Samsul Hidayat
IAIN Pontianak

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Stereotip Mahasiswa IAIN Pontianak terhadap Agama Baha’i Samsul Hidayat
Religió: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 7 No. 1 (2017): March
Publisher : Department of Religious Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.09 KB) | DOI: 10.15642/religio.v7i1.703

Abstract

In general, people of West Kalimantan have slight understanding relating to the existence of Baha’i religion. They built some stereotypes and judgments based on interaction and daily communication with Baha’i followers. This research focuses on how the under-graduate student of State Institute of Islamic studies (IAIN) Pontianak perceive and understand Baha’i during the class of Interreligious Communication (Komunikasi Lintas Agama). Dealing with the under-graduate student of the seventh semester, this research aims to analyze such paradigm construction through Thung Ju Lan idea of “foreigners” and “cultural differences”. This research found that students have constructed their perception on Baha’i through theological denial or cultural assessment of other religious tradition. [Secara umum penduduk Kallimantan Barat memiliki pemahaman yang tidak mendalam terkait dengan agama Baha’i. Mereka membangun prasangka, stereotip, dan keyakinan sendiri tentang Baha’i, berdasar pada interksi dan komunikasi sehari-sehari dengan pemeluk Baha’i. Penelitian ini fokus pada bagaimana mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak membangun pandangan dan pemahaman mereka terhadap Baha’i dalam kelas matakuliah Komunikasi Lintas Agama. Meneliti para mahasiswa yang duduk di semester ke-7, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagunan kerangka berpikir tersebut melalui konsepnya Thung Ju Lan, foreigners and cultural differences. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian mahasiswa membangun persepsi teologis terkait agama Baha’i sebagai “sesuatu yang semestinya ditolak” dan “tidak sesuai dengan agama Islam.]
AL-QUR’AN DAN KECERDASAN SPIRITUAL: UPAYA MENYINGKAP RAHASIA ALLAH DALAM AL-QUR’AN Idaman Idaman; Samsul Hidayat
Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : The Pontianak State Institute of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.059 KB) | DOI: 10.24260/khatulistiwa.v1i1.181

Abstract

This article attempts to describe the phenomena of spiritual quotient by referring to several stories which still contain unrevealed secrets in the Qur‟an. Spiritual quotient is a form of intelligence that uses spiritual process or in the Islamic mystical term called irfani. Moslem great mystics in the past used irfani method to elaborate Allah‟s secrets in the Qur‟an. The method of understanding Quranic verses using the irfani medium is called irfani interpretation method. By using this method, Sufis interpret Allah‟s verses based on their thought, behavior and spiritual light. Undeniably, those Sufis were also influenced by their own culture or cultural characters such as those of the Persian, Indian and Greek. Islamic mystics who usually used this method in their interpretation of the Qur‟an were Ibn „Arabi, Mansur al-Hallaj, Jalaluddin Rumi, Imam al-Ghazali, Syihabuddin Suhrawardi al-Maqtul, etc. Thus, revealing the Quranic secrets not only followed the procedure of interpretation that had existed before, namely naqli and aqli interpretation, but also used spiritual ability and spiritual quotient. They (Islamic mystics) not only see and understand the literal meanings but also the spiritual meanings of Allah‟s message.
Prasangka Mahasiswa IAIN Pontianak terhadap Non-Muslim Samsul Hidayat
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v10i2.614

Abstract

Studi tentang pengaruh mata kuliah Perbandingan Agama dalam merubah prasangka mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak sangat releven dengan kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat yang heterogen dan multireligius. Seperti diketahui bahwa prasangka masyarakat termasuk mahasiswa muslim terhadap pemeluk agama non-Islam saaat ini masih dirasakan cukup kuat, dalam konteks stigma negatif terhadap ajaran-ajaran agama non-Islam yang dipahami secara sepihak dan penuh prejudice. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bentuk prasangka mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Pontianak, baik sebelum maupun sesudah mengikuti mata kuliah Perbandingan Agama. Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan kerangka teori prejudice atau prasangka. Pada penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan metode analisis kualitatif. Sementara untuk menggali data dilakukan dengan observasi, wawancara dan kuesioner. Dalam penelitian ini yang menjadi sasaran penelitian adalah mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Pontianak yang mengikuti mata kuliah Perbandingan Agama sebagai objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan beberapa hasil variasi data tentang prasangka mahasiswa sebelum dan sesudah mengikuti mata kuliah Perbandingan Agama; bahwa perubahan prasangka mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Pontianak terhadap ajaran agama non Islam dapat dilihat dari pergeseran pemahaman mereka diantaranya: prasangka mahasiswa terhadap konsep ketuhanan, para nabi dan kitab suci, hari raya, dan tempat ibadah agama Kristen, Hindu, Budha dan Khonghucu. Pergeseran prasangka mahasiswa terhadap umat dan ajaran non-Islam mengalami perubahan dari prasangka yang cenderung eksklusif, dogmatis, stereotipe, perasaan frustasi karena persoalan persaingan sosial, menjadi pemahaman yang lebih terbuka, toleran, dan lebih tertarik mencari kesalingpahaman daripada mempertentangkan perbedaan.
URGENSI CULTURAL APPROACH SEBAGAI METODOLOGI KEILMUAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Samsul Hidayat
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v7i1.53

Abstract

Dalam pendekatan kultural, pendidikan Islam diarahkan pada persoalan autentitas dan perubahan budaya yang berkembang dimasyarakat. Diharapkan pendekatan ini akan membantu mahasiswa untuk memahami baik tradisi-tradisi yang pernah terjadi, berikut dengan segala karakteristiknya, maupun persoalan-persoalan kontekstual yang terjadi di masyarakat. Untuk masuk ke dalam wilayah pengembangan sikap penerimaan kultural yang sadar terhadap perubahan, maka melalui pendekatan kultural, diharapkan akan melahirkan sistem pendidikan yang lebih berorientasi ke masa depan (future oriented), menuju transformasi sosial yang humanis dan transcendental. Pendidikan Islam, mau tidak mau harus mengubah wajahnya yang selama ini hanya bersifat doktrinal-formal-literal ke arah studi dan pendekatan kebudayaan dengan semangat untuk mencari nilai-nilai fundamental keagamaan Islam, terutama bagi para mahasiswa dan kalangan muda yang memiliki tingkat resistensi tinggi dalam menghadapi modernitas dan era globalisasi saat ini.
STRATEGI PENGEMASAN PESAN DAKWAH MELALUI BAHASA VERBAL DAN NON VERBAL DALAM FILM “KURANG DUA ONS” Nurmy Abdullah Renre; Samsul Hidayat; Meta Ratih
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v13i2.1456

Abstract

Film is a universal media which can be used for various purposes, one of them is as a propaganda media as presented in the Film "Kurang Dua Ons". This article applied descriptive method through a qualitative approach with primary data sources in the form of interviews with film directors, film observation and audio-visual, as well as documentation. While secondary data sources include document records, interviews with other relevant parts of this film, books, journals and supporting documents. Then the data analyzed by collecting, reducing, classifying and displaying data. The results showed that the strategy of determining the message of da’wah and the selection of ideas through several ways namely observation, theme adjustment, determining the purpose of filmmaking, main characters analysis, segmentation and re-observation, the strategy of packaging the message of da’wah into the film scenario were by characterizing the characters, determining the sequence of scenes and the purpose of communication and the packaging strategy of da’wah messages to audio visual or verbal and non-verbal forms through angles, lighting, shooting techniques and settings according to direct from the director. Keywords: Strategy, Da'wah Message, Verbal and Non-Verbal Languages, Kurang Dua Ons Film. Film adalah sebuah media universal yang dapat digunakan dalam berbagai tujuan, salah satunya sebagai media propaganda seperti yang ditunjukkan dalam Film “Kurang Dua Ons”. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi menentukan pesan dakwah dan ide cerita, strategi pengemasan pesan dakwah ke dalam skenario film dan pengemasan audio visual (bahasa verbal dan non-verbal) dalam Film “Kurang Dua Ons”. Artikel ini menggunakan metode deskrptif dengan pendekatan kualitatif dengan data primer berupa hasil interview dengan Sutradara, observasi terhadap film dan audio visualnya, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder berupa dokumen rekaman, wawancara dengan pihak terkait lainnya dalam film ini, buku, jurnal dan dokumen pendukung. Data tersebut kemudian dianalisis dengan melakukan data collection, reducing, classification, dan display. Pada kesimpulan terlihat bahwa stategi pengemasan dakwah dan penentuan ide cerita dilakukan melalui observasi, penentuan tema, penentuan tujuan pembuatan film, analisis tokoh utama, penentuan segmentasi, dan observasi lebih mendalam. Strategi pengemasan pesan dakwah ke dalam skenario film dilakukan dengan karakterisasi tokoh, penentuan scene dan tujuan komunikasi serta strategi pengemasan pesan dakwahnya ke dalam audio visual bahasa verbal dan non verbal menggunakan angle, pencahayaan, teknik pengambilan gambar dan setting sesuai arahan Sutradara. Kata kunci:Strategi, Pesan Dakwah, Bahasa Verbal dan Non-Verbal, Film Kurang Dua Ons.