Yanisworo Wijaya Ratih
Prodi Ilmu Tanah, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI AKTIVITAS DEKOMPOSISI DARI BEBERAPA INOKULUM KOMERSIAL PADA BERAGAI JENIS BAHAN BERDASARKAN JUMLAH CO2 YANG TERBENTUK Yanisworo Wijaya Ratih; Dessy Apriyani Sohilait; R. Agus Widodo
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v15i2.4004

Abstract

Dekomposisi atau perombakan bahan organik merupakan proses biologi yang melibatkan aktivitas mikrobia. Aktivitas perombakan dapat direpresentasikan berdasarkan jumlah CO2 yang dihasilkan. Pengamatan aktivitas dapat digunakan sebagai dasar perbaikan proses dekomposisi, seperti proses pengomposan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola pembentukan CO2 selama inkubasi, total CO2 yang dihasilkan setelah inkubasi, serta perubahan kadar C dan N bahan setelah mengalami perombakan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama berupa jenis substrat yang terdri atas tiga aras, yaitu Jerami padi (S1), Enceng gondok (S2), dan Seresah Kedelai (S3). Faktor kedua berupa jenis inokulum, yaitu EM-4 (I1), Promi (I2), dan Stardec (I3), sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan. Proses dekomposisi dilakukan selama 8 minggu. Parameter yang diamati meliputi jumlah CO2, kadar C dan N bahan serta C/N ratio. CO2 dianalisis menggunakan metode titrasi, C menggunakan metode Walkley and Black, sedangkan N menggunakan metode Kjeldahl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan CO2 dari masing-masing perlakuan mencapai maksimum pada pengamatan minggu pertama, total CO2 tertinggi pada substrat jerami dan seresah kedelai berturut-turut terdapat pada substrat yang diinokulasi dengan Stardec (I3) dan EM-4. Kemampuan dekomposisi ke tiga inokulum yang diuji pada substrat eceng gondok rendah. Proses dekomposisi mengakibatkan penurunan kadar C dan N.
PEMETAAN TINGKAT BAHAYA EROSI BERDASARKAN METODE USLE DENGAN STUDI KASUS SIMULASI BERBAGAI TANAMAN DI DESA TAMBI KABUPATEN WONOSOBO Imam Syahputra; Didi Saidi; Yanisworo Wijaya Ratih
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 16, No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v16i1.3978

Abstract

Desa Tambi merupakan kawasan yang memiliki potensi erosi yang tinggi karena iklim, kondisi tanah, dan konservasi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk (a.) Mengetahui laju erosi tanah dan bahaya erosi di Desa Tambi dan (b.) Mengetahui pengaruh simulasi berbagai tanaman terhadap bahaya erosi di Desa Tambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan metode pengambilan sampel purposive sampling, dan metode USLE untuk memperkirakan laju erosi. Simulasi bahaya erosi menggunakan 4 jenis tumbuhan yaitu Jogo Beans, Potato, Tea, dan Albizia. Peta dibuat dengan menggunakan perangkat lunak bernama Arcgis 10.2. Titik pengambilan sampel diperoleh dengan melakukan overlay peta sistem lahan seperti peta tata guna lahan dan peta kemiringan lereng. Penelitian ini memperoleh 11 titik pengambilan sampel. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K) meliputi tekstur, struktur, permeabilitas, dan bahan organik tanah, panjang dan kemiringan lereng (LS), tanaman permukaan (C). ), pengelolaan lahan (P), dan kedalaman solum. Hasil penelitian menunjukkan laju erosi tertinggi adalah 561,19 ton/ha/tahun dengan luas wilayah 9,56 ha (6,01%), sedangkan laju erosi terendah 0,5 ton /tahun, memiliki luas 13,30 ha (8,36%). Desa Tambi memiliki tingkat erosi rendah 22,66 hektar, tingkat erosi sedang 99,18 hektar, tingkat erosi berat 7,3 hektar, dan tingkat erosi sangat berat 29,91 hektar. Hasil simulasi berbagai tumbuhan mempengaruhi baik laju erosi maupun klasifikasi bahaya erosi.
UJI AKTIVITAS DEKOMPOSISI DARI BEBERAPA INOKULUM KOMERSIAL PADA BERAGAI JENIS BAHAN BERDASARKAN JUMLAH CO2 YANG TERBENTUK Yanisworo Wijaya Ratih; Dessy Apriyani Sohilait; R. Agus Widodo
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v15i2.4004

Abstract

Dekomposisi atau perombakan bahan organik merupakan proses biologi yang melibatkan aktivitas mikrobia. Aktivitas perombakan dapat direpresentasikan berdasarkan jumlah CO2 yang dihasilkan. Pengamatan aktivitas dapat digunakan sebagai dasar perbaikan proses dekomposisi, seperti proses pengomposan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola pembentukan CO2 selama inkubasi, total CO2 yang dihasilkan setelah inkubasi, serta perubahan kadar C dan N bahan setelah mengalami perombakan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama berupa jenis substrat yang terdri atas tiga aras, yaitu Jerami padi (S1), Enceng gondok (S2), dan Seresah Kedelai (S3). Faktor kedua berupa jenis inokulum, yaitu EM-4 (I1), Promi (I2), dan Stardec (I3), sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan. Proses dekomposisi dilakukan selama 8 minggu. Parameter yang diamati meliputi jumlah CO2, kadar C dan N bahan serta C/N ratio. CO2 dianalisis menggunakan metode titrasi, C menggunakan metode Walkley and Black, sedangkan N menggunakan metode Kjeldahl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan CO2 dari masing-masing perlakuan mencapai maksimum pada pengamatan minggu pertama, total CO2 tertinggi pada substrat jerami dan seresah kedelai berturut-turut terdapat pada substrat yang diinokulasi dengan Stardec (I3) dan EM-4. Kemampuan dekomposisi ke tiga inokulum yang diuji pada substrat eceng gondok rendah. Proses dekomposisi mengakibatkan penurunan kadar C dan N.
PEMETAAN TINGKAT BAHAYA EROSI BERDASARKAN METODE USLE DENGAN STUDI KASUS SIMULASI BERBAGAI TANAMAN DI DESA TAMBI KABUPATEN WONOSOBO Imam Syahputra; Didi Saidi; Yanisworo Wijaya Ratih
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 16, No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v16i1.3978

Abstract

Desa Tambi merupakan kawasan yang memiliki potensi erosi yang tinggi karena iklim, kondisi tanah, dan konservasi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk (a.) Mengetahui laju erosi tanah dan bahaya erosi di Desa Tambi dan (b.) Mengetahui pengaruh simulasi berbagai tanaman terhadap bahaya erosi di Desa Tambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan metode pengambilan sampel purposive sampling, dan metode USLE untuk memperkirakan laju erosi. Simulasi bahaya erosi menggunakan 4 jenis tumbuhan yaitu Jogo Beans, Potato, Tea, dan Albizia. Peta dibuat dengan menggunakan perangkat lunak bernama Arcgis 10.2. Titik pengambilan sampel diperoleh dengan melakukan overlay peta sistem lahan seperti peta tata guna lahan dan peta kemiringan lereng. Penelitian ini memperoleh 11 titik pengambilan sampel. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K) meliputi tekstur, struktur, permeabilitas, dan bahan organik tanah, panjang dan kemiringan lereng (LS), tanaman permukaan (C). ), pengelolaan lahan (P), dan kedalaman solum. Hasil penelitian menunjukkan laju erosi tertinggi adalah 561,19 ton/ha/tahun dengan luas wilayah 9,56 ha (6,01%), sedangkan laju erosi terendah 0,5 ton /tahun, memiliki luas 13,30 ha (8,36%). Desa Tambi memiliki tingkat erosi rendah 22,66 hektar, tingkat erosi sedang 99,18 hektar, tingkat erosi berat 7,3 hektar, dan tingkat erosi sangat berat 29,91 hektar. Hasil simulasi berbagai tumbuhan mempengaruhi baik laju erosi maupun klasifikasi bahaya erosi.