Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Humaniora

TENTANG HUKUM ESTETIKA Heru Marwata
Humaniora Vol 11, No 2 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.772 KB) | DOI: 10.22146/jh.663

Abstract

Sekarang ini beredar buku- buku yang dapat dikatakan sebagai pemandu bagi para penulis pemula . Isi buku-buku seperti itu biasanya penjelaasan tentang bagaimana cara menulis, berisi teori dan sekaligus contoh pemraktekkannya . Dalam buku-buku itu tentu saja terdapat pula hal-hal yang disarankan untuk ditempuh dan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan . Inilah yang menggelitik penulis untuk membahas hukum estetika, khususnya tentang hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam menulis .
Roland Barthes Lewat S/Z: Mencerna Cerita Via Leksia Heru Marwata
Humaniora Vol 12, No 1 (2000)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2266.187 KB) | DOI: 10.22146/jh.1291

Abstract

Ada banyak pikiran Barthes yang perlu dikaji untuk mencapai pemahaman yang maksimal tentang konsep-konsep dan gagasan-gagasan yang dibangun dan diaplikasikannya dalam S/Z:- Tentang evaluasi: Operai pertama- Tentang interpretasi: Operasi kedua-Tentang Konotasi: Pertentangan
Pembaca dan Konsep Pembaca Tersirat Wolfgang Iser Heru Marwata
Humaniora No 6 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.585 KB) | DOI: 10.22146/jh.1863

Abstract

Di antara teoretikus sastra yangsecara cukup baik mengedepankan teori dengan pendekatan pragmatik itu adalah H.R. Jauss (1982) dalam bukunya Toward an Aesthetic of Reception dan Wolfgang Iser dalam bukunya The Act of Reading (1987) dan The ImpliedĀ  Reader(1980). Tulisan ini hanya akan membicarakan konsep Iser tentang pembaca dan pembaca tersirat saja. Alasan utamanya adalah karena meskipun Jauss dan Iser sama-sama mengedepankan peran pembaca. Iserlah yang Iebih memberikan uraian tentang konsep pembaca seperti judul tulisan ini.
Memahami Novel sebagai sebuah Pribadi Heru Marwata
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.302 KB) | DOI: 10.22146/jh.2062

Abstract

Membaca novel adalah sebuah proses melibatkan diri dalam sesuatu yang ada dalam cerita. Keterlibatan ini dapat bersifat emosional, nostalgia atau pengingatan kembali atas sesuatu yang terlupakan, dapat juga berupa paket perenungan, tetapi bisa juga berupa aktivitas yang ala kadarnya saja. Keterlibatan pembaca dalam sebuah novel tidak harus merupakan kehadiran secara fisik yang berarti ikut menjalani atau mengalami secara badaniah semua rentetan peristiwa di dalamnya, tetapi bisa merupakan keterlibatan secara psikologis atau imajinatif belaka. Jika keterlibatan pembaca itu menjadi semakin jauh, bahkan menimbulkan perenungan yang lebih mendalam, atau membangkitkan keinginan untuk melakukan perunutan dan pembuktian atas sesuatu, atau mungkin melahirkan penelitian terperinci, semua itu merupakan cerita lain yang sebenarnya bersifat manasuka dan sangat tergantung pada keinginan, niat, minat atau tujuan yang ingin dicapai.