This Author published in this journals
All Journal Litera Kandai
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEARIFAN LOKAL DAN CIRI KEBAHASAAN TEKS NARATIF MASYARAKAT IBAN Dedy Ari Asfar
LITERA Vol 15, No 2: LITERA OKTOBER 2016
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v15i2.11835

Abstract

KEARIFAN LOKAL DAN CIRI KEBAHASAAN TEKS NARATIFMASYARAKAT IBANDedy Ari AsfarBalai Bahasa Provinsi Kalimantan Baratemail: dedyprim@yahoo.comAbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan kearifan lokal dan ciri kebahasaan teksnaratif masyarakat Iban. Sumber data penelitian adalah tiga cerita Iban dari LembahSungai Rimbas, Sarawak, Malaysia, yaitu Kumang Nupi’ Sawa’, Entimu Nupi’ Keli’, danTekura’. Proses pentranskripsian teks menggunakan pencatatansecara fonetik dengansistem International Phonetic Alphabet (IPA). Hasil transkripsi dan terjemahan kemudiandiolah dengan komputer menggunakan program shoebox untuk menghasilkan database daninterlinear text. Hasil penlitian sebagai berikut. Pertama, kearifan lokal teknologi tangkapikan tradisional (acar, paca”, ginte”, mukat, jala, tubay, dan bubu). Kedua, kearifan lokaladat berladang dan bergotong royong (nunuw, kemaraw, tugal, nugal, bantun, mantun, dangutung-ruyung). Ketiga, kearifan lokal menyabung ayam dan bermain gasing (rabuYK danpaKkT”). Keempat, teks naratif lokal ini mengandung ciri-ciri bahasa Iban secara fonologidan morfologi serta ciri-ciri puitiknya.Kata kunci: kearifan lokal, ciri bahasa, teks naratif, etnoputikaLOCAL WISDOM AND LANGUAGE FEATURESOF IBAN PEOPLE’S NARRATIVE TEXTSAbstractThis study aims to describe local wisdom and language features of Iban people’snarrative texts. The data sources were three Iban stories from Rimbas Basin, Sarawak,Malaysia, namely Kumang Nupi’ Sawa’, Entimu Nupi’ Keli’, and Tekura’. The text transcribingprocess used the phonetic transcription with the International Phonetic Alphabet (IPA)system. The transcription and translation results were computerized using the shoeboxprogram to generate the data base and interlinear text. The results of the study are asfollows. The first is the local wisdom in the traditional fishing technology (acar, paca”,ginte”, mukat, jala, tubay, and bubu). The second is the local wisdom in the farming traditionandmutual cooperation (nunuw, kemaraw, tugal, nugal, bantun, mantun, and gutungruyung).The third is the local wisdom in the cockfighting and spinning top playing (rabuYKand paKkT”). The fourth is that the local narrative texts phonologically and morphologicallycontain the Iban language features and their poetic characteristics.Keywords: local wisdom, language features, narrative texts, ethnopoetics
KALIMAT SYAHADAT DALAM MANTRA MELAYU DI KETAPANG: STRATEGI ISLAMISASI PENDUDUK LOKAL Dedy Ari Asfar
Kandai Vol 12, No 1 (2016): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.128 KB) | DOI: 10.26499/jk.v12i1.71

Abstract

Mantra merupakan peninggalan zaman animisme dalam kehidupan orang Melayu. Walaupun, mantra merupakan tradisi animisme tetapi ada ajaran dan unsur-unsur Islam dalam mantra. Mantra-mantra pada masyarakat Melayu Ketapang ini dikaji untuk melihat kandungan kalimat syahadat dalam pertuturannya. Tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kalimat syahadat yang muncul dalam mantra-mantra Melayu di Kabupaten Ketapang sebagai sebuah strategi dalam Islamisasi masyarakat Kalimantan Barat. Mantramantra yang terkumpul ditranskripsi secara linguistik dengan sistem International Phonetic Alphabet (IPA). Penelitian kualitatif terhadap mantra-mantra yang ada ini kemudian dianalisis dengan melihat kata-kata yang mengandung kalimat syahadatnya dengan perspektif teori keislaman. Hasilnya, terdapat sebuah strategi Islamisasi pada masyarakat Melayu di Ketapang melalui mantra. Hal ini tampak dalam pelafalan kalimat syahadat pada mantra ilmu sejuk dan panas. Dalam mantra ilmu sejuk kalimat syahadat dijadikan kunci bagi mantra pengobatan dan pengasihan sedangkan dalam mantra ilmu panas kalimat syahadat dijadikan sihir untuk mantra pelet dan kekuatan.
KLASIFIKASIBAHASA DAYAK PRUWAN SEBAGAI BAHASABIDAYUHIK Dedy Ari Asfar
Kandai Vol 10, No 2 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.341 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i2.318

Abstract

Tulisan ini membahas bahasa yang digunakan oleh orang-orang yang menyebut diri mereka suku Dayak Pruwan di Kalimantan Barat. Orang Pruwan ini menempati daerah sekitar Lembah Sungai Tayan di Kabupaten Sanggau Kapuas. Dalam epistimologi setempat bahasa mereka disebut bahasa Pruwan.Namun, bahasa ini memiliki hubungan dengan varian Bidayuhik yang tersebar di Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia. Tulisan ini membahas tentang sistem vokal dan konsonan serta klasifikasi linguistik bahasa Pruwan sebagai bahasa Bidayuhik berdasarkan inovasi fonologis yang wujud dalam bahasa ini. Tulisan ini menggunakan teori linguistik komparatif historis. Klasifikasi bahasa Pruwan sebagai bahasa Bidayuhik dilakukan dengan membandingkan bahasa Pruwan dengan varian Bidayuhik Lubuk Tajau kajian Chong Shin dan Collins (2008) di Sungai Sekadau dan bahasa Bidayuhik Utara Purba (BUP) hasil kajian Aman (2008) serta medeskripsikan inovasi bersama yang wujud dalam varian-varian Bidayuhik tersebut berdasarkan bahasa Proto Melayu Polinesia (PMP) yang direkonstruksi oleh Robert Blust (2013). Deskripsi fonologis dengan perspektif linguistik komparatif historis disajikan untuk membuktikan kekerabatan bahasa Dayak Pruwan dengan bahasa-bahasa Bidayuhik yang ada di Kalimantan Barat. Hasilnya bahasa Pruwan dapat diklasifikasikan sebagai salah satu varian bahasa Bidayuhik di Lembah Sungai Tayan karena mengalami inovasi bersama dengan varian Bidayuhik yang ada di Kalimantan Barat, seperti Lubuk Tajau dan Bidayuhik Utara Purba (BUP).