Corporate social responsibility (CSR) disclosure is important for survival of the company. It is because we are faced with the climate change conditions, erratic weather, the issues of global warning, and the sustainable development agenda is being intensively conducted in the community to evaluate the companies are able to provide a long-term program which will encourage self-reliance in terms of economic and social. The purpose of this research is to determine the impact of the board commissioners, profitability, public ownership structure, and size of firm have the influence of CSR disclosure from the annual report of companies listed in the Indonesia Stock Exchange (BEI). The samples of this research are many Bank companies which listed in the BEI since at 2013-2015 by fulfilling the specified criteria. The amount of samples for 3 years observations are 99 samples, which are use purposive sampling method. The analytical technique is using multiple regression method. The results showed that the board commissioners, public ownership structure, and the size of firm have significant influence to CSR disclosure. At the same time, the profitability has insignificant influence to CSR disclosure in Indonesia. Therefore, the company are expected to consider adding the numbers of commissioners to control the performance of manager as well as the creation of effectiveness in the company from CSR disclosure, increase public shares, and increase the number of employees. These will encourage a better CSR disclosure. Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sangat diperlukan bagi kelangsungan perusahaan. Hal ini dikarenakan kita dihadapkan pada kondisi perubahan iklim, cuaca yang tidak menentu, isu–isu tentang pemanasan global, serta agenda pembangunan berkelanjutan sedang gencar dilakukan masyarakat untuk menilai perusahaan yang mampu memberikan program jangka panjang yang akan mendorong kemandirian masyarakat dari segi ekonomi maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ukuran dewan komisaris, profitabiitas, struktur kepemilikan saham publik, dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) pada laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013, 2014 dan 2015 dengan memenuhi kriteria yang ditetapkan. Total keseluruhan sampel penelitian untuk tiga tahun pengamatan adalah 99 sampel, dengan menggunakan metode pengamatan data jenis purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris, struktur kepemilikan saham publik, dan ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan CSR. Sedangkan profitabilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan CSR di Indonesia. Sehubungan dengan hasil tersebut, perusahaan diharapkan mempertimbangkan untuk menambah dewan komisaris agar semakin mudah dalam pengontrolan kinerja manajer serta terciptanya efektivitas di perusahaan dalam pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan, meningkatkan saham publik, serta menambah jumlah tenaga kerja, karena dengan begitu akan mendorong terjadinya pengungkapan tanggung jawab sosial yang semakin baik.