Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Nilai Budaya Lokal terhadap Motivasi Bertani Suku Arfak di Papua Barat . Mulyadi; D.A. Iyai
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.37 KB) | DOI: 10.36706/JPS.5.1.2016.3916

Abstract

Derasnya laju pembangunan menyebabkan terjadi perubahan sikap dan perilaku bertanimasyarakat Arfak sebagai suku asli yang mendiami Pegunungan Arfak, Manokwari, Papua Barat,Indonesia. Penetrasi inovasi di tengah masyarakat adat tersebut telah “mengganggu” polaketahanan pangan.Ubi jalar dan keladi sebagai bahan makanan pokok sudah berubahmengkonsumsi makanan dari beras dan fast food pabrikan.Penelitian ini adalah untuk melihat nilainilaibudaya positif yang mendukung dan nilai-nilai budaya negatif yang menghambatpembangunan pertanian pada masyarakat Arfak.Kemudian menjawab faktor-faktor yangmenyebabkan masyarakat Arfak resisten atau menolak inovasi teknologi yang masuk ke wilayahmasyarakat etnis Arfak.Peneliti menggunakan metode etnografi dan deskriptif analitis yangberpusat kepada perilaku bertani tradisional Papua. Pendekatan observasi partisipatif kepada 30Kepala Keluarga petani Suku Arfak dan konfirmasi konsep dengan informan kunci (Kepala Suku,Pendeta, dan Ketua Kelompok Tani Maju). Hasil penelitian menunjukkan terdapat nilai-nilaibudaya yang memberi motivasi bertani kepada masyarakat Arfak misalnya nilai budaya menjagakelestarian alam dan semangat bekerja di kebun seperti pengetahuan rotasi kebun, menjaga hutan,dan pola pertanian tumpangsari. Sebaliknya, ada nilai-nilai budaya yang ikut mengurangi motivasibertani seperti bekerja keras di kebun untuk masa lalu dan mempersepsikan hidup di dunia buruk.Kata Kunci: Kearifan lokal, Motivasi, Nilai-nilai budaya, Suku Arfak, Ubi Jalar
Trend Analyses of Economical and Socio-Cultural Options of Arfak Tribe Pig Farmers on Shaping Pig Farming Development in Manokwari, West Papua-Indonesia D.A. Iyai; Mulyadi .; B. Gobay
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.886 KB) | DOI: 10.36706/JPS.4.1.2015.2300

Abstract

The multifunction of pigs for the Papuan are divergences and interelated. This study wasaimed to seek the objectives of keeping pigs by Arfak tribe and to find the trend relationships ofeconomical and socio-cultures components determining the development of pig farming inManokwari. A one-month field research was done at Manokwari Barat district. Quiztionaire was thetool used to record and collect the data. Snowball method was applied to chose the pig farmerparticipants and 60 respondents were participated. Several variables were quantified to measure thepercentages of socio-culture and economic objectives. The finding shown that income generation,savings barter were the subsequent components shaping the economic objectives and while organicfertilizer and biofertilizer resulted from manure were not applied yet. Although dung was frequentlyproduced and spreaded at the pig house and around backyard. Socio-culture was done in the meansof merrital prices, peaceness, gift and parties, respectively. The other findings were that thealternation of pig development indicated by herd size had positive relationship with the twomotives. Similar relationship was shown by number of aided farmers. Hence, the changes of pigfarming systems, e.g. extensive to semi-intensive and/or intensive to semi-intensive had shownweak relationship.Key words : Economical motive, social-culture motive, Arfak pig farmers, Manokwari