Winda Sari
Mahasiswi STIKES Abdurahman Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA UMUR, PARITAS DAN PENDIDIKAN DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI SUNTIK DI BPS SORAYA PALEMBANG TAHUN 2014 Tiara Fatrin; Winda Sari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.876 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the relation of age, parity and education with the election of injectable contraception in BPS Soraya Palembang in 2014. The method that used was analytical survey with cross sectional approach. Population in this research was all women by using contraception in BPS Soraya at Januari 1- December 31 2014 that mounted 1225 respondents. Sampling was done by random sampling with systematic random sampling technique, that amounted 302 responden. From the univariate analysis showed that respondents who chose injectable contraceptive amounted to 229 respondents (74,8%), which has a low risk age 208 respondent (68,0%), and who has a low risk parity 218 respondents (71,2%), while education is low as many 157 respondents (51,3%). Whereas the result of Bivariate Analysis of Age variable was taken p value (0,025). For parity variable that was taken p value (0,044). And education variable in getting p value (0,043).which shows the p value <a (0,05). This shows significant correlation between age, parity and education by election of injectable contraception. For areas practice in expected to improve the quality of service especially in private midwifery practice in giving healt service, basically about family planning in order that achieve national family planning program that is qualified family. Salah satu upaya pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia adalah dengan program Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi. Program KB yang ditujukan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk adalah dengan mengajak seluruh masyarakat pasangan usia subur untuk menjadi akseptor KB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara umur, paritas dan pendidikan dengan pemilihan kontrasepsi suntik di BPS Soraya Palembang tahun 2014. Metode yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memakai kontrasepsi di BPS Soraya pada bulan 1 Januari – 31 Desember 2014 yang berjumlah 1225 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cararandom sampling dengan tehnik systematic random sampling, dengan jumlah sampel 306 responden. Dari analisa univariat menunjukan bahwa responden yang memilih kontrasepsi suntik berjumlah 229 responden (74,8%), yang memiliki umur beresiko rendah 208 responden (68,0%), dan yang memiliki paritas resiko rendah 218 responden (71,2%), sedangkan pendidikan yang bersifat rendah sebanyak 157 responden (51,3%). Sedangkan hasil dari Analisa Bivariat variable umur di dapatkan p value (0,025). Untuk variable paritas di dapatkan p value (0,044). Dan variable pendidikan di dapatkan p value (0,043). Yang menunjukan p value< a (0,05). Hal ini menunjukan ada hubungan yang bermakna antara umur, paritas dan pendidikan dengan pemilihan kontrasepsi suntik.Untuk lahan praktik di harapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan khususnya di bidan praktik swasta dengan lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama tentang Keluarga Berencana, agar tercapainya program KB Nasional yaitu keluarga berkualitas.