Voulda D Loupatty
Balai Riset dan Standarisasi Industri Ambon Jl. Kebun Cengkih, Ambon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nori Nutrient Analysis from Seawed of Porphyra marcossi in Maluku Ocean Voulda D Loupatty
EKSAKTA: Journal of Sciences and Data Analysis VOLUME 14, ISSUE 2, August 2014
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/eksakta.vol14.iss2.art4

Abstract

Penelitian “Analisis Gizi Nori Dari Rumput Laut Jenis Porphyra marcossi Yang Terdapat Di Perairan Maluku” dilakukan dengan tujuan menganalisis kualitas gizi nori yang dihasilkan dari rumput laut Porphyra marcossi, yang nantinya mampu menggantikan penggunaan nori impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Adapun prosedur kerja proses pembuatan nori adalah rumput laut kering dicuci bersih, setelah bersih dilakukan pemotongan kecil-kecil / diblender. Selanjutnya direbus dengan perbandingan rumput laut:air=1:10 dengan penambahan sedikit cuka. Perebusan dilakukan selama ± 1 jam. Setelah itu dicetak berbentuk lembaran tipis, dikeringkan dan dikemas. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap produk yang dihasilkan meliputi kadar protein, lemak, abu dan air, yang mengacu pada SNI 01-2891-1992, serta identifikasi asam amino dengan menggunakan metode hidrolisis asam basa. Hasil penelitian menunjukan bahwa rumput laut Porphyra marcossi mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi yaitu : protein 28,60% ; lemak 0,83% ; abu 17,80% dan air 28,09%. Produk Nori mempunyai nilai gizi : protein 41,49% ; lemak 0,44% ;abu 4,99%;air 13,14%. Terdapat 10 jenis asam amino yaitu treonin, arginin, tirosin, meteonin, lisin, valin, asam glutamate, glisin, fenilalanin dan alanin. Teknologi pengolahan Nori cukup sederhana dan mudah dikembangkan dalam industry rumah tangga untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Kebutuhan Nori dalam negeri dapat dipenuhi dengan adanya indutri pengolahan nori berbasis sumber daya alam lokal.