Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI-NILAI NASIONALISME DALAM SERAT TRIPAMA KARYA MANGKUNEGARA IV SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER Sigit Nugroho
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v24i1.27022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai nasionalisme yang terkandung di dalam Serat Tripama. Sumber data yang dipakai sebagai bahan penelitian adalah naskah Serat Tripama karya KGPAA Mangkunegara IV koleksi Musium Sana Budaya kode P28 Kempalan Serat Warni-Warni, SK 20 397. Naskah menggunakan bahasa Jawa disajikan dalam bentuk tembang macapat dhandhanggula berjumlah tujuh bait beraksara Jawa carik Rol 111 no.2. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Transliterasi teks dilakukan untuk mengkaji, mengetahui, dan menjabarkan isi teks. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode baca catat. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Triangulasi sumber digunakan untuk validasi data, sedangkan reliabilitas menggunakan intrarater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Serat Tripama memuat nilai-nilai nasionalisme yang masih relevan diterapkan pada masa sekarang terutama sebagai sarana pendidikan karakter. Nilai-nilai nasionalisme dalam Serat Tripama tercermin melalui tiga tokoh pewayangan; Patih Suwanda, Raden Kumbakarna, dan Adipati Karna.Adapun nilai-nilai nasionalisme yang dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan karakter di dalam Serat Tripama adalah cinta tanah air, semangat kebangsaan dan menghargai perbedaan.NATIONALISM VALUES IN “SERAT TRIPAMA”, BY MANGKUNEGARA IV, AS A MEANS OF CHARACTER EDUCATIONThis study attempts to uncover the nationalism values contained in Serat Tripama. The manuscript of “Serat Tripama” by KGPAA Mangkunegara IV was the main data source and it was a collection of Sana Budaya Museum, coded P28 Kempalan Warna-warni, SK 20 397. This manuscript was written in Javanese  in the form of Macapat songs (Dhandhanggula) with a total of 7 stanzas, using Javanese Carik alphabets Rol 111 number 2.  A qualitative method was employed in this study. The transliteration of the text was carried out to examine, identify, and describe the contents of the manuscript. The data were collected using the note-taking method which were then analysed using descriptive analysis technique. Triangulation of sources was used for data validation, while intrarater was carried out to ensure the reliability of the data. The results presented that “Serat Tripama” contained a number of nationalism values which are still relevant and can be applied in today’s circumstances, especially as a means of character education. The values which comprise love towards motherland, spirit of nationalism, and respect for differences were reflected through the three puppet figures: Patih Suwanda, Raden Kumbakarna, and Adipati Karna which can be used as a means of character education.
BUDI PEKERTI MENJALIN PERSAHABATAN MELALUI UCAPAN DALAM SERAT SANASUNU KARYA R.Ng. YASADIPURA II Sigit Nugroho
Jurnal Ilmiah WUNY Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jwuny.v4i1.34244

Abstract

AbstrakSerat Sana Sunu adalah karya sastra Jawa yang ditulis oleh  R. Ng. Yasadipura II berisi ajaran-ajaran luhur untuk menjadi manusia yang utama.  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai budi pekerti menjalin persahabatan melalui ucapan yang terkandung di dalam serat Sana Sunu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data naskah Serat Sana Sunu. Teknik pengumpulan data dengan baca catat.  Data yang didapat adalah data kualitatif berupa  teks Serat Sana Sunu karya R.Ng. Yasadipura II khususnya teks yang berkenaan dengan ajaran-ajaran menjalin persahabatan. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri (human instrument). Keabsahan data menggunakan teknik pembacaan yang berulang-ulang dan triangulasi. Adapun  analisis data menggunakan cara kualitatif. Hasil penelitian terhadap serat Sana Sunu menunjukkan bahwa di dalam menjalin persahabatan melalui ucapan diperlukan prinsip-prinsip yang harus diterapkan. Prinsip-prinsip tersebut adalah:  dapat menjaga rahasia, tidak sombong, menjauhi kefasikan, bicara penuh kebijaksanaan, tidak suka berdusta, dan tidak suka mencela.