Titin Setyorini
INSTIPER YOGYAKARTA

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Hasil Produksi Tanaman Tomat Varietas Fortuna dengan Perlakuan Kombinasi Pupuk Tunggal pada Komposisi Media Tanam Berbeda Agus Firman Damanik; Titin Setyorini
Vegetalika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.63043

Abstract

Tanaman tomat dapat menghasilkan buah sangat tergantung pada interaksi antara faktor genetik tanaman dan kondisi lingkunganya. Faktor yang dapat menyebabkan produksi tomat masih rendah adalah menggunakan benih varietas tidak unggul, penggunaan pupuk yang belum optimal dan macam media tanam yang belum tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil produksi tanaman tomat dengan perlakuan kombinasi pupuk tunggal dan media tanam. Penelitian telah dilaksanakan di kebun KP-2 INSTIPER pada bulan Februari sampai Juli 2020 dengan menggunakan metode percobaan rancangan faktorial yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL). Faktor pertama adalah kombinasi pupuk tunggal yang terdiri dari empat aras yaitu P0 = Urea : TSP : KCL (2 : 2 : 2) g/tanaman (kontrol), P1= Urea : TSP : KCL (3 : 1.5 : 1.5) g/tanaman, P2= Urea : TSP : KCL (1.5 : 3 : 1.5) g/tanaman, P3= Urea : TSP : KCL (1.5 : 1.5 : 3) g/tanaman. Faktor kedua yaitu macam media tanam yang terdiri dari empat aras yaitu M0 : Tanah (kontrol), M1 : Tanah + Pupuk Kandang, M2 : Tanah + Arang Sekam, M3 : Tanah + Pupuk Kandang + Arang Sekam. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi nyata antara perlakuan kombinasi pupuk tunggal dan media tanam terhadap semua variabel yang diamati. Perlakuan kombinasi pupuk tunggal memberikan pengaruh yang sama pada semua variabel penelitian. Macam media tanam memberikan pengaruh berbeda pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, klorofil daun, umur berbunga, jumlah buah per tanaman, total bobot buah per tanaman, berat basah tajuk, berat kering tajuk, dan berat basah akar. Perlakuan media tanam terbaik adalah M3 yaitu tanah, pupuk kandang dan arang sekam. Kata kunci: tomat; varietas fortuna; kombinasi pupuk tunggal; media tanam 
RESPON PERTUMBUHAN EKSPLAN STEK MIKRO KENTANG PADA MEDIA MS DENGAN PENAMBAHAN NAA DAN BAP TITIN SETYORINI
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 1 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i1.8564

Abstract

Penambahan hormon pada media kultur jaringan sangat mempengaruhi respon pertumbuhan dan perkembangan eksplan yang digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan eksplan stek mikro kentang pada media MS dengan penambahan hormon NAA dan BAP. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan INSTIPER Yogyakarta. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu media MS (Murashige dan Skoog) dengan penambahan hormon yang terdiri dari empat aras yaitu : MS, MS +  1 ppm NAA (Napthalene Acetic Acid), MS + 1 ppm BAP (Benzyl Amino Purine), MS + 1 ppm NAA + 1 ppm BAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan hormon NAA dan BAP pada media MS memberikan pengaruh yang berbeda pada beberapa parameter pertumbuhan eksplan tanaman kentang. Penambahan NAA dan BAP tidak mempengaruhi waktu muncul tunas dan akar, akan tetapi mempengaruhi waktu muncul kalus (media terbaik adalah MS+NAA), jumlah kalus (media terbaik adalah MS+BAP) dan tinggi tanaman/planlet (media MS+NAA+BAP menghambat pertumbuhan tinggi).
INDUKSI KALUS EKSPLAN DAUN LADA (Piper nigrum L.) PADA MODIFIKASI MEDIA MS DENGAN PENAMBAHAN HORMON NAA DAN BAP AFRIANDI DWI KRISTIANTO; TITIN SETYORINI
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 2 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i2.12028

Abstract

Ketersediaan bibit lada yang bermutu dapat didukung oleh perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan sangat berperan dalam mempengaruhi keberhasilan metode ini. Efisiensi penggunaan media MS (Murashige and Skoog) merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk menekan biaya produksi bibit lada melalui kultur jaringan sehingga media tersebut perlu dimodifikasi. Penambahan hormon pada media sangat mempengaruhi respon pertumbuhan dan perkembangan eksplan yang digunakan. Hormon yang sering ditambahkan pada media kultur antara lain NAA (Napthalene Acetic Acid) dan BAP (Benzyl Amino Purine). Penelitian bertujuan untuk mengetahui modifikasi media MS paling optimal untuk menginduksi kalus eksplan tanaman lada dengan penambahan hormon NAA dan BAP. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan INSTIPER. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah modifikasi media MS yang terdiri atas tiga aras, yaitu ¼ MS, ½ MS, dan MS. Faktor kedua yaitu kombinasi perbandingan penambahan hormon NAA dan BAP yang terdiri dari lima aras, yaitu 1:0, 0:1, 1:1, 1:2, dan 2:1. Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan aplikasi excel dan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ¼ MS, ½ MS, MS dapat menginduksi kalus dari eksplan daun lada. Penambahan hormon NAA dan BAP dengan konsentrasi 1 – 2 ppm dapat merangsang pembentukan kalus dari eksplan daun lada. Persentase eksplan yang berkalus bervariasi mulai dari 14 – 71%. Kalus terbentuk paling cepat 3 minggu setelah tanam. Tekstur kalus yang dihasilkan adalah remah dan kompak. Warna kalus yang terbentuk putih, putih kekuningan, putih kehijauan dan putih kecoklatan. Berat kalus yang terbentuk berkisar antara 0.04 – 1.73 gram.