Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN MAKAN BALITA DAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN METESEH KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Tri Wiji Lestari; Lucia Endang Hartati YK; Budiyati -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.317 KB)

Abstract

Status gizi memiliki pengaruh yang sangat besar dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas di masa yang akan datang. Status gizi mempengaruhi kecerdasan anak, pembentukan kecerdasan pada usia dini tergantung pada asupan zat gizi yang diterima. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh praktik pemberian makan balita dan pengetahuan ibu terhadap status gizi balita di Kelurahan Mateseh Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Jenis penelitian kuantitatif dengan bentuk korelasional, metode digunakan crossectional. Populasi penelitian ini adalah balita di Kelurahan Mateseh sebanyak 82 balita. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 41 balita.Hasil penelitian menunjukkan praktek pemberian makan balita di Kelurahan Mateseh sebagian besar 53,7% tidak baik dan 46,3% tidak baik. Pengetahuan ibu balita 75,6% baik, 19,5% pengetahuan ibu sedang dan 4,9% pengetahuan ibu rendah. Status gizi balita 36,4% baik, 53,5% kurang, 12,1% buruk. Ada hubungan antara praktek pemberian makan balita dengan status gizi balita dengan nilai p sebesar 0,001. Tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita dengan nilai p sebesar 0,282. Perlunya penyuluhan gizi di posyandu-posyandu tentang pemberian menu seimbang untuk balita, pentingnya pendampingan kader pada ibu-ibu balita dalam praktik pemberian makan pada balita. Perlunya kerjasama dengan puskesmas dalam pengentasan gizi kurang dan gizi buruk dengan pemberian makanan tambahan pada balita di posyandu, leaflet dan media untuk pendidikan kesehatan tentang gizi balita,Kata kunci: Pemberian makan, pengetahuan ibu dan status gizi balita
EFEKTIVITAS SENAM KAKI DIABETIK DENGAN FREKUENSI YANG BERBEDA TERHADAP VASKULARISASI EKSTREMITAS BAWAH PADA KLIEN DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH PUSKESMAS SRONDOL Syamsul Arif; Tri Wiji Lestari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.745 KB)

Abstract

Diabetes mellitus merupakan sejumlah gangguan yang memiliki ciri – ciri meningkatnya kadar glukosa dalam darah (Maulana, 2009). Salah satu komplikasi yang menimbulkan permasalahan yang besar adalah terjadinya gangguan vaskularisasi ekstremitas bawah. Untuk menghindari komplikasi tersebut, maka perlu adanya upaya-upaya pencegahan salah satunya dengan melatih senam kaki diabetik. Tujuannya adalah untuk mengetahui Efektivitas Senam Kaki Diabetik Dengan Frekuensi Yang Berbeda Terhadap Vaskularisasi Ekstremitas Bawah Pada Klien Dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Srondol. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experiment dengan rancangan pre and post test control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing 10 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil uji dependen t-test kelompok 1 diperoleh nilai signifikan p = 0,053 artinya tidak terdapat perbedaan nilai ABI. Sedangkan pada kelompok 2 & 3 dengan nilai signifikan 0,001 & 0,000. Hasil uji one-way ANOVA dan uji Post Hoc menunjukkan nilai p = 0,000. Dengan perbedaan nilai ABI pada kelompok 1 & 3 sebesar 0,000 diikuti kelompok 2 dan 3 sebesar 0,002. Disarankan agar frekuensi senam kaki diabetik selama 3 kali dalam seminggu menjadi pertimbangan untuk meningkatkan vaskularisasi ekstremitas bawah.
Factors Associated with Bullying Behavior among Adolescents in a Junior High School Lia Dwi Jayanti; Rahma Wulan Safitri; Tri Wiji Lestari
International Journal of Health and Medicine Vol. 3 No. 1 (2026): January : International Journal of Health and Medicine
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhm.v3i1.608

Abstract

Bullying is a form of aggressive behavior commonly experienced by adolescents and has significant impacts on both physical and mental health. Schools, as primary social environments for teenagers, often become settings where bullying occurs. Several factors contribute to this behavior, particularly peer influence, family roles, and social media use. This study aimed to analyze factors related to bullying behavior among adolescents in a junior high school, including respondent characteristics, peer influence, family roles, and social media usage, as well as their relationships with bullying behavior. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design involving 71 eighth-grade students as respondents. Data were collected using structured questionnaires and analyzed with the Chi-Square test. The results showed significant relationships between peer factors (p=0.003), family roles (p<0.001), and social media use (p=0.001) with bullying behavior. A large proportion of respondents reported high social media usage (45.1%) and low family involvement (45.1%), while more than half (53.5%) were categorized as being at risk of engaging in bullying behavior. These findings indicate that adolescents are strongly influenced by their social environment, both offline and online. Negative peer interactions and limited family supervision can increase the likelihood of bullying behavior. In conclusion, peer factors, family roles, and social media use are significantly associated with bullying among adolescents. Therefore, collaboration between families, schools, and communities is essential through psychosocial assessments, increased family involvement, and character education programs to prevent and reduce bullying behavior.