Sutama Sutama
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Matematika untuk Penyelesaian Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Siswa Sekolah Dasar Sofia Nur Kartika; Sutama Sutama; Yulia Maftuhah Hidayati; Fitri Puji Rahmawati; Minsih Minsih
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 11, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v11i1.20022

Abstract

PPembelajaran matematika di sekolah dasar diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills / HOTS), namun pada kenyataannya siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal yang menuntut kemampuan analisis, evaluasi, dan penarikan kesimpulan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika masih belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal matematika bertipe HOTS pada siswa kelas IV MI Muhammadiyah Trangsan Gatak. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory, yaitu diawali dengan pendekatan kuantitatif kemudian dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif untuk memperjelas hasil penelitian. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa kelas IV yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes uraian berbasis HOTS sebanyak 6 soal, observasi, dan wawancara. Indikator kemampuan berpikir kritis yang digunakan meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menghitung skor dan persentase ketercapaian setiap indikator, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah, dengan persentase indikator interpretasi sebesar 54% (cukup), analisis 36% (rendah), evaluasi 27% (rendah), dan inferensi 45% (cukup). Hasil ini menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal berbasis HOTS, sehingga diperlukan pembiasaan pemberian soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.