This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Mesin
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Eksperimental Tentang Pengaruh Perubahan Diameter Lubang Orifice Terhadap Karakteristik Boundary Layer Aliran Hilir Hariyo Priambudi Setyo Pratomo
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 4 No. 1 (2002): APRIL 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Goal of this experiment is knowing about influence of orifice's hole diameter variation to characteristics of down stream flow in circular ducting. The presence of orifice in channel system will cause any vortex at down stream region of flow, which was predicted could influence characteristics of flow in its moving to down stream direction. Vorticity which is contained by vortex will accumulate with flow vorticity, so that can influences produced boundary layer characteristics, involving boundary layer thickness and velocity profile. Influence of orifice's hole diameter variation to characteristics of down stream flow can be known by measuring static pressure and dynamic pressure along cross section to find out boundary layer thickness and velocity profile. The experiment results show that boundary layer develops faster at the smallest orifice's hole diameter, because vortex that happened at down stream region was the biggest. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan diameter lubang orifice terhadap karakteristik aliran down stream dalam penampang circular. Adanya orifice dalam sistem saluran akan menyebabkan terjadinya vortex pada down stream region aliran yang diduga sangat mempengaruhi karakteristik aliran dalam pergerakannya ke arah down stream. Vorticity yang dikandung oleh vortex akan berakumulasi dengan vorticity aliran sehingga mempengaruhi karakteristik boundary layer yang terbentuk; antara lain : ketebalan boundary layer dan velocity profile. Pengaruh perubahan diameter lubang orifice terhadap karakteristik aliran down stream dapat diketahui dengan mengukur tekanan statis dan tekanan dinamis sepanjang penampang untuk mengetahui ketebalan boundary layer dan velocity profile yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boundary layer berkembang semakin cepat pada diameter lubang orifice yang paling kecil, karena vortex yang terjadi pada down stream region paling besar. Kata kunci: vortex, down stream, vorticity, boundary layer, velocity profile.
Kalibrasi Single-Normal Hot-Wire Probe Sigmond Cohn Alloy 851 untuk Aliran Jet Terpulsasi Klaus Bremhorst; Hariyo Priambudi Setyo Pratomo
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 8 No. 1 (2006): APRIL 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Calibration of a Sigmond Cohn alloy 851 single normal hot-wire probe was performed with a stationary calibration method with a range of nozzle exit velocity from 2 up to 80 m/s. The calibration aims to determine the best calibration response equation associated with the accuracy of curve fit. The curve fit accuracy test shows that the extended power-law equation provides a better curve fit than the simple power-law equation. A look-up table method used can improve the accuracy of curve fit of the extended power-law equation from a ± 1.7 % into  0.03% accuracy. Uncertainty analysis of root mean square value meets criteria of 4% error. Abstract in Bahasa Indonesia : Kalibrasi single-normal hot-wire probe Sigmond Cohn alloy 851 dilakukan dengan metode kalibrasi stasioner pada rentang kecepatan exit nozzle 2 sampai 80 meter/detik. Kalibrasi ini bertujuan untuk menentukan persamaan respon kalibrasi yang paling baik yang dinyatakan dengan akurasi curve fit. Dari hasil pengujian akurasi curve fit%2C persamaan extended power-law memberikan curve fit yang lebih baik daripada curve fit yang dihasilkan oleh persamaan simple power-law. Metode look-up table yang digunakan dapat meningkatkan akurasi curve fit persamaan extended power-law dari ± 1.7 % menjadi  0.03%. Analisis ketidakpastian dari root mean square memenuhi kriteria 4% error. Single normal hot-wire probe%2C stationary calibration method%2C extended power-law equation%2C simple power-law equation%2C look-up table method.
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca Hariyo Priambudi Setyo Pratomo; Patrick H. Jonatan
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 19 No. 2 (2022): OCTOBER 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jtm.19.2.32-35

Abstract

Industri pembuatan kaca tersusun atas empat bagian primer, yaitu: kaca lembaran, kaca khusus, kaca fiber, dan kaca container. Pabrik X merupakan sebuah perusahaan besar penghasil kaca lembaran yang menggunakan biaya-biaya energi yang tinggi dalam keseluruhan bagian dari produksinya. Kaca lembaran ini digunakan di otomotif maupun gedung dan perumahan. Perbaikan efisiensi energi di dalam proses produksi merupakan suatu pendekatan penting dalam rangka untuk menurunkan biaya-biaya produksi, yang mana perbaikan efisiensi ini banyak digunakan untuk audit energi di industri. Dalam studi ini, audit energi difokuskan pada konsumsi energi pada motor listrik, pompa, dan kompresor yang digunakan untuk mendukung proses produksi dua produk kaca lembaran di pabrik X, yaitu FL dan GEFL. Konsumsi energi dalam proses produksi kedua kaca lembaran tersebut diukur melalui perhitungan Energy Efficiency Index (EEI), dengan tujuan untuk melihat proses produksi yang mana yang mengkonsumsi energi yang tinggi. Selain itu, audit energi juga dilakukan untuk mengukur efisiensi energi pada motor listrik, pompa, dan kompresor. Ditunjukkan bahwa beberapa proses produksi perlu menghemat konsumsi energi secara efektif dan jadwal pengoperasian pompa untuk beberapa proses produksi kaca lembaran perlu diperhatikanIndustri pembuatan kaca tersusun atas empat bagian primer, yaitu: kaca lembaran, kaca khusus, kaca fiber, dan kaca container. Pabrik X merupakan sebuah perusahaan besar penghasil kaca lembaran yang menggunakan biaya-biaya energi yang tinggi dalam keseluruhan bagian dari produksinya. Kaca lembaran ini digunakan di otomotif maupun gedung dan perumahan. Perbaikan efisiensi energi di dalam proses produksi merupakan suatu pendekatan penting dalam rangka untuk menurunkan biaya-biaya produksi, yang mana perbaikan efisiensi ini banyak digunakan untuk audit energi di industri. Dalam studi ini, audit energi difokuskan pada konsumsi energi pada motor listrik, pompa, dan kompresor yang digunakan untuk mendukung proses produksi dua produk kaca lembaran di pabrik X, yaitu FL dan GEFL. Konsumsi energi dalam proses produksi kedua kaca lembaran tersebut diukur melalui perhitungan Energy Efficiency Index (EEI), dengan tujuan untuk melihat proses produksi yang mana yang mengkonsumsi energi yang tinggi. Selain itu, audit energi juga dilakukan untuk mengukur efisiensi energi pada motor listrik, pompa, dan kompresor. Ditunjukkan bahwa beberapa proses produksi perlu menghemat konsumsi energi secara efektif dan jadwal pengoperasian pompa untuk beberapa proses produksi kaca lembaran perlu diperhatikan.