Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERDAGANGAN OPIUM DI KERESIDENAN MADIUN TAHUN 1830-1925 Muhammad Kemal
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.359 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i2.45208

Abstract

Pasca berakhirnya Perang Jawa di tahun 1830, Pemerintah Hindia Belanda mengambil alih wilayah Keresidenan Madiun dan mulai memperdagangkan opium dengan sistem Opiumpacht. Pada tahun 1901 sistem Opiumpacht dihapuskan, digantikan dengan sistem Opiumregie. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi umum wilayah Keresidenan Madiun, dimulainya praktik perdagangan opium melalui sistem Opiumpacht dan perdagangan opium melalui system Opiumregie dalam rentang tahun 1830-1925. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reformasi birokrasi dan diterapkannya Sistem Tanam Paksa di wilayah Keresidenan Madiun telah mendorong peningkatan perekonomian masyarakat. Pemberlakuan sistem Opiumpacht di Keresidenan Madiun pada tahun 1830 mendatangkan keuntungan yang besar untuk para bandar Cina pemegang hak monopoli opium dari pemerintah Hindia Belanda. Merebaknya opium gelap serta tingginya tingkat kecanduan masyarakat membuat sistem Opiumpacht dihapuskan di akhir abad ke-19. Sistem Opiumregie mulai diterapkan dan dikendalikan penuh oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1901. Keuntungan perdagangan opium di bawah sistem Opiumregie mengalami pasang surut. Kemerosotan terjadi karena adanya pembatasan konsumsi opium oleh pihak ototritas serta merebaknya wabah Pes di tahun 1911 yang menurunkan daya beli masyarakat untuk mengonsumsi opium.Kata Kunci: Keresidenan Madiun, Opiumpacht, Opiumregie, Perdagangan opium.
Strategi Pengembangan Usaha Cafetaria Menggunakan Analisis SWOT Muhammad Kemal; Badri, Markoni; Herawati, Yusleli; Junianto, Mahmud
Strategi : Jurnal Manajemen Vol 15 No 1 (2025): Strategi : Jurnal Manajemen - Publish April
Publisher : Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/strategi.v15i1.1172

Abstract

Abstract :This study aims to analyze the business development strategy of Cafetaria Koperasi Wanita Keluarga Pusri (KWKP) using the SWOT method. The analysis involves identifying the strengths, weaknesses, opportunities, and threats faced by Cafetaria KWKP. The results indicate that an appropriate development strategy includes improving product quality, diversifying the menu, and utilizing technology for operational efficiency and marketing. The main strengths of Cafetaria KWKP are high product quality and a good reputation among loyal customers. Weaknesses that need to be addressed include short product shelf life and the need for improved packaging. Opportunities that can be leveraged include consumer trends towards health and nutrition, as well as the use of new technologies in production and marketing. Threats to be aware of include fluctuations in raw material prices and competition from similar businesses. With the right strategy, Cafetaria KWKP can enhance its competitiveness and attract more customers. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha Cafetaria Koperasi Wanita Keluarga Pusri (KWKP) dengan menggunakan metode SWOT. Analisis ini melibatkan identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh Cafetaria KWKP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang tepat meliputi peningkatan kualitas produk, diversifikasi menu, dan pemanfaatan teknologi untuk efisiensi operasional dan pemasaran. Kekuatan utama Cafetaria KWKP adalah kualitas produk yang tinggi dan reputasi yang baik di kalangan pelanggan. Kelemahan yang perlu diatasi termasuk umur simpan produk yang pendek dan kebutuhan pengembangan kemasan. Peluang yang dapat dimanfaatkan meliputi tren konsumen yang lebih memperhatikan kesehatan dan nutrisi serta penggunaan teknologi baru dalam produksi dan pemasaran. Ancaman yang perlu diwaspadai termasuk fluktuasi harga bahan baku dan persaingan dari usaha sejenis. Dengan strategi yang tepat, Cafetaria KWKP dapat meningkatkan daya saing dan menarik lebih banyak pelanggan.
PENERAPAN FILSAFAT PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI INDONESIA Rusani Jaelani; Raditya Hauzan; Muhammad Kemal; Bunga Diva Putri Wijaya; Hani Nurul Faridah; Najma Layalia Azzahra
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v10i2.7748

Abstract

Kecerdasan Buatan (AI) adalah bidang multidisiplin yang berfokus pada otomatisasi aktivitas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. AI telah menyebar luas dan semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari kita. Contoh penerapan positif AI meliputi kemampuan dalam menyelesaikan tugas-tugas repetitif dan menghabiskan waktu, serta aplikasinya di sektor pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Namun, AI juga berpotensi untuk disalahgunakan, seperti penggunaan deepfake untuk pornografi dengan menempelkan wajah seseorang ke video atau gambar orang lain, serta penggunaan swap face untuk penipuan identitas. Oleh karena itu, penerapan AI harus didasari dengan landasan moral yang kuat. Jurnal ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana filsafat Pancasila dapat menjadi landasan untuk menciptakan budaya AI yang berdaya guna dan sesuai dengan nilai-nilai nasional.