Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Social And Economics Research

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN 2022-2024 BERDASARKAN KONSEP VALUE FOR MONEY Maharani Nur Ma'virroh; Lutfi Nurcholis
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1099

Abstract

Value for Money (VfM) merupakan konsep yang menekankan pentingnya pengelolaan keuangan publik secara ekonomis, efisien, dan efektif untuk mencapai hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2022–2024 berdasarkan konsep Value for Money. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah selama periode 2022-2024 tergolong ekonomis dengan tingkat realisasi anggaran di atas 95 persen setiap tahunnya. Tingkat efisiensi menunjukkan variasi antartahun akibat perbedaan pelaksanaan kegiatan dan alokasi sumber daya, sementara dari sisi efektivitas, sebagian besar indikator kinerja melampaui target yang telah ditetapkan. Secara keseluruhan, kinerja keuangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah telah mencerminkan penerapan prinsip Value for Money, meskipun masih diperlukan peningkatan pada aspek efisiensi antarprogram guna memperkuat akuntabilitas dan kualitas pengelolaan keuangan daerah.
PENGARUH PENATAUSAHAAN BARANG MILIK DAERAH DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH Selia Meilina; Lutfi Nurcholis
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penatausahaan Barang Milik Daerah (BMD) dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, baik secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menduduki jabatan pengurus barang, penyusun laporan keuangan, dan asesor SPIP di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dengan sampel sebanyak 126 responden yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penatausahaan Barang Milik Daerah berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan dengan nilai signifikansi 0,003 dan nilai t hitung 3,025 > t tabel 1,979; (2) Sistem Pengendalian Intern Pemerintah berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan dengan nilai signifikansi 0,000 dan t hitung 5,468 > t tabel 1,979; serta (3) Secara simultan, kedua variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan dengan nilai F hitung 80,974 > F tabel 3,92 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,568 menunjukkan bahwa 56,8% variasi Kualitas Laporan Keuangan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik penatausahaan aset daerah dan semakin efektif penerapan sistem pengendalian intern, maka semakin tinggi pula kualitas laporan keuangan yang dihasilkan pemerintah daerah. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola keuangan publik berbasis prinsip transparansi dan akuntabilitas. Adapun keterbatasan penelitian ini terletak pada terbatasnya penggunaan variabel independen dan teknik pengumpulan data melalui self-assessment yang berpotensi menimbulkan bias subjektivitas.