Henricus Priyosulistyo, Henricus
Departemen Teknik Sipil Dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 565223

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Dimensi dan Bentuk Lamina Zig-zag pada Kekuatan Geser dan Lentur Balok Laminasi-Vertikal Bambu Petung Mujiman, Mujiman; Priyosulistyo, Henricus; Sulistyo, Djoko; Prayitno, TA.
Jurnal Teknik Sipil Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.129 KB) | DOI: 10.5614/jts.2015.22.2.3

Abstract

Abstrak. Kekuatan bambu semakin besar dari bagian dalam ke bagian luar. Kekuatan bambu dapat dimanfaatkan secara optimal dengan cara membuat balok bambu laminasi menggunakan lamina zig-zag. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan geser dan lentur balok bambu laminasi menggunakan lamina zig-zag dibandingkan dengan lamina persegi. Dimensi balok uji geser dan lentur beturut-turut 63/100-900 mm dan 63/100-2250 mm, panjang bentang pengujian 750 mm dan 2100 mm. Pengujian dilakukan diatas dua tumpuan sederhana sendi dan roll dengan dua beban terpusat masing-masing ditempatkan pada 1/3 panjang bentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok bambu laminasi yang dibuat menggunakan lamina zig-zag (Z7BL; Z9BL; Z7BG; Z9BG) lebih kuat, kaku dan daktil dibandingkan dengan menggunakan lamina persegi (P7BL; P9BL; P7BG; P9BG). Demikian juga balok bambu laminasi yang dibuat menggunakan lamina tebal 7 mm (Z7BL; Z7BG; P7BL; P7BG) lebih kuat, kaku dan daktil dibandingkan dengan menggunakan lamina tebal 9 mm (Z9BL; Z9BG; P9BL; P9BG). Kekuatan lentur balok uji P7BL, P9BL, Z7BL, Z9BL berturut-turut 41,36; 46,14; 48,04; 36,66 N/mm2. Kekakuannya berturutturut 297,86; 273,58; 292,11; 242,82 N/mm dan daktilitasnya berturut-turut 4,97; 4,48; 4,20; 5,08. Kekuatan geser balok uji P7BG, P9BG, Z7BG, Z9BG berturut-turut 3,47; 3,27; 3,92; 3,68 N/mm2, dan kekakuannya berturut-turut 1924,20; 1659,45; 2252,02; 1838,18 N/mm. Abstract. The strength of bamboo increases from the inside to the outer layer. Such strength can be utilized optimally by making laminated bamboo beams in zig-zag lamina. The objective of this reserach is to compare the shear and flexural strength of laminated bamboo beam with zig-zag bamboo beam and rectangular lamina. The dimensions of the shear and flexural beam of specimen were 63/100-900 mm and 63/100-2250 mm, respectively, with length of span of 750 mm and 2100 mm, respectively. The tests were carried out for two simple joint center, as well as for roll with two centered load. Each was positioned on the 1/3 of the length of span. Results indicated that the zig-zag limina for laminated bamboo beam (Z7BL; Z9BL; Z7BG; Z9BG) was stronger, more stiff and more ductile than rectangular shape lamina (P7BL; P9BL; P7BG; P9BG). Also, bamboo beam with lamina thickness of 7 mm (Z7BL; Z7BG; P7BL; P7BG) was stonger, more stiff and more ductile than bamboo beam with lamina thickness of 9 mm (Z9BL; Z9BG; P9BL; P9BG). The flexural strength of specimen beam P7BL, P9BL, Z7BL, Z9BL was 41,36; 46,14; 48,04; 36,66 N/mm2, respectively. The stiffnes was 297,86; 273,58; 292,11; 242,82 N/mm, with ductility of 4,97; 4,48; 4,20; 5,08, respetively. The shear strength of the specimen P7BG, P9BG, Z7BG and Z9BG was 3,47; 3,27; 3,92; 3,68 N/mm2, with stiffness of 1924,20; 1659,45; 2252,02; 1838,18 N/mm, respectively.
Analisis Biaya Hidup Aset pada Infrastruktur Pengangkatan Air Baku di Daerah Karst (Hal. 20-27) Arifin, Muhammad Luqman Nur Rouf; Fathani, Teuku Faisal; Priyosulistyo, Henricus
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.463 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.20

Abstract

ABSTRAKKawasan karst Gunungsewu yang terbentang dari Kabupaten Gunung Kidul, Wonogiri hingga Pacitan memiliki banyak lembah kering dan mengalami kelangkaan air permukaan. Kekeringan melanda saat musim kemarau datang, sedangkan pada saat musim penghujan, umumnya air ditampung di penampungan air hujan (PAH) sederhana. Adanya program Pengangkatan Air Tenaga Surya (PATS) di beberapa lokasi di Kawasan karst Gunungsewu telah berhasil membantu warga dalam mengurangi masalah kekeringan. Penelitian ini menganalisis biaya hidup aset infrastruktur pengangkatan air baku menggunakan energi terbarukan (PATS) dan Pengangkatan Air Tenaga Diesel (PATD) di daerah karst. Lokasi yang dipilih adalah di Dusun Banyumeneng, Kabupaten Gunung Kidul yang mulai beroperasi tahun 2016. Analisis biaya hidup aset meliputi biaya awal, biaya perawatan dan perbaikan, biaya penggantian komponen dan biaya penghapusan. Hasil analisis nilai kini aset menunjukkan bahwa nilai pada akhir umur layan PATS Banyumeneng sebesar (+)Rp66.240.298,00 untuk penggunaan energi surya, dan (-)Rp30.997.539,00 untuk penggunaan energi diesel. Nilai positif pada hasil analisis biaya hidup aset PATS menunjukkan bahwa infrastruktur PATS Banyumeneng menguntungkan secara ekonomi untuk dibangun dan beroperasi menggunakan tenaga surya.Kata kunci: biaya hidup aset, pengangkatan air tenaga surya, pengangkatan air tenaga diesel, nilai kini asset, karst Gunungsewu ABSTRACTThe Gunungsewu karst area which stretches from Gunung Kidul Regency, Wonogiri to Pacitan has many dry valleys and experiences a scarcity of surface water. Drought occurs when the dry season comes, while during the rainy season, water is generally stored in simple rainwater storage (PAH). The existence of a Solar Water Pumping System (PATS) in several locations in the Gunungsewu karst area has succeeded in helping residents in reducing drought problems. This study analyzes the life cycle cost of water supply infrastructure using renewable energy technology (PATS) and diesel technology (PATD) in the karst area. The chosen location was in Banyumeneng Hamlet, Gunung Kidul Regency which began operations in 2016. Analysis of life cycle cost includes initial costs, maintenance and repair costs, replacement costs and salvage value. Present value of assets show that the value at the end of the service life of PATS Banyumeneng is (+)Rp66,240,298.00 for the use of solar energy, and (-)Rp 30,997,539.00 for the use of diesel energy. The positive value on the results of the PATS life cycle cost analysis shows that the PATS Banyumeneng infrastructure is economically profitable to build and operate.Keywords: life cycle cost, solar water pumping system, diesel powered water pumping system, present value of asset, Gunungsewu karst area
Evaluasi dan Retrofit Struktur Gedung Beton Bertulang Akibat Kebakaran Nurul Hidayati; Henricus Priyosulistyo; Andreas Triwiyono
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 17, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v17i1.35888

Abstract

ABSTRACT Several studies have been carried out related to the impact of fire on the strength of reinforced concrete material. It shows that there is a decrease in strength and a decrease in structural stiffness. The degree of damage is dependent on the temperature and duration of the fire. To ensure accessibility, the building needs to be evaluated whether the building can be re-functioned immediately. The results of site investigation are evaluated to determine the structure retrofit and reinforcement methods and cost-effectiveness compared to the cost of a new building. The office building structure under review is analytically evaluated based on SNI 1726:2019 and SNI 1727:2018. The results showed that 31% of columns and 32% of beams need to be strengthened. In addition, steel bracing and CFRP wrapping on the structural elements were applied. The cost of retrofitting required Rp2.998.488.781,07, which is lower than the cost of the new building structure, which costs Rp4.950.087.016,34. ABSTRAKBeberapa penelitian yang telah dilakukan terkait dampak kebakaran terhadap kekuatan material beton bertulang, memperlihatkan bahwa terdapat penurunan kekuatan dan kapasitas struktur. Tingkat penurunan tergantung antara lain pada suhu dan durasi kebakaran. Untuk meyakinkan tingkat fisibilitas, gedung tersebut perlu dievaluasi kemungkinan dapat atau tidaknya gedung itu difungsikan kembali. Hasil evaluasi tersebut dijadikan pertimbangan dalam menentukan metode perbaikan dan perkuatan yang efektif untuk kemudian dibandingkan dengan biaya pembangunan gedung baru. Struktur gedung kantor PLN Unit Cabang Distribusi Jakarta Raya ini akan dievaluasi dengan cara analitis berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2018. Terdapat total 31% kolom dan 32% balok yang perlu diperkuat. Metode perkuatan yang digunakan adalah penambahan bracing baja dan CFRP. Material CFRP tersebut dililitkan pada elemen struktur. Biaya perkuatan yang diperlukan adalah Rp2.998.488.781,07, lebih rendah dibandingkan nilai struktur gedung, yaitu Rp4.950.087.016,34.
MODEL ANALISIS HARGA SATUAN KOMPONEN PEKERJAAN DI PROVINSI D.I.YOGYAKARTA BERDASARKAN PADA DATA HISTORIS PENAWARAN KONTRAKTOR Vanita Kesumawati Yacub; Henricus Priyosulistyo; Arief Setiawan Budi Nugroho
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 14, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.359 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v14i2.22535

Abstract

Balok Beton Bertulang yang Diperkuat dengan Carbon Fiber Reinforced Polymer Wrap saat Dibebani Beban Gravitasi Brian Widyan Hadi; Henricus Priyosulistyo; Muhammad Fauzie Siswanto
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 17, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v17i1.39729

Abstract

ABSTRACTInnovation is developed continuously to find an optimal method of strengthening structural components. There are many strengthening methods for reinforced concrete structures. Carbon Fiber Reinforced Polymer Wrap as a flexural strengthening material according to ACI 440.2R was chosen. The research includes gravity load (dead load and live load) as the initial load during test according to SNI 2847-2013 chapter 20. This research examines the strength of the intact beam, strengthened reinforced beam, and failure pattern, respectively, compared to the intact beam's result theoretically and experimentally. The failure test results show that the maximum loads of the experiment beam were similar to the theoretical analysis with a ratio of 0.98 to 1.33. The failure patterns are shear, flexure-shear, spalling and diagonal cracks, and debonding failures. CFRPW can increase the strength and stiffness of the beams. The increase of CFRP beams (BF A and BF B) is 35,27% and 46,24%, respectively. The increase of stiffness ratio of BF A and BF B is 3,48 and 6,62 compared to BK 1. ABSTRAKSebuah inovasi yang terus dikembangkan agar menemukan sebuah metode yang optimal dalam perkuatan komponen struktur balok. Perkuatan balok beton bertulang dapat dilakukan dalam beberapa metode. Carbon Fiber Reinforced Polymer Wrap dipilih sebagai bahan penguat lentur sesuai ACI 440.2R. Penelitian ini meliputi beban gravitasi (beban mati dan beban hidup) sebagai beban awal pada saat pengujian sesuai SNI 2847-2013 pasal 20. Penelitian ini mengkaji kekuatan balok murni, kekuatan balok yang telah diperkuat, pola keruntuhan dan perbandingan antara hasil teoritis dan eksperimental. Hasil pengujian ultimit menunjukkan bahwa balok uji serupa dengan analisis teoritis dengan perbandingan beban maksimum 0,98 dan 1,33. Pola kegagalan adalah retak geser, geser lentur, keretakan spalling dan diagonal serta kegagalan debounding. CFRPW dapat meningkatkan kekuatan dan kekakuan balok. Peningkatan kekuatan BF A 35,27% dan BF B 46,24% terhadap BK 1. Peningkatan rasio kekakuan balok BF A dan BF B bila dibandingkan dengan BK 1 adalah 3,48 dan 6,62.
PENILAIAN FASILITAS JALUR PEDESTRIAN DARI ASPEK SAFETY, HEALTH, AND ENVIRONMENT (SHE) Dinda Fardila; Henricus Priyosulistyo; Andreas Triwiyono
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 14, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.906 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v14i2.22536

Abstract

ABSTRACTPedestrian way is a space providing services for pedestrian in carrying out their activities. This research aims to evaluate the liability of the pedestrian facilities in complying the prevailing standards and safety, health, and environment (SHE) instead of determining the priority rank for improving the performance of pedestrian facilities. This research was conducted on the pedestrian way of Malioboro area in Yogyakarta, by field survey on 23-27 January 2018. The research used questionnaires with incidental sampling technique. The data was performed and statistically analyzed by SPSS program in terms of Importance Performance Analysis (IPA) method and inference analysis using Rank Spearman's truth test. The result of this research showed that the pedestrian way had generally met the standards (57.14%) but several facilities (38.10%) did not meet the criteria and 4.76% was not available in the pedestrian way of Malioboro.The level of performance of pedestrian facilities based on SHE was mostly high (satisfied). The facilities that must be improved were the cleanliness of the pedestrian way and the toilet. Some respondences were still able to accept the conditions as follow: the speed of motor bike, the noises, street vendor layout, shop sign layout and the quality of building materials. Keywords: Environment, Importance Performance Analysis (IPA), Pedestrian way, Safety, Health ABSTRAKJalur pedestrian merupakan ruang yang memberikan layanan kepada pejalan kaki dalam melakukan aktivitasnya. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan kondisi fasilitas jalur pedestrian terhadap standar yang berlaku, safety, health, and environment (SHE), dan menentukan prioritas layanan yang diperlukan untuk peningkatan kinerja fasilitas jalur pedestrian. Kajian ini dilakukan pada jalur pedestrian Kawasan Malioboro dengan cara survey lapangan pada tanggal 23-27 Januari 2018. Kajian ini menggunakan kuesioner berskala Likert dengan teknik pengambilan sampel insidental sampling.Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, metode Importance Performance Analysis (IPA) dan analisis inferensi (uji korelasi  Spearman Rank). Hasil kajian menunjukkan bahwa fasilitas jalur pedestrian telah memenuhi standarsebesar 57,14%, tetapi 38,10% tidak memenuhi kriteria dan 4,76% fasilitas tidak terdapat di jalur pedestrian kawasan Malioboro. Fasilitas yang harus ditingkatkan kinerjanya pada prioritas utama adalah tingkat kebersihan pedestrian dan toilet. Beberapa pedestrian masih dapat menerima kondisi berikut :kecepatan pengendara bermotor, kebisingan, tata letak PKL, tata letak papan nama toko dan kualitas bahan bangunan. Kata kunci: Environment, Importance Performance Analysis (IPA), Jalur pedestrian, Safety, Health
Pengaruh Dimensi dan Bentuk Lamina Zig-zag pada Kekuatan Geser dan Lentur Balok Laminasi-Vertikal Bambu Petung Mujiman Mujiman; Henricus Priyosulistyo; Djoko Sulistyo; TA. Prayitno
Jurnal Teknik Sipil Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2015.22.2.3

Abstract

Abstrak. Kekuatan bambu semakin besar dari bagian dalam ke bagian luar. Kekuatan bambu dapat dimanfaatkan secara optimal dengan cara membuat balok bambu laminasi menggunakan lamina zig-zag. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan geser dan lentur balok bambu laminasi menggunakan lamina zig-zag dibandingkan dengan lamina persegi. Dimensi balok uji geser dan lentur beturut-turut 63/100-900 mm dan 63/100-2250 mm, panjang bentang pengujian 750 mm dan 2100 mm. Pengujian dilakukan diatas dua tumpuan sederhana sendi dan roll dengan dua beban terpusat masing-masing ditempatkan pada 1/3 panjang bentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok bambu laminasi yang dibuat menggunakan lamina zig-zag (Z7BL; Z9BL; Z7BG; Z9BG) lebih kuat, kaku dan daktil dibandingkan dengan menggunakan lamina persegi (P7BL; P9BL; P7BG; P9BG). Demikian juga balok bambu laminasi yang dibuat menggunakan lamina tebal 7 mm (Z7BL; Z7BG; P7BL; P7BG) lebih kuat, kaku dan daktil dibandingkan dengan menggunakan lamina tebal 9 mm (Z9BL; Z9BG; P9BL; P9BG). Kekuatan lentur balok uji P7BL, P9BL, Z7BL, Z9BL berturut-turut 41,36; 46,14; 48,04; 36,66 N/mm2. Kekakuannya berturutturut 297,86; 273,58; 292,11; 242,82 N/mm dan daktilitasnya berturut-turut 4,97; 4,48; 4,20; 5,08. Kekuatan geser balok uji P7BG, P9BG, Z7BG, Z9BG berturut-turut 3,47; 3,27; 3,92; 3,68 N/mm2, dan kekakuannya berturut-turut 1924,20; 1659,45; 2252,02; 1838,18 N/mm. Abstract. The strength of bamboo increases from the inside to the outer layer. Such strength can be utilized optimally by making laminated bamboo beams in zig-zag lamina. The objective of this reserach is to compare the shear and flexural strength of laminated bamboo beam with zig-zag bamboo beam and rectangular lamina. The dimensions of the shear and flexural beam of specimen were 63/100-900 mm and 63/100-2250 mm, respectively, with length of span of 750 mm and 2100 mm, respectively. The tests were carried out for two simple joint center, as well as for roll with two centered load. Each was positioned on the 1/3 of the length of span. Results indicated that the zig-zag limina for laminated bamboo beam (Z7BL; Z9BL; Z7BG; Z9BG) was stronger, more stiff and more ductile than rectangular shape lamina (P7BL; P9BL; P7BG; P9BG). Also, bamboo beam with lamina thickness of 7 mm (Z7BL; Z7BG; P7BL; P7BG) was stonger, more stiff and more ductile than bamboo beam with lamina thickness of 9 mm (Z9BL; Z9BG; P9BL; P9BG). The flexural strength of specimen beam P7BL, P9BL, Z7BL, Z9BL was 41,36; 46,14; 48,04; 36,66 N/mm2, respectively. The stiffnes was 297,86; 273,58; 292,11; 242,82 N/mm, with ductility of 4,97; 4,48; 4,20; 5,08, respetively. The shear strength of the specimen P7BG, P9BG, Z7BG and Z9BG was 3,47; 3,27; 3,92; 3,68 N/mm2, with stiffness of 1924,20; 1659,45; 2252,02; 1838,18 N/mm, respectively.
Sifat Fisik dan Mekanik Mortar dengan Campuran Serutan Karet Ban Bekas Berbagai Merk Restu Faizah; Henricus Priyosulistyo; Akhmad Aminullah
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.2.2

Abstract

AbstractThe used rubber tire is one of the waste that becomes an environmental problem because the amount is abundant, while the utilization is still minimal. There are several tire brands in Indonesia, such as Goodyear, Dunlop, Pirelli, Yokohama, Gajah Tunggal, MRF, Bridgestone, and Michelin. This research investigates the physical and mechanical properties of mortars mixed with various brands (A, B, C, and D) of rubber tire crumbs (SKBB). The specimens are 15 pcs of mortar cylinder with 10 cm in diameter and 20 cm in height consisted of SKBB-mortars (12 pcs) and standard mortars (3 pcs). Initially, the SKBB is filtered using a #4-sieve (4.75 cm) and then mixed in mortar mixtures as a partial substitute of sand by 40% of the sand volume. Physical and mechanical properties test consist of density, compressive strength, modulus of elasticity, and ductility. The results showed that all of SKBB-mortars were lightweight mortars with densities of 1584.4 - 1701.1 kg/m3. The addition of all brands of SKBB into mortar mixtures can reduce density, compressive strength, and modulus of elasticity, but increase the ductility of the mortars. The B brand of SKBB is considered as the best choice as a replacement material of the part of sands to get the SKBB-mortar having good strength and ductility. To obtain a mortar-SKBB having properties of more strength and more ductile, it can be chosen a used rubber tire having low density and low shear modulus.AbstrakKaret ban bekas merupakan salah satu limbah yang jumlahnya sangat melimpah, namun pemanfaatannya masih sangat terbatas. Ban bekas yang beredar di Indonesia memiliki beragam merek, antara lain Goodyear, Dunlop, Pirelli, Yokohama, Gajah Tunggal, MRF, Bridgestone, Swallow dan Michelin. Penelitian ini memeriksa sifat fisik dan mekanik mortar dengan campuran serutan karet ban bekas (SKBB) dari berbagai merek (A, B, C, dan D). Benda uji berupa 15 buah silinder mortar dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm, yang terdiri dari 12 buah mortar SKBB dan 3 buah mortar normal. Bahan SKBB disaring terlebih dahulu menggunakan saringan no.4 (4,75 cm) dan dicampurkan pada adukan mortar sebagai bahan pengganti sebagian pasir sebesar 40% volume pasir. Sifat-sifat fisik dan mekanik yang diuji meliputi densitas, kuat tekan, modulus elastisitas dan daktilitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mortar SKBB semua merek merupakan mortar ringan dengan densitas antara 1584,4 "“ 1701,1 kg/m3. Penambahan SKBB semua merek pada adukan mortar dapat menurunkan densitas, kuat tekan dan modulus elastisitas mortar, namun meningkatkan daktilitasnya. SKBB merek B dinilai sebagai pilihan terbaik untuk digunakan sebagai bahan pengganti sebagian pasir pada mortar, untuk memperoleh mortar SKBB yang memiliki kekuatan dan daktilitas yang baik. Untuk mendapatkan mortar SKBB yang memiliki kuat tekan lebih tinggi dan memiliki sifat lebih daktail, dapat dipilih karet ban bekas sebagai bahan campuran mortar, yang rendah densitas dan modulus gesernya.
Estimasi Biaya Struktur Gedung Rumah Sakit dengan Bentuk Persegi Panjang Menggunakan Metode Artificial Neural Network Ratih Dewanti; Akhmad Aminullah; Henricus Priyosulistyo
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v2i2.5351

Abstract

Estimasi biaya struktur memiliki peran penting pada tahap perencanaan. Penelitian ini memanfaatkan metode Artificial Neural Network (ANN) sebagai metode pendekatan untuk menghasilkan estimasi biaya struktur gedung yang keakuratannya dapat diuji. Permodelan gedung merupakan struktur beton bertulang dengan model tipikal bentuk persegi panjang yang berfungsi sebagai gedung rumah sakit. Estimasi biaya struktur terdiri dari biaya pekerjaan balok, kolom dan pelat. Tahap pelatihan permodelan ANN menggunakan 60 variasi data dari pengembangan variabel penelitian berupa luas lantai, jumlah lantai, tinggi kolom, kelas situs, dimensi balok dan dimensi kolom. Hasil permodelan ANN menunjukkan estimasi biaya struktur lebih sensitif terhadap variabel dimensi balok dan kolom. Permodelan ANN estimasi biaya struktur menghasilkan nilai persentase error/MMRE sebesar ±1,55% pada data learning dan ±9,75% pada data uji random.
Estimasi Dimensi Optimum dan Rasio Tulangan Gedung Hotel Yogyakarta dengan Artificial Neural Network Akhmad Aminullah; Kinanti Faradiba Harahap; Henricus Priyosulistyo
Rekayasa Sipil Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2022.016.03.5

Abstract

Cost estimation at the conceptual design stage of a building is necessary because it is considered as a fundamental input in further decision making. This paper presented a neural network method in approximating the optimum dimension and the minimum reinforcement ratio of beams and columns at the conceptual design stage of hotel buildings in Yogyakarta. A group of 27 building variations were prepared as the training data for the set up neural network model. Fourteen empirical formulas were obtained which could be used to estimate the optimum dimension and minimum reinforcement ratio of beams and columns with 5 parameters which consist of soil sites class, beam spans, number of floors, concrete strengths and diameters of the reinforcing bar.