Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN SEKS TERHADAP WANITA MENURUT TRADISI JAWA DI PEDESAAN Farida Hanum
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 12, No 2: Oktober 2007
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.657 KB) | DOI: 10.21831/hum.v12i2.5009

Abstract

Problem of sex in Javanese society seems to be taboo to talk, especially between parents to children. This research views the depiction and digs information about sex education in Javanese family in villages in DIY. The informants of this research are parents who have young adult children (male and female) in villages I Sleman, Bantul, Gunungkidul, and Kulon Progo. Information is gained through in-depth interview with the infor­mants. Triangulation is used to keep the data valid. The research result shows that parents think that sex education is needed. Most of them think that sex education is best given by teachers in school, especially teachers of religions. Some think that children will understand by themselves automatically as they grow, perhaps from their friends or neighbors
KEPEMIMPINAN KOMUNITAS KALI CODE DALAM MENGGERAKKAN MODAL SOSIAL Farida Hanum
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 16, No 1: April 2011
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.999 KB) | DOI: 10.21831/hum.v16i1.3413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi dan data mengenai kepemimpinan komunitas Kali Code pasca Romo Mangun dalam menggerakkan modal sosial, untuk keberlanjutan pembangunan pemukiman Kali Code Ledok Gondolayu Yogyakarta. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah para mantan pimpinan komunitas pasca Romo Mangun termasuk bapak RT yang bertugas saat ini. Untuk keabsahan data dipakai teknik trianggulasi sumber, yaitu meng­-crossceck­ data yang diperoleh dari para informan kepada pihak lain dalam hal ini anggota masyarakat dan tokoh masyarakat yang menjadi anggota komunitas Kali Code. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan komunitas Kali Code, semuanya melanjutkan cara dan gaya kepemimpinan yang telah dilaksanakan oleh Romo Mangun, yaitu menanamkan rasa kebersamaan dan kemandirian warga untuk kepentingan bersama. Peran pemimpin dalam menggerakkan modal sosial sangat besar. Pemimpin berdiri di depan memberi keteladanan dan ikut langsung memimpin dan mengarahkan aktivitas. Para pemimpin ini memiliki sikap tegas, namun dalam menggerakkan warga, pemimpin umumnya bersikap persuasif dan mampu menjelaskan manfaat usaha mereka untuk kebaikan bersama. Tipe kepemimpinan mereka kharismatik, yang bersumber dari kepribadian mereka yang sangat dihormati oleh para warga. Sehingga warga rela mengikuti semua yang diarahkan para pimpinan tersebut, dengan demikian modal sosial warga mudah untuk digerakkan