Kamelia Dwi Jayanti
Agriculture Faculty, Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prediksi Neraca Air Untuk Menentukan Masa Tanam Tebu di Kecamatan Kalasan, Sleman Kamelia Dwi Jayanti
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.202 KB) | DOI: 10.22146/ipas.9092

Abstract

Perubahan pola curah hujan di Indonesia telah terjadi sejak beberapa decade terakhir. Perubahan ini menyebabkan terjadinya pergeseran musim di beberapa daerah. Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman yang membutuhkan banyak air pada fase vegetative tetapi membutuhkan kondisi kering ketika menjelang panen. Penentuan masa tanam yang kurang tepat dapat menurunkan hasil produksi bahkan gagal panen. Penelitian penentuan masa tanam tebu dilakukan di Kecamatan Kalasan, Sleman. Daerah ini merupakan lahan tadah hujan. Curah hujan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan lengas tanah pada lahan tadah hujan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan bulanan selama 10 tahun terakhir (2002 -2011), suhu, kelembaban, kecepatan angin, lama penyinaran, sifat fisik tanah dan data tanaman. Penelitian ini didahului dengan membangkitkan data curah hujan bulanan 10 tahun ke depan (2012-2022) dengan menggunakan model Thomas-Fiering. Data curah hujan bangkitan ini digunakan untuk membuat neraca air. Neraca air menggambarkan kondisi surplus dan defisit ketersediaan lengas tanah. Data analisis neraca air menunjukkan bahwa masa tanam tebu yang tepat adalah September- Agustus dan Oktober-September.
Prediksi Neraca Air Untuk Menentukan Masa Tanam Tebu di Kecamatan Kalasan, Sleman Kamelia Dwi Jayanti
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.9092

Abstract

Perubahan pola curah hujan di Indonesia telah terjadi sejak beberapa decade terakhir. Perubahan ini menyebabkan terjadinya pergeseran musim di beberapa daerah. Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman yang membutuhkan banyak air pada fase vegetative tetapi membutuhkan kondisi kering ketika menjelang panen. Penentuan masa tanam yang kurang tepat dapat menurunkan hasil produksi bahkan gagal panen. Penelitian penentuan masa tanam tebu dilakukan di Kecamatan Kalasan, Sleman. Daerah ini merupakan lahan tadah hujan. Curah hujan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan lengas tanah pada lahan tadah hujan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan bulanan selama 10 tahun terakhir (2002 -2011), suhu, kelembaban, kecepatan angin, lama penyinaran, sifat fisik tanah dan data tanaman. Penelitian ini didahului dengan membangkitkan data curah hujan bulanan 10 tahun ke depan (2012-2022) dengan menggunakan model Thomas-Fiering. Data curah hujan bangkitan ini digunakan untuk membuat neraca air. Neraca air menggambarkan kondisi surplus dan defisit ketersediaan lengas tanah. Data analisis neraca air menunjukkan bahwa masa tanam tebu yang tepat adalah September- Agustus dan Oktober-September.