Panggih Basuki
Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika, FMIPA UGM, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Purwarupa Sistem Pemantau Getaran pada Bangunan Bertingkat Dua Menggunakan Sensor Akselerometer Indra Rakhmadi; Panggih Basuki
IJEIS (Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems) Vol 3, No 2 (2013): October
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.019 KB) | DOI: 10.22146/ijeis.3894

Abstract

AbstrakGetaran merupakan salah satu penyebab gempa bumi dimana terjadi pada kerak bumi sebagai gejala pengiring aktivitas tektonis maupun vulkanis dan terkadang runtuhan bagian bumi secara lokal. Bangunan sebagai sasaran utama bagi gempa bumi harus diperhatikan agar tahan terhadap gempa.Seiring berkembangnya teknologi, getaran pada suatu bangunan dapat dipantau untuk memberikan kemudahan dalam pengukuran data lapangan agar menjadi lebih efektif.Pada penelitian ini, dirancang dan diimplementasikan sebuah sistem yang dapat memantau getaran dan amplitudo terbesar pada struktur bangunan yang diakibatkan oleh getaran tersebut.Pembacaan terhadap getaran dilakukan dengan menggunakan dua sensor akselerometer yang ditempatkan pada lantai bangunan, kemudian data percepatan dianalisis dengan Fast Fourier Transform (FFT) untuk mendapatkan nilai amplitudo terbesar dalam domain frekuensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai amplitudo terbesar pada lantai 1 lebih kecil dibandingkan dengan nilai amplitudo terbesar pada lantai 2. Amplitudo terbesar pada lantai 1 adalah arah X = 0,817 cm, arah Y = 0,481 cm, dan arah Z = 1,628 cm. Amplitudo terbesar pada lantai 2 adalah arah X = 1,197 cm, arah Y = 0,681, dan arah Z = 1,961 cm. Kata kunci— Pemantauan getaran, bangunan bertingkat dua, sensor akselerometer, Fast Fourier Transform AbstractVibration is one of the causes of earthquakes which occurred in the earth's crust as a symptom of tectonic and volcanic activity accompanist and sometimes ruins the earth part locally. Building as the main target for earthquakes should be considered to be resistant to earthquakes. As the development of technology, a vibration in a building can be monitored to provide ease of field data measurements in order to become more effective.In this study, designed and implemented a system that can monitor the vibration and the largest amplitude of the structure caused by the vibration. Reading of the vibration sensor was done using two accelerometers placed on the floor of the building, then acceleration data were analyzed with Fast Fourier Transform (FFT) to obtain the largest amplitude value in frequency domain.The results showed that the largest amplitude values on the 1st floor is smaller than the value of the amplitude of the largest on the floor 2. Greatest amplitude on the 1st floor is the direction of X = 0,817 cm, the direction Y = 0,481 cm, and the direction of Z = 1,628 cm. Greatest amplitude on the 2nd floor is the direction of X = 1,197 cm, the direction Y = 0,681 and Z = 1,961 cm direction. Keywords— Vibration monitoring, two-floor building, accelerometer sensor, Fast Fourier Transform  
Sistem Rekayasa Balik Sinyal Elektrokardiogram (EKG) Dimas Agil Roeseno Kambuna; Panggih Basuki
IJEIS (Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems) Vol 4, No 2 (2014): October
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.817 KB) | DOI: 10.22146/ijeis.7116

Abstract

AbstrakTelah dibuat sebuah perangkat lunak sistem rekayasa balik sinyal Elektrokardiogram yang dapat melakukan visualisasi grafik sinyal EKG dan melakukan simulasi suara detak jantung berdasarkan data rekam jantung berformat CSV. Aplikasi ini memanfaatkan database dalam situs PhysioNet yang menyediakan data rekam EKG. Data yang terdiri atas deretan amplitudo dengan interval tertentu diproses oleh aplikasi sehingga dapat diplot menjadi grafik gelombang EKG dan diubah menjadi suara lub-dub detak jantung. Aplikasi melakukan penghitungan frekuensi gelombang EKG dalam periode waktu tertentu menggunakan penghitungan gelombang R.            Berdasarkan hasil uji terhadap 70 sampel data yang ada dalam Apnea-ECG Database, aplikasi ini dapat melakukan visualisasi grafik sinyal EKG sehingga memunculkan hasil diagnosis oleh tenaga medis berupa 34 sampel masuk dalam kategori gelombang normal, 21 gelombang dengan gangguan, dan 15 gelombang derau. Berdasarkan 55 sampel pengujian simulasi suara detak jantung, didapatkan hasil diagnosis 44 sampel merupakan irama detak jantung normal dan terdapat suara murmur yang menjadi indikasi awal kelainan pada jantung dalam 11 sampel lainnya.Kata kunci Elektrokardiogram, PhysioNet, CSV, jantungAbstractA reverse engineering system software of Electrocardiogram signal that can perform ECG signal graph visualization and perform heartbeat sound simulation based on CSV format ECG record has created. These application utilize a database from PhysioNet site that provides an ECG records. Data that consisting of amplitude rows with specific intervals has processed by the application so EKG waveform can be plotted and converted into lub-dub heartbeat sound. System will calculating ECG waveform frequencies within certain period using R wave calculation.            Based on test results of 70 samples on existing data in Apnea-ECG Database, this software can do ECG signal visualization that led to the medical diagnosis in the form of 34 samples in the category normal waves, 21 waves with interference, and 15 waves with noise. Based on 55 samples tests in heartbeat simulation, the diagnosis shows 44 samples is a normal heart rhythm sound and 11 other samples having murmur sound inside that indicating an heartbeat anomaly. Keywords Electrocardiogram, Physionet, CSV, heart