Sardiman AM.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB GURU DILIHAT DARI KODE ETIKNYA Sardiman AM.
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1983,TH.III
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v2i2.7548

Abstract

Di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN)/ tahun 1978 antar lain dijelaskan bahwa Pendidikan Nasional berdasarkan atas Pancasila dan bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat keptibadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbukan manusia-manusia pembangunan yang mampu membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa.Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Pendidikan juga menjangkay program-program luar sekolah, yaitu pendidikan yang bersifat kemasyarakatan, termasuk kepramukaan, latihan-latihan keterampilan dan pemberantasan buta huruf dengan mendayagunakan sarana dan prasarana yang ada.Sehubungan dengan itu maka untuk mencapai suatu realisasi dari tujuan pendidikan nasional, memerlukan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk partisipasi guru sebagai warga negara dan warga masyarakat. Apalagi guru dikenal sebagai tenaga profesional kependidikan, sudah barang tentu memiliki posisi yang cukup strategis dan tanggung jawab yang sangat besar dalam menangani berhasil atau tidaknya program pendidikan dan pembangunan bangsa. Sehingga dikatakan sdikit secara ideal, baik atau buruknya suatu bangsan di masa mendatang banyak terletak di tangan guru.
KETERLIBATAN MINAT BACA MAHASISWA DALAM MENUNJANG SISTEM KREDIT : SEBUAH MASALAH Sardiman AM.
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.398 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7458

Abstract

Perkembangan science dan teknologi yang begitu cepat dewasa ini telah mengakibatkan berbagai perubahan di setiap sektor kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Justru pada pendidikan inilah yang sering kali mengalami perubahan-perubahan baik yang hanya sekedar tambal sulam maupun perubahan secara struktural. Perubahan, penyempurnaan dan pembaharuan dalam penyelenggaraan pendidikan itu sebagai suatu yang wajar. Karena memang menangani bidang pendidikan berarti mengurus manusia yang dalam dirinya terkandung berbagai kompleksitas komponen yang dinamis, tidak statis. Mendidik adalah usaha kemanusiaan yang notabenenya akan menggarap berbagai persoalan mengenai sikap tingkah laku yang begitu uniek dan kompleks.Dikaitkan dengan kegiatan pembangunan manusia seutuhnya maka bidang pendidikan yang tidak pernah mandeg itu memiliki posisi sangat strategis. Tetapi sebagai konsekuensinya, hal itu merupakan tantangan yang cukup berat bagi setiap warga Negara terutama yang secara langsung menangani bidang pendidikan ini. Diamanatkan oleh Pembukaan UUD 1945, bahwa kita harus mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian ditunjukkan oleh GBHN bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang mampu membangun dirinya sendiri dan bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.Untuk mencapai cita-cita tersebut bukan sesuatu yang ringan tetapi merupakan tanggung jawab yang sangat besar. Apalagi ditambah dengan timbulnya tantangan akibat dari dmnpak kemajuan teknologi yang amat pesat ini. Manusia harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan (dalam arti penyesuaian seeara aktif, tidak saja pasrah) dan mampu melanjutkan tugas pembangunan. Sehubungan dengan itu maka manusia, apalagi generasi muda dan mahasiswa senantiasa harus terus belajar.