The rapid development of films increases the birth of communities. Film lovers are one of the Islami c Film Lovers Community (KOPFI). In the Islami c Film Lovers Community a new social space is formed which influences the interaction and communication behavior between group members. The purpose of this study is to find out the process of communication and evaluation in finding the unity of opinion in the Bandung Islami c Film Lovers Community. The method used is a qualitative method with the Social Comparison Theory approach from Festinger. Data is collected through observation and interviews. The results of the study show that members of the Bandung Islami c Film Lovers Community in their activities have roles which are in accordance with the structure and level of their main tasks and functions. Communication patterns become an important tool that must be considered to maintain harmony and cohesiveness in the community of Bandung Regional Islami c Film Lovers. As a film discussion forum, Members of the Islami c Film Lovers Community evaluate and share information using various languages as group identities.AbstrakPerkembangan film yang semakin pesat mendorong lahirnya komunitas-komunitas pecinta film salah satunya Komunitas Pecinta Film Islami (KOPFI). Di KOPFI dalam komunikasi kelompoknya terbentuk ruang sosial baru yang memengaruhi perilaku interaksi dan komunikasi antar anggota kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi, evaluasi diri, perbandingan dan perbaikan diri di Komunitas Pecinta Film Islami (KOPFI) Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Teori Perbandingan Sosial dari Festinger. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota Komunitas Pecinta Film Islami Bandung dalam kegiatannya memiliki peran yang sesuai dengan struktur dan tingkatan dari tugas pokok dan fungsinya. Pola komunikasi menjadi sebuah alat penting yang mampu menciptakan atau menjaga keharmonisan dan kohesivitas di komunitas Pecinta Film Islami Regional Bandung. Sebagai forum diskusi film, Anggota Komunitas Pecinta Film Islami saling melakukan evaluasi dan berbagi informasi, pengetahuan dan pengalaman yang dapat menuingkatkan kemampuan masing-masing anggota, dengan menggunakan ragam bahasa sebagai identitas kelompok.