Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI DAN DISTRIBUSI SPASIAL IKAN DEMERSAL DI LAUT JAWA (WPP NRI-712) DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI HIDROAKUSTIK Asep Mamun; Asep Priatna; . Suwarso; M. Natsir
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.259 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i2.21549

Abstract

Salah satu upaya pengelolaan perikanan lestari membutuhkan informasi potensi dan pola penyebaran sumberdaya ikan di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara spasial distribusi ikan dan menghitung potensi sumber daya ikan demersal di WPP NRI 712 (Laut Jawa) dengan metode hidroakustik, dan melihat perubahan biomassa ikan dalam kurun waktu 2011-2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi ikan demersal menyebar pada beberapa lokasi di utara perairan Cirebon, perairan Lampung timur, selatan Taman Nasional Tanjung Puting dan Kepulauan Seribu. Sumberdaya ikan demersal yang terdeteksi didominasi oleh ukuran ikan dengan kisaran panjang antara 30-31 cm dengan lima kohort sumberdaya ikan demersal. Biomassa ikan demersal sebesar 875.463 ton, dengan kepadatan ikan rata-rata yaitu 117,87 kg/km3. Potensi lestari ikan demersal sebesar 437.732 ton/tahun atau meningkat 36,6% dari potensi tahun 2015. Kepadatan ikan rata-rata dan biomassa mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Salah satu faktornya yaitu karena adanya waktu untuk ikan dapat melakukan pemulihan sumberdaya secara alami. Penerapan kebijakan pengelolaan dalam upaya pemulihan dan pemanfaatan perlu dilakukan untuk menciptakan perikanan yang lestari dan berkesinambungan.
KEPADATAN STOK IKAN DEMERSAL DAN UDANG DI SAMUDERA HINDIA BARAT SUMATERA PADA MUSIM PERALIHAN II Nurulludin Nurulludin; Thomas Hidayat; Asep Mamun
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.021 KB) | DOI: 10.15578/jppi.22.3.2016.139-146

Abstract

Kepadatan stok ikan merupakan indikasi dari potensi perikanan di suatu wilayah yang sangat penting diketahui. Tujuan tulisan ini membahas tentang laju tangkap, kepadatan stok dan perkiraan biomassa ikan demersal serta udang. Penelitian sumber daya ikan demersal dan udang di Samudera Hindia Barat Sumatera dilakukan dengan menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya IV (1.200 GT) pada bulan Oktober dan November 2015 (Musim peralihan II). Penghitungan kepadatan stok menggunakan metode sweept area dengan panjang tali ris atas dari jaring trawl 36 m, kecepatan kapal saat menarik jaring berkisar 2,5 – 3 knot, lama penarikan jaring maksimal 1 jam. Perairan Samudera Hindia Barat Sumatera terdiri dari 151 spesies yang tergolong dalam 59 famili. Famili ikan demersal yang dominan tertangkap (5 besar), yaitu Leiognathidae sebesar 23,6 %, Trichiuridae 9,8%, Haemulidae 8,0%,  Engraulididae 6,6%, dan Polynemidae 6,05%. Famili udang yaitu Penaeidae (79,08%), Scyllaridae 19,49%, dan Solenoceridae 1,43%. Rata-rata laju tangkap ikan demersal 205,80 kg/jam, dengan kepadatan stok 6,66 ton/km2 dan udang 2,30 kg/jam dengan kepadatan stok 0,053 ton/km2. Biomassa ikan demersal diperkirakan sebesar 470.122 ton dan udang 3.706 ton.  Fish stock density  is an index of stock abundance indicating the fish resources potential in a region.  This paper discusses the catch rate, stock density and biomass estimates of the demersal fish and shrimp resources. Research on the demersal fish and shrimp resources in the Indian Ocean-Western Sumatera conducted using the Research Vessel Baruna Jaya IV (1200 GT) carried out during  October and November 2015 (2nd intermonsoon season). Stock density was estimated through the swept area method. The trawl used has 36 m headrope, trawling speed of 2.5 - 3 knots, and maximum towing time was 1 hour. It was found that the fish resources in the waters of the Indian Ocean-Western Sumatera consisted of 151 species belonging to 59 families. The top five dominant fish families caught were Leiognathidae of 23.6%, Trichiuridae 9.8%, Haemulidae 8.0%, Engraulididae 6.6%, and Polynemidae 6.05%, while the shrimp families were Penaeidae of 79.08%, Scyllaridae 19.49%, and Solenoceridae 1.43%. The average catch rate of demersal fish was 205.80 kg/hour, with a stock density of 6.66 tons/km2 and shrimp of 2.30 kg/hour with a stock density of 5.3 kgs/km2. The estimated biomass of demersal fish was  470,122 tons and shrimp was 3,706 tons.