Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DIVINE CREATION IN “LINES WRITTEN IN EARLY SPRING” Henriono Nugroho
Humaniora Vol 20, No 3 (2008)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.744 KB) | DOI: 10.22146/jh.942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karya sastra melalui analisis stilistika yang berdasarkan linguistik sistemik fungsional dan sistem semiotik karya sastra. Metode penelitian menggunakan studi pustaka, metode deskriptif, dan pendekatan intrinsik objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis semantik menghasilkan makna bahasa latar belakang (the automatized linguistic meaning) dan makna bahasa latar depan (the foregrounded linguistic meaning). Makna pertama menghasilkan masalah utama (subject matter) dan makna kedua menghasilkan makna sastra (literary meaning). Makna sastra menghasilkan tema. Dari hasil analisis dapat dibuktikan bahwa masalah utama berkisah tentang hubungan manusia dan makna sastra tentang penciptaan serta tema tentang ciptaan Tuhan.
IMPRESSION IN “I WANDERED LONELY AS A CLOUD” Henriono Nugroho
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 16 (2009): March 2009
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.02 KB)

Abstract

Abstract Stylistics is a linguistic analysis on literary and non-literary texts. This article concerns with a systemic stylistic analysis on a poem in terms of Systemic Functional Linguistics and Verbal Art Semiotics. The article uses library research, qualitative data, documentary study, descriptive method and intrinsic-objective approach. The semantic analysis results in both automatized and foregrounded meanings. Then the automatized meaning produces lexical cohesion and in turn, it produces subject matter. Meanwhile, the foregrounded meaning produces the literary meaning and in turn, it creates theme. Finally, the analysis indicates that the subject matter is about the beautiful daffodil, the literary meaning is about the impressive flower and the theme is about impression of dancing daffodils.
Aesthetic Function in the Poem Henriono Nugroho
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 7 No 1 (2006): SEMIOTIKA: Edisi Dokumentasi Volume Lama
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.254 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karya sastra melalui analisis stilistika yang didasarkan pada ilmu bahasa sistemik fungsional. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dan pendekatan intrinsik objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis semantik menghasilkan makna bahasa latar belakang (the automatized linguistic meanings) dan makna bahasa latar depan (the foregrounded linguistic meanings). Makna pertama menghasilkan masalah utama (subject matter), sedangkan makna kedua menghasilkan makna sastra (literary meaning). Selanjutnya, makna sastra menghasilkan tema. Akhirnya dipahami bahwa masalah utama berkisah tentang pemimpin yang bijak, jujur, tegas, terhormat, sedangkan makna sastra tentang ancaman keruntuhan Inggris tahun 1806, serta tema tentang komentar sosial politik terhadap Inggris. Kata kunci: makna bahasa latar belakang, makna bahasa latar depan, masalah utama, makna sastra, tema.