Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kualitas Sensoris Telur Asin Itik Pegagan Yang Diawetkan Dengan Larutan Limbah Bubuk Teh Hitam F Yosi; G Pratama; S Sandi
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2018): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.534 KB) | DOI: 10.36706/JPS.7.2.2018.7468

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap warna, rasa, dan aroma telur asin itik Pegagan dengan penambahan larutan limbah bubuk teh hitam pada konsentrasi tanin yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan menggunakan 25 orang panelis untuk uji hedonik. Penelitian ini terdiri atas 5 perlakuan: R0 (kontrol), R1, R2, R3, dan R4 (pengasinan dengan larutan limbah bubuk teh hitam masing-masing konsentrasi tanin 0,25; 0,50; 0,75; dan 1,00%). Variabel yang diamati meliputi tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, dan aroma telur asin itik Pegagan. Data dianalisis menggunakan uji hedonic kruskal-wallis dan dilanjutkan dengan uji multiple comparison. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan larutan limbah bubuk teh hitam dalam pengawetan telur itik Pegagan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat kesukaan panelis terhadap rasa dan aroma, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap warna telur asin itik Pegagan. Kesimpulan penelitian bahwa penambahan larutan limbah bubuk teh hitam dengan konsentrasi tanin 1% mampu memberikan tingkat kesukaan yang paling tinggi terhadap rasa dan aroma telur asin itik Pegagan dengan nilai kesukaan 3,84, akan tetapi belum mampu mempengaruhi tingkat kesukaan terhadap warna telur asin itik Pegagan. Kata kunci: Telur Itik Pegagan, Uji Hedonik, Pengawetan Telur, Larutan Limbah Bubuk Teh HitamThe aim of this study was to find out the level of likeability of consumer to color, taste, and flavor of salted Pegagan duck’s eggs with adding powdered black tea waste solution at different tannin concentration. This study used a completely randomized design with 5 treatments were including R0 (control); R1, R2, R3, and R4 (salting with adding 0.25, 0.50, 0.75, and 1.00%) tannin concentration in powdered black tea waste solution, respectivelty. Data were analyzed using Kruskal-Wallis hedonic test and continued with the multiple comparison test. The result of this study showed that the addition of powdered black tea waste solution with different tannin concentration significantly (P<0.05) affected the taste and flavor, but did not significantly (P>0,05) affect the color of salted Pegagan duck eggs. It can be concluded that the addition of powdered black tea waste solution with tannin concentration of 1% was able to give the highest level of likeability to the taste and flavor of salted Pagagan duck eggs with value 3.84, but was not able to affect the color likeability level of salted Pegagan duck eggs Keywords: Pegagan duck eggs, Hedonic test, Preservation of eggs, powdered black tea waste solution.
Manajemen Pakan Ternak Sapi Potong di Peternakan Rakyat di Desa Sejaro Sakti Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir S sandi; M Desiarni; Asmak -
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.186 KB) | DOI: 10.36706/JPS.7.1.2018.7080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pakan ternak sapi potong di peternakan rakyat di Desa Sejaro Sakti Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung di lapangan melalui wawancara dengan setiap peternak sapi potong, sedangkan data sekunder didapat dari instansi-instansi yang terkait. Data yang diperoleh kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk deskripsi dan gambar. Hasil yang didapat selama pelaksanaan yaitu jenis ternak sapi yang dipelihara di desa ini adalah sapi Bali dan sapi Peranakan Ongole. Manajemen pakan yang diterapkan peternak masih belum tepat, di mana ternak hanya digembalakan untuk mencari makan sendiri pada siang hari, jumlah pakan yang diberikan belum memenuhi kebutuhan, ternak tidak diberi pakan berupa konsentrat, serta frekuensi dan cara pemberian pakan yang belum tepat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peternak rakyat di Desa Sejaro Sakti belum menerapkan manajemen pakan yang baik terhadap ternak sapi potong.Kata kunci: Desa Sejaro Sakti, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, manajemen pakan, Sapi Potong ABSTRACTThis study aims to determine the management of beef cattle feed on people's farms in Sejaro Sakti Village, Indralaya District, Ogan Ilir. The method used in this study is a survey method consisting of primary data and secondary data. Primary data was obtained directly in the field through interviews with each beef cattle breeder, while secondary data is obtained from relevant agencies. The data obtained is then processed and presented in the form of descriptions and figure. The results obtained during the implementation of the type of cattle kept in this village are Bali cattle and Ongole Breeds cattle. Feed management applied by farmers was not the intensif system, where livestock was only grazed to feed themselves during the day, not given concentrated feed, as well as the frequency and method of feeding are not appropriate. The conclusion of this study is that community farmers in Sejaro Sakti Village have not applied good feed management to beef cattle.Key words: Sejaro Sakti Village, Indralaya, Ogan Ilir, Feed Management, Beef Cattle