Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Master Bahasa

Analisis Struktur Melengkan Rini Afriani
Master Bahasa Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.305 KB) | DOI: 10.24173/mb.v6i1.11197

Abstract

Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah struktur dan bahasa melengkan. Sumber data penelitian ini adalah melengkan yang terdapat dalam buku (1) Syari’at dan Adat Istiadat Gayo karya Mahmud Ibrahim, (2) Pesona Tanoh Gayo A.R. Hakim Aman Pinan, dan (3) teks yang di peroleh dari hasil rekaman melengkan. Data dalam penelitian ini meliputi, (1) munginte (meminang), (2) mujule emas (mengantar permintaan), (3) mangan murum (makan bersama), (4) begenap sudere (musyawarah keluarga), (5) beguru (belajar), (6) penyerahan rempele (penyerahan mempelai). Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan beberapa teknik, yakni (1) teknik rekamcatat, dan (2) teknik kaji dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) struktur melengkan terdiri atas pembukaan yang berisi pujian terhadap kebesaran Tuhan, shalawat kepada Nabi Besar Muhammad saw, permintaan maaf, penghormatan kepada langit dan bumi, penghormatan kepada tuan rumah, kearifan lokal, nilai religius dan penghormatan terhadap empat pemerintahan di Gayo (Sarak Opat). Pada bagian isi menggambarkan kearifan-kearifan lokal, harapan, musyawarah, flsafat adat, nilai-nilai religius, amanat, dan penyerahan. Pada bagian penutup berisikan permintaan maaf kepada tuan rumah, memohon keberkahan acara kepadaTuhan, dan penegasan. 2) Bahasa melengkan terdiri atas diksi dan gaya bahasa. Diksi yang digunakan dalam melengkan yakni kata abstrak dan kata konkret, kata umum dan kata khusus, idiom, dan ungkapan tradisional yang terdiri dari peribahasa, tamsil, dan pemeo. Gaya bahasa dalam melengkan terdiri dari gaya bahasa perbandingan yakni metafora, simile, metonimia, sinekdok, dan simbolik, gaya bahasa pertentangan terdiri atas antitesis dan litotes, serta gaya bahasa penegasan yang terdiri atas klimaks, antiklimaks, retoris, dan pararelisme.