Kundang Harisman
Fakultas Sains Dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENANAMAN POHON SEBAGAI UPAYA MENJAGA CADANGAN AIR TANAH DAN MENCEGAH BAHAYA EROSI DI KECAMATAN CIBIRU Kundang Harisman; Budy Frasetya; Adjat Sudrajat; Suryaman Birnadi; Maratun Sholeha
Al-Khidmat Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v2i1.5344

Abstract

Land use conversion in to settlements and agricultural land affect rainwater can not be infiltrate directly in to the soil. Cibiru District has large area with slope so that this region has high risk of erosion. Soil and water conservation activity through tree planting methode  involving comunity services is startegic effort to overcome potential erosion hazzard and increase soil infiltration. The activity of Community services was held from July-August 2018 in Palasari sub-district which has slope 8-15%. This community services methode used in the form of tree planting workshop and supervision during the manintenance periode. This tree planting program was welcomed enthusiastically by the community. The comunity in Cibiru District is pro active in preservation trees, especially during the dry season.
POLA KEMITRAAN ANTARA PETANI DENGAN PT INDOFOOD FRYTO-LAY MAKMUR PADA USAHATANI KENTANG INDUSTRI VARIETAS ATLANTIK (Suatu Kasus di Desa Cigedug Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut) Kundang Harisman
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan usahatani kentang industri varietas Atlantik yang dilakukan petani di Desa Cigedug pada pola kemitraan dan pendapatan petani dari usahatani kentang industri varietas Atlantik. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Objek penelitian adalah variabel-variabel yang berhubungan dengan penelitian, yaitu usahatani keragaan kentang industri, bentuk kemitraan, biaya dan pendapatan. Unit analisanya yaitu petani kentang industri yang bermitra dengan PT Indofood FrytoLay Makmur. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usahatani kentang Atlantik pola kemitraan merupakan suatu kegiatan ekonomi. Petani kentang Atlantik yang melakukan kemitraan dengan PT Indofood Fryto-Lay Makmur, dalam satu tahun melaksanakan usahatani kentang sebanyak dua kali periode. Kerangka sistem usahataninya menyangkut subsistem penyediaan sarana produksi, proses produksi, dan pemasaran. Penyediaan sarana produksi meliputi penyediaan lahan, pupuk, obatobatan, obat-obatan, tenaga kerja, dan biaya panen disediakan oleh petani, sedangkan perusahaan mitra membantu dalam penyediaan bibit import. Dalam hal pemasaran, setiap hasil produksi yang memenuhi spesifikasi produk dapat ditampung oleh perusahaan mitra. Pola kemitraan usahatani kentang Atlantik di Desa Cigedug antara petani dengan PT Indofood Fryto-Lay Makmur berbentuk pola kemitraan pasar yang saling menguntungkan, yaitu perusahaan mitra diuntungkan dengan adanya pasokan bahan baku yang pasti dan petani mendapatkan keuntungan dari penjualan produknya dengan ketersediaan pasar yang telah siap menampung produknya. Besarnya biaya produksi usahatani kentang Atlantik ditentukan dengan besarnya biaya tetap dan biaya variabel. Rata-rata total biaya produksi dengan luas lahan 2,28 ha mencapai Rp. 86.726.526,45, sedangkan produksi yang dapat dipasok petani dan dapat diterima oleh perusahaan adalah 33.804,95 kg dengan harga Rp. 9.750 per kg, hasil penjualan yang diterima petani dalam satu periode tanam mencapai rata-rata Rp. 126.708.562,5 sehingga pendapatan yang diperoleh petani pada pola kemitraan adalah Rp. 39.001.912,5 (≈Rp. 17.106.101,97) yang merupakan selisih dari harga yang diterima petani dengan biaya produksi yang dikeluarkan.
PENGARUH KEMAMPUAN KERJASAMA KELOMPOK TANI TERHADAP PENERAPAN TEKNOLOGI SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) DI KABUPATEN SUMEDANG KUNDANG HARISMAN
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik petani (luas lahan, pendidikan, umur dan jumlah tanggungan keluarga) terhadap kemampuan kerjasama kelompok tani terhadap penerapan teknologi System of Rice Intensification (SRI). Tempat penelitian dilakukan di Desa Cibugel Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang. Metode penelitian adalah metode survey. Teknik sampling adalah Sampel Acak Kiaster Dua Tahap, dan Teknik Analisis Data adalah Path Analysis. Hasil pengujian menunjukan bahwa unsur karakteristik petani (luas lahan, pendidikan, umur dan jumlah tanggungan keluarga) memberikan pengaruh nyata terhadap kemampuan kerjasama kelompok tani. Unsur karakteristik petani (luas lahan usaha tani, pendidikan, jumlah tanggungan keluarga) dan kemampuan kerjasama kelompok tani secara simultan berpengaruh nyata terhadap penerapan Teknologi System of Rice lntensfication (SRI)
DESKRIPSI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM BERUSAHATANI PADI PANDAN WANGI (Oryza sativa L) DI KALANGAN PETANI (Studi Kasus pada Petani Lapisan Atas dan Lapisan Bawah Berdasarkan Luas Lahan di Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur ) Kundang Harisman Hadikusumah
JURNAL ISTEK Vol 7, No 1 (2013): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aim to know the farmer base for in Pandan Wangi Paddy rice farming, farming acceptance and also its earnings. The analysis unit is rice field farmer Pandan Wangi Paddy at season plant 2012. Farmer of sample selected at random high rice modestly (Stratified Random Sampling) and size measure of sample farmer to eachevery strata used high rice random modestly with allocation of sample which is proportional (Proportionate Stratified Random Sampling). Matter which base on farmer in laboring paddy Screw pine Fragrant farming relate to situation of place and environment owning excellence, beside apropos of domicile economic aspect which concerning price, domiciling technical aspect which concerning domination of technique of Paddy farming Screw pine Fragrant and follow fomentation of PPL or government, and also pushed by farmer characteristic and family which concerning make-up of the quality of family life, availability of labor, and also follow will desire owner of farm. Evaluated from wide of the ownership of farm, of farmer of flake and also farmer of substratum, economic aspect represent dominant matter which base on farmer in laboring Paddy Screw pine Fragrant farming. Farmer of flake, situations of very compatible local nature represent the basis for strong also. however at farmer of substratum, domination of technique of farming represent the basis for strong also in laboring Paddy Screw pine fragrant farming. Acceptance of Paddy Screw pine fragrant concerning is ready of production facilities and basic facilities, production process, handling of result and also marketing. Availability of agriculture facilities and basic facilities obtained from capital alone and capital from outside. Input allocations in course of production have as according to fomentation, however in the case of manure and seed not yet as according to fomentation. Most farmers not yet used seed from result of purification and also usage of manure dose and type which not yet according to fomentation. Level of storey; level earnings of farmer of flake range from Rp 5.709.312 up to Rp 17.336.436. while farmer of substratum have earnings storey; level ranging from Rp 571.634 up to 6.771.342.