This Author published in this journals
All Journal ISTORIA
Masyrullahushomad Masyrullahushomad
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENGOKOHKAN PERSATUAN BANGSA PASCA KONFLIK BERNUANSA AGAMA DI AMBON DAN POSO Masyrullahushomad Masyrullahushomad
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 15, No 1 (2019): ISTORIA Edisi Maret 2019, Vol. 15, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.534 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v15i1.24378

Abstract

ABSTRAKIndonesia adalah negara yang plural, pluralisme di Indonesia tercermin dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan simbol pengikat persatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, budaya, bahasa, dan agama yang berbeda-beda. Bhinneka Tunggal Ika juga berarti pengakuan terhadap kenyataan sosial historis bahwa rakyat Indonesia telah sejak lama berinteraksi secara rukun dan harmonis. Namun, sangat disayangkan pasca runtuhnya Orde Baru terjadi serangkaian konflik SARA di beberapa daerah. Kota Ambon dan Poso menjadi saksi bahwa kepentingan politik, sosial, ekonomi, dan agama akhirnya mencoreng potret kerukunan dan keharmonisan yang telah terbangun sejak lama. Maka pengokohan nilai-nilai keindonesiaan dan nasionalisme menjadi sangat penting untuk kembali dikuatkan. Sehingga kejadian-kejadian konflik yang pernah terjadi di masa lalu tidak terulang kembali pada masa-masa selanjutnya.Kata Kunci: Kemajemukan, Konflik, dan Persatuan. ABSTRACTIndonesia is a plural country, pluralism in Indonesia is reflected in the motto of Unity in Diversity. The motto of Unity in Diversity is a symbol of the binding of the unity of the Indonesian nation which consists of diverse ethnicities, cultures, languages and religions. Bhineka Tunggal Ika also means recognition of the historical social reality that the Indonesian people have long interacted harmoniously and harmoniously. However, it is very unfortunate that after the collapse of the New Order a series of SARA conflicts occurred in several regions. The cities of Ambon and Poso bear witness that political, social, economic and religious interests have finally tarnished the image of harmony and harmony that has been built for a long time. So strengthening the values of Indonesianness and nationalism becomes very important to be strengthened again. So that the events of conflict that have occurred in the past did not happen again in later periods. Keywords: Diversity, Conflict, and Unity.