Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA KELAS XI IIS 1 SMA MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA MELALUI PEMBELAJARAN SEA (STARTER EXPERIMENT APPROACH) Sri Lestari
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 19, No 2: November 2015
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v19i2.9662

Abstract

Salah satu kekhasan Kurikulum 2013 adalah penggunaan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran dan adanya peminatan dalam pemilihan jurusan.Pembelajaran SEA (Starter Experiment Approach)mengedepankan pengalamanpersonal melalui observasi, asosiasi, bertanya, mengkomunikasikan danpembelajaran berpusat pada peserta didik. Dengan pembelajaran SEA, guru dapat memunculkan kemampuan dasar fisika yang dimiliki siswa yakni metodologi, konseptualisasi, pemahaman konsep, aplikasi konsep, tatanilai, dan dimensi sosial melalui pengamatan langsung maupun tidak langsung. Kemampuan berpikir dan mengamati siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah fisika setelah mengimplementasikan pembelajaran SEA. Penelitian ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI Ilmu-Ilmu Sosial (IIS 1) yang berjumlah 25 orang pada semester I tahun ajaran 2015/2016. Penetapan subjek penelitian ini didasarkan pada karakteristik siswa yang cenderung mempunyai gaya belajar diverger (perasaan dan pengamatan). Data dikumpulkan dengan tes kemampuan memecahkan masalah, dan lembar observasi aktivitas siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisisdeskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I sampai pada siklus II pembelajaran menggunakan SEA dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah fisika. Hasil kemampuan menyelesaikan soal mengalami peningkatan yang signifikan, pada siklus I adalah 54,44 % atau 14 orang yang dinyatakan lulus atau tuntas dengan rata-rata nilai kelas 60,70, pada siklus II adalah 78,89 % atau 20 orang yang dinyatakan lulus atau tuntas dengan rata-rata nilai kelas 76,10 sehingga standar keberhasilan kelas telah terpenuhi pada akhir siklus kedua. Hasil analisis dapat dijelaskan bahwa pembelajaran melalui SEA dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah fisika
PEMBELAJARAN FISIKA DI KELAS XI IPS 1 SMA MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA DENGAN INKURI TERBIMBING Sri Lestari
Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Muhamadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47736/tajdidukasi.v7i2.99

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil penelitian tentang peningkatan kemampuan pemecahan masalah fisika setelah mengimplementasikan pembelajaran inkuri terbimbing.Penelitian ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus dengan subjek penelitian siswa kelas XI IPS 1 yang berjumlah 29 orang pada semester I tahun ajaran 2016/2017. Data dikumpulkan dengan tes kemampuan memecahkan masalah, dan lembar observasi aktifitas siswa.Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I sampai pada siklus II pembelajaran menggunakan inkuri terbimbingdapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah fisika. Hasil kemampuan menyelesaikan soal mengalami peningkatan yang signifikan, pada siklus I adalah 41,38% atau12 siswa yang dinyatakan lulus atau tuntas dengan ratarata nilai kelas 64,45, pada siklus II adalah 76% atau 22 orang yang dinyatakan lulus atau tuntas dengan rata-rata nilai kelas 75,52, sehingga standar keberhasilan kelas telah terpenuhi pada akhir siklus kedua. Hasil analisis dapat dijelaskan bahwa pembelajaran melalui inkuri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah fisika.Kata kunci: Pembelajaran inkuri terbimbing, kemampuan memecahkan masalah