Aprillia Firmonasari
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

WACANA POLITIK NICOLAS SARKOZY: ANALISIS PSIKOSTRUKTURAL LACANIAN Aprillia Firmonasari
Humaniora Vol 19, No 3 (2007)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.692 KB) | DOI: 10.22146/jh.910

Abstract

The article attempts to analyze Nicolas Sarkozy’s political discourse in the 2007 French Presidential Election. His political campaign ended up in victory and he was later voted the President of France. The analysis adopts Lacanian psycho-structural analysis because it enables the writer to uncover which type of passion Sarkozy promoted in his political discourse. In the efforts to gain vote, Sarkozy’s political discourse was set to be persuasive and provocative in nature raising the issue of passive narcissist passion. This issue was accomplished through the use of signs, metonymies, and metaphors.
Representasi Kemiskinan pada Zaman Edo dalam Lirik Warabeuta Berjudul Hana Ichi Monme: Kajian Semiotika Roland Barthes Febryan Ariefandi; Aprillia Firmonasari
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 1 (2024): Melihat Lebih Dekat Pembelajaran Bahasa Jepang dan Kebudayaan Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i1.65797

Abstract

Hana Ichi Monme ‘Satu Bunga Satu Monme’ adalah lagu tradisional anak Jepang yang keberadaaanya diperkirakan sudah ada sejak zaman Edo dan diperkenalkan secara turun temurun. Lagu ini menceritakan cara bermain dari permainan anak dengan judul yang sama. Menariknya, meski lagu ini bercerita tentang permainan anak, lirik penyusun lagunya terkesan samar. Diksi yang digunakan pun berpotensi memiliki makna ganda, yang dapat bermakna negatif maupun positif, tergantung dari perspektif mana kita memaknainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam makna yang terkandung dari liri lagu Hana Ichi Monme. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika. Untuk mengkaji datanya digunakan teori semiotika Roland Barthes. Melalui proses pemaknaan denotatif, konotatif dan mitos, diperoleh hasil bahwa lagu ini merepresentasikan kemiskinan pada zaman Edo. Representasi kemiskinan ini terwujud pada praktik jual beli anak gadis yang dilakukan oleh orang tua atau keluarga pada zaman itu agar terbebas dari belenggu hutang.
Representasi Peran Perempuan dalam Sektor Ekonomi pada Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala Azra Aulya Widyani Wijayanto; Aprillia Firmonasari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6273

Abstract

Perjuangan perempuan dalam melawan stereotip gender di masyarakat masih terus digaungkan hingga saat ini. Sebagai salah satu hasil dari karya sastra, novel tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan saja, melainkan juga dapat menjadi media yang efektif untuk menentang ketidakadilan gender. Penelitian ini membahas mengenai bagaimana representasi tokoh perempuan dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala dapat menentang stereotip gender yang ada di masyarakat dan bertujuan untuk menganalisis bentuk perlawanan tokoh perempuan yang direpresentasikan melalui perannya dalam sektor ekonomi. Penelitian berjenis kualitatif ini memperoleh data berbentuk kata, frasa, klausa, dan kalimat yang bersumber dari novel Gadis Kretek melalui metode simak dan teknik catat. Dianalisis dengan menggunakan teori representasi aktor sosial perspektif dari Theo van Leeuwen, penelitian ini akan berfokus pada bagaimana tokoh perempuan direpresentasikan secara eksplisit oleh penulis. Hasil analisis menunjukkan adanya keterlibatan tokoh perempuan dalam sektor ekonomi yang direpresentasikan melalui peran, identitas sosial, dan emosi. Temuan ini mengindikasikan bahwa novel Gadis Kretek berusaha untuk memposisikan perempuan sebagai aktor sosial yang kuat dengan cara menentang stereotip gender di masyarakat yang membatasi peran perempuan hanya dalam sektor domestik saja. Keterlibatan tokoh perempuan dalam sektor ekonomi juga menunjukkan kompetensi perempuan di bidang bisnis yang didominasi oleh laki-laki.