Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi

Perumusan Konsep Entitas Akuntansi Islam Jaka Isgiyarta
Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Vol. 13 No. 1 (2009)
Publisher : Accounting Department, Faculty of Business and Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Business entity is a fundamental concept in developing financial reporting. Defi¬nition of element financial reporting, relationships among element financial reporting, relationship between firm and the owners is developed base on business entity concept. Conventional accounting is developed in capitalistic culture environment. Owner is as centre of firm. In other way, Islamic cultural is different with capitalistic culture. In Islamic business, society is centre of business, business for the society, the owner should not be centre of business. Business must be self reliant, it can do anything as person. So, Islamic accounting business entity must different with conventional accounting business entity. Keyword: Islamic accounting, conventional accounting, and business entity concept.
TELAAH KRITIS FILSAFAT POSITIVISME UNTUK PENGEMBANGAN TEORI AKUNTANSI Jaka Isgiyarta
Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Vol. 15 No. 2 (2011)
Publisher : Accounting Department, Faculty of Business and Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar penelitian akuntansi saat ini didasarkan pada filsafat positivisme, karena penelitian tersebut lebih didasarkan pada fenomena empiris. Sisi negatif penggunaan filosofi itu adalah bahwa penelitian akuntansi jarang digunakan dalam pengembangan konsep akuntansi dan praktik akuntansi. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis akurasi dari filsafat positivisme dalam pengembangan ilmu-ilmu sosial, terutama dalam konsep kebenaran dan metoda kebenaran. Filsafat positivisme nampaknya tepat digunakan dalam pengembangan ilmu pengetahuan alam, karena kebenaran dalam ilmu alam didasarkan pada data empiris. Dalam ilmu sosial, kebenaran pada umumnya tidak hanya didasarkan pada data empiris tetapi juga berdasarkan kekuasaan. Oleh karena itu, filsafat positivisme tidak sesuai digunakan dalam pengembangan ilmu sosial, khususnya ilmu akuntansi.Kata kunci: Filsafat positivisme, konsep kebenaran, akuntansi positif.