Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Green Architecture Concepts Applied to Wanakota Apartments Andiyan Andiyan; Abdul Gani Alfarizi
Tesa Arsitektur Vol 19, No 2: Desember 2021
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v19i2.3317

Abstract

The shrinking land in urban areas and the worsening world climate crisis have created a new residential development problem. One way to maximize land designated for residential use is to build vertical housing, such as constructing flats and apartments that can accommodate more residents in a limited area. However, it also creates new problems because the use of energy required for a building will be extensive. The application of Green Architecture is an effort to reduce energy use for buildings and reduce the negative impact of buildings on the environment. one helpful reference is applying green architectural concepts. The apartment Wanakota is designed using the green building concept with the Indonesian Green Building Council (GBCI). Wanaka means City Forest, and trees inspire this name as trees. This tree is not only an aesthetic enhancer but as a CO2 absorber and oxygen supplier in the environment.
PENGOLAHAN BENTUK GEOMETRIS PADA MASSA BANGUNAN DI ALUN-ALUN CICENDO Husna Izzati; Abdul Gani Alfarizi
Jurnal Arsitektur Archicentre Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Arsitektur Archicentre
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknik (F-INTEN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.522 KB)

Abstract

Ruang Terbuka Hijau Publik merupakan salah satu tempat dimana masyarakat dari berbagai kalangan dapat merasakan dan berinteraksi secara langsung dengan sebuah karya arsitektur dan lingkungan alam yang ada di sekitarnya. Desain dari sebuah Ruang Publik dirancang dengan sebaik mungkinuntuk memberikan kesan ‘attractive open spaces’ yang bermanfaat secara ekologis, sosial, dan ekonomi. Alun-alun Cicendo merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijauyang merupakan fasilitas untuk publik di Kota Bandung, didesain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada sarana ruang terbuka hijau yang mewadahi aktivitas seperti olahraga, rekreasi, ruang komunitas, hingga sarana berkegiatan ekonomi. Geometri merupakan bentuk dasar dari sebuah konsep massa arsitektur yang dalam perkembangan desainnya dapat diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan eksplorasi bentuk arsitektur yang menarik dan memiliki nilai estetika. Eksplorasi bentuk geometri pada beberapa bangunan di kawasan Alun-Alun Cicendo terlihat sangat beragam dan menarik seperti bentuk dari sebuah Sclupture berskala Monumental yang menjadi point of interest dari kawasan ini dan beberapa bangunan lain yang saling membentuk satu kesatuan yang komposisi dan irama, meskipun mempunyai pengembangan desain menjadi bentuk yang berbeda-beda . Penelitian ini mengkaji keberagaman massa bangunan yang terdapat di Alun-alun Cicendo dengan ciri utama adalah pengembangan bentuk dasar geometris pada skala kawasan/ ruang terbuka hijau kota. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menitikberatkan pada proses dengan mengedepankan analisis terutama kondisi eksisting/ alamiah objek penelitian. Adapun variabel perancangan yang akan dibahas antara lain bentuk massa bangunandan penataan massa bangunan diAlun-alun Cicendo. Kawasan Alun-Alun Cicendo dapat menjadi contoh sebuah Ruang Publik yang ideal dari segi pembentukan ruang dan eksplorasi bentuk geometri pada sebuah kawasan.
Design of West Java MSME Center Neo Vernacular Architecture Concept Abdul Gani Alfarizi; Andiyan Andiyan; Husna Izzati
Jurnal Arsitektur Archicentre Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Arsitektur Archicentre
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknik (F-INTEN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.763 KB)

Abstract

Micro, small and medium enterprises are one of the potential drivers of the economy and absorb a lot of labor. MSMEs in Indonesia continues to grow and develop with a lot of government support for business actors. West Java has a variety of quality MSME products with great market potential that require a space that functions as a place for the development and sale of MSME products, this is what underlies the design of the West Java MSME Center. The design of the West Java MSME Center uses the Neo Vernacular Architecture design approach as an effort to represent architectural values, philosophy, and Sundanese culture in the building. This design is carried out by searching for literature, precedent studies, and comparative studies related to the title and theme of the design and then united with the results of analysis and concepts to create buildings that are under the objectives and themes of design. The design of this UMKM Center is expected to be useful and can be developed again in the future.