This Author published in this journals
All Journal Humaniora
BR Suryo Baskoro
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN ARTIKEL BAHASA PRANCIS DENGAN BAHASA INDONESIA BR Suryo Baskoro
Humaniora Vol 12, No 1 (2000)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2105.084 KB) | DOI: 10.22146/jh.680

Abstract

Artikel adalah kata yang ditempatkan di depan nomina (N) dan yang berfungsi untuk menunjukkan teridentifikasi/tidaknya N itu dalam wacana atau konteks (cf. Grevisse, 1975:278). Dalam bahasa seperti bahasa Prancis (bP), artikel terbagi atas article defini 'artikel definit' dan article indefini 'artikel takdefinit'. Artikel yang lain, article partitif 'artikel partitif' digolongkan sebagai varian dari artikel takdefinit.
Koreksi Fonetis Dalam Pembelajaran Bahasa Prancis BR Suryo Baskoro
Humaniora Vol 15, No 2 (2003)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.914 KB) | DOI: 10.22146/jh.783

Abstract

Bahasa-bahasa di dunia memiliki bunyi-bunyi yang sebagian sama. Dalam ilmu fonologi bunyi-bunyi itu disebut fonem, dapat berupa vokal, konsonan, dan semivokal. Semua bahasa memiliki tiga vokal dasar, yakni [i], [a], dan [u]. Bahasa Arab klasik dan Eskimo bahkan hanya memiliki ketiga vokal itu (Léon, 1972: 7). Adapun konsonan-konsonan seperti [p], [s], dan [m] ada pada hampir semua bahasa di dunia. Vokal dan konsonan itu terdapat pada kata Indonesia seperti pusat, samping; dalam kata Inggris seperti pool ‘kolam’, seek ‘mencari’; atau dalam kata Prancis seperti pomme [pm] ‘apel’, sac [sak] ‘tas’. Dalam proses pembelajaran bahasa, khususnya bP oleh penutur bI, perbedaan sistem fonologi antara kedua bahasa itu menyebabkan masalah, sehubungan dengan bunyi-bunyi tertentu dalam bP yang tidak terdapat dalam bI. Masalah tersebut berupa kesalahan pelafalan. Frase bP au dessus ‘di atas’, yang harus difalalkan [odsy], berpotensi disalahlafalkan oleh pembelajar dengan [odsu] yang mengacu pada kata dan makna yang berbeda, yakni au dessous ‘di bawah’. Tulisan ini dibuat untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan pelafalan tersebut. Identifikasi ini akan dilanjutkan dengan pencarian cara-cara mengoreksi kesalahan tersebut sehingga diperoleh pelafalan yang benar. Hal ini penting dilakukan mengingat ketepatan pelafalan merupakan salah satu faktor yang menjamin keberhasilan komunikasi.