Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of Innovation Attributes in The Innovation Adoption of Agricultural Mechanization Technology in Farmers Dyah Gandasari
Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol. 19 No. 01 (2021): February 2021
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46937/19202132705

Abstract

In the last 4-6 years, the government has provided an agricultural mechanization assistance through the Ministry of Agriculture to Gapoktan, Poktan or the Agricultural Equipment and Machinery Service Business (UPJA). Assistance is provided in order to support increased production and productivity of superior commodities. It is suspected that the use of alsintan has not been optimally utilized. In order to optimize the utilization of this government innovation, the optimization is carried out by analyzing the adoption and the use of alsintan and implementing the optimization of machinery. This study is limited to character analysis of the innovation that affects the speed of adoption of alsintan innovation in farmers in Bogor, Sukabumi and Cianjur districts. The unit of research analysis was individual alsintan user farmers. The samples were determined purposively. There were 158 selected respondents. The descriptive statistical analysis used was Microsoft Excel 2016. The results showed there were some influences of innovation attributes on the adoption of two-wheeled hand tractor and water pump innovations. Farmers can make use of innovation because it reduces production costs, makes work easier, and increases production. Besides, it is easy to use and easy to test; and the results are easy to see. Further research is needed to analyze the environment, organizations and individuals as the driving factors for innovation adoption.
Pengaruh Pemberian Probiotik Rabal Plus terhadap Peningkatan Produksi dan Kualitas Telur Itik di Desa Panggangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon Slamet Riyadi; Dyah Gandasari; Kenedy Putra
JURNAL TRITON Vol 12 No 2 (2021): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v12i2.207

Abstract

Desa Panggangsari khususnya Kelompok Ternak Rambon Sari dan Branjangan memiliki populasi itik mencapai 13.650 ekor. Jumlah tersebut menunjukkan usaha ternak itik di Kecamatan Losari sangat potensial untuk dikembangkan. Sampel yang digunakan dalam kaji terap adalah 120 ekor itik dengan umur 9 bulan sampai 10 bulan. Tujuan studi ini adalah kaji terap terhadap pengaruh pemberian probiotik Rabal Plus terhadap peningkatan produksi dan kualitas telur. Kaji terap dilakukan dengan 4 perlakuan, 3 ulangan, setiap perlakuan menggunakan 30 ekor itik dan masing-masing ulangan terdiri 10 ekor itik dengan waktu pelaksanaan selama 40 hari. P0: pakan dan air minum (perlakuan kebiasaan peternak), P1: pakan + probiotik Rabal Plus 15 ml/kg pakan dan air minum (tanpa pemberian probiotik Rabal Plus), P2: pakan + probiotik Rabal Plus 15 ml/kg pakan dan air minum + probiotik Rabal Plus 25 ml/liter air minum dan P3: air minum + probiotik Rabal Plus 25 ml/liter air dan pakan (tanpa pemberian probiotik Rabal Plus). Parameter yang diamati, yaitu konsumsi ransum dan produksi telur serta kualitas telur. Analisis data pada produksi telur menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan kualitas telur menggunakan perhitungan manual. Analisis data dalam kegiatan kaji terap dengan mengolah data jumlah produksi telur menggunakan metode Uji Anova. Hasil produksi telur (Uji F) dengan taraf signifikan 0,05% dan analisis sidik ragam dengan nilai F tabel < F hitung (5,07 < 47,921) maka ada pengaruh yang nyata terhadap peningkatan produksi dan hasil kualitas telur itik terjadi perbedaan kualitas setiap perlakuan (P0, P1, P2 dan P3) antara telur segar dan telur 8 hari.
Pengaruh Pemberian Temulawak (Curcuma xhanthorrhiza) terhadap Pertambahan Bobot Badan Kambing di Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis Yosa Atifah; Dyah Gandasari; Harry
JURNAL TRITON Vol 12 No 2 (2021): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v12i2.211

Abstract

Populasi kambing di Desa Sindangkasih pada tahun 2020 adalah 1135 ekor. Jumlah tersebut sangat potensial untuk ditingkatkan kembali dengan cara memanipulasi pakan. Salah satu teknik manipulasi pakan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian tepung temulawak. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian tepung temulawak terhadap pertambahan bobot badan ternak kambing dan menganalisis usaha penggemukan ternak kambing yang diberi tepung temulawak. Materi yang digunakan adalah kambing lokal dengan rataan bobot badan awal 20,5 kg. Metode penelitian menggunakan kaji terap 2 perlakuan yaitu P0=kontrol dan P1 = kontrol + tepung temulawak 12 gr/ekor + 40 ml air. Peubah yang diukur dalam kaji terap adalah pertambahan bobot badan harian (PBBH). Peubah analisis usaha yang dihitung diantaranya pendapatan, B/C ratio, R/C ratio, BEP harga, BEP Produksi dan Marginal Benefit Cost Ratio (MBCR). Data dianalisis menggunakan Independent t-test. Data analisis usaha dianalisis secara deskriptif. Hasil kaji terap yang dilakukan pada ternak kambing menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata dengan pemberian tepung temulawak terhadap PBBH. Hasil analisis usaha pada kedua perlakuan menunjukkan untuk perlakuan P1 lebih menguntungkan peternak dengan pendapatan Rp 1.329.145. Nilai R/C ratio dan B/C ratio paling tinggi pada P1 dan nilai MBCR sebesar 23,132. Secara finansial pendapatan paling tinggi yaitu pada P1 dengan pemberian tepung temulawak 12 gr + 40 ml air, artinya pemberian tepung temulawak mampu memeningkatkan bobot badan kambing dan pendapatan peternak di Desa Sukaresik.
Analisis Usaha Penggemukan Ternak Kambing dengan Pemberian Indigofera sp. dalam Ransum di Kabupaten Tasikmalaya : Feasibility Study of Goat Fattening with Indigofera sp. as a Diet in Tasiskmalaya De Isal Sandiana; Kenedy Putra; Dyah Gandasari
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v7i1.588

Abstract

Banjarwaringin Village in Salopa District, Tasikmalaya Regency has potential for goat farming as community farming. The study aims to examine the effect off Indigofera as a diet of sheep on body weight gain in Salopa District, Tasikmalaya. The method used was a completely randomized design method with 6 male goats as samples which were divided into 3 treatment groups and 2 replications. The design of the applied study that will be carried out is P0 with control, P1 with 1% Indigofera and P2 with 2% Indigofera. Business analysis using business analysis B/C ratio, R/C ratio, production BEP and price BEP. Sampling of body weight and the same age. The variables observed included PBHH of goats. F test with the SPSS version 15 analysis tool. The results showed that there was a significant difference in ADG P0 61.00 ± 2.828 (a), P1 101.00 ± 1.414 (c), P2 76.00 ± 5.567 (b). The results of the business analysis showed an increase in farmer's income of IDR 258,359 in the treatment with Indigofera, and the value of the R/C ratio was 1.09.
Agriculture Students' Cultural Understanding During Students' Exchange in Kampus Merdeka Program: A Literature Review Approach Dyah Gandasari
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.4505

Abstract

This study investigates the role of the Kampus Merdeka Program in promoting cross-cultural understanding in the context of agriculture during students' exchange. By employing a literature review as the methodological approach, the study synthesizes existing scholarly works to analyze the effectiveness of international exchange programs in fostering intercultural learning within the agricultural domain. The review delves into various aspects, including the impact of cultural immersion, communication barriers, and the significance of intercultural competence in the context of agricultural education. The findings aim to shed light on the benefits of cross-cultural experiences in agricultural learning environments, paving the way for future enhancements in the Kampus Merdeka Program and similar initiatives worldwide.