidak selalu untuk tujuan survei-pemetaan saja, tetapi lebih luas pada penyedia jasa informasi spasial untuk sejumlah tujuan penilaian kawasan. Kualitas informasi geometrik yang dihasilkan dapat mencapai tingkat akurasi sub-meter atau < 50cm. Dimasa mendatang dengan semakin majunya sensor optik-elektrik, sistem tele-kontrol, dan sistem auto-pilot, maka diharapkan pekerjaan survei pemetaan berbasis fotogrametri akan semakin mudah dan murah
Analisis Ketelitian Data Airborne LiDAR dalam Pemodelan Tiga Dimensi Bangunan Gedung Tingkat Level of Detail 2 Yulianto, Taufik; Catur Aries Rokhmana
Journal of Geospatial Science and Technology Vol 2 No 2 (2024): Journal of Geospatial Science and Technology
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgst.v2i2.14853

Abstract

Teknologi survei dan pemetaan terus berkembang, termasuk pemetaan wilayah tiga dimensi yang semakin penting dalam arsitektur, perencanaan kota, dan pemetaan. Airborne LiDAR merupakan metode efektif untuk pemodelan 3D bangunan dan gedung tinggi dalam penataan kota. Penelitian ini mengevaluasi ketelitian data Airborne LiDAR dalam pembuatan model 3D bangunan dengan tingkat ketelitian LOD 2. Pemodelan pada gedung Balairung, Perpustakaan, dan Grha Sabha Pramana UGM dilakukan menggunakan metode Vectorize building pada perangkat lunak Microstation Connect. Hasil pemodelan bangunan gedung kemudian dievaluasi ulang, termasuk model atap, tinggi bangunan, dan lebar atau panjang bangunan. Evaluasi model atap dilakukan dengan uji visual model yang membandingkan bentuk atap hasil pemodelan dengan data orthophoto. Evaluasi pada tinggi, lebar dan panjang bangunan dilakukan dengan membandingkan hasil pemodelan terhadap data ukuran langsung menggunakan Total Station. Hasil klasifikasi data point cloud menghasilkan 5 kelas yaitu kelas ground, low vegetation, medium vegetation, high vegetation, dan building. Pengolahan DTM menghasilkan RMSE 0,0964 cm dan LE95 0,188994. Uji akurasi visual menunjukkan nilai completeness 97,918%, correctness 97,763%, dan quality 95,828%, dengan kualitas geometri 0,3128 m, menunjukkan bahwa data Airborne LiDAR sesuai untuk pemodelan 3D bangunan dengan LOD 2.
Perbandingan Algoritma Macro Dan Cloth Simulation Filtering Untuk Penyaringan Data Point Cloud Dari Foto Udara Pada Area Dengan Dominasi Vegetasi Yohananda Maria Mendhieta; Catur Aries Rokhmana
Journal of Geospatial Science and Technology Vol 3 No 2 (2025): Journal of Geospatial Science and Technology
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgst.v4i2.26889

Abstract

PT Timah merupakan perusahaan pertambangan timah dengan segmen usaha dari eksplorasi hingga pemasaran. Eksplorasi PT Timah membutuhkan Digital Terrain Model (DTM) untuk pemodelan geologi dan perhitungan cadangan timah. PT Timah masih menemukan keterbatasan susunan Macro untuk penyaringan data point cloud pada area eksplorasi dengan dominasi vegetasi di Desa Kota Kapur. Sementara itu, algoritma Cloth Simulation Filtering (CSF) yang lebih efisien dari segi biaya belum pernah diterapkan sehingga kinerjanya belum diketahui. Proyek akhir ini bermaksud membandingkan algoritma Macro dan CSF untuk penyaringan data point cloud dari foto udara. Perbandingan berfokus pada area dengan dominasi vegetasi di Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah di Desa Kota Kapur. Data sekunder berupa point cloud, ortofoto, dan 20 titik uji digunakan. Data point cloud kemudian dibagi menjadi tiga area. Proses penyaringan dilakukan dengan penyesuaian parameter kedua algoritma pada ketiga area. Gridding DTM menggunakan metode binning (minimum value). Kedua DTM dianalisis melalui perbandingan visual dan hitung ketelitian vertikal mengacu pada SNI 9135-1:2022. Penyaringan data point cloud menggunakan algoritma Macro menghasilkan 5.002.791 titik, sedangkan algoritma CSF menghasilkan 39.772.434 titik. Visual DTM Macro tampak lebih halus, sedangkan visual DTM CSF tampak lebih kasar pada berbagai kondisi area. Hitung ketelitian vertikal DTM Macro menghasilkan LE90 0,908 m, memenuhi standar peta skala 1:5.000 pada kelas 3. Sementara itu, DTM CSF menghasilkan LE90 1,439 m, melebihi ambang batas SNI 9135-1:2022. Dengan demikian, DTM Macro lebih akurat secara vertikal dibanding DTM CSF pada area dengan dominasi vegetasi di IUP PT Timah di Desa Kota Kapur.