Noor Endah Cahyawati
Department Of Accounting, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Proceeding of National Conference on Accounting

Do ESG practices and intellectual capital drive financial performance? panel evidence from Indonesian public firms Noor Endah Cahyawati; Syarifah Najla
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Intellectual Capital (IC) terhadap kinerja keuangan perusahaan publik di Indonesia selama periode 2016–2022. Kinerja ESG diukur menggunakan skor ESG Refinitiv, sedangkan IC dihitung melalui model Value Added Intellectual Coefficient (VAIC). Kinerja keuangan diproksikan menggunakan Tobin’s Q untuk merepresentasikan penilaian pasar terhadap nilai perusahaan. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model, berdasarkan hasil uji pemilihan model yang menunjukkan kesesuaian model terhadap karakteristik data. Sampel penelitian terdiri atas 35 perusahaan yang memiliki kelengkapan data secara konsisten, sehingga menghasilkan total 245 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG, baik secara agregat maupun pada masing-masing dimensinya (lingkungan, sosial, dan tata kelola), tidak berpengaruh signifikan terhadap Tobin’s Q. Hal ini menandakan bahwa faktor keberlanjutan belum menjadi determinan utama dalam penilaian pasar. Sebaliknya, Intellectual Capital terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tobin’s Q, yang mengindikasikan bahwa efektivitas pengelolaan aset tidak berwujud lebih diapresiasi oleh investor dibandingkan inisiatif keberlanjutan. Variabel kontrol menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan, sedangkan profitabilitas dan leverage tidak memengaruhi nilai perusahaan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat literatur mengenai determinan nilai perusahaan di pasar negara berkembang dengan menunjukkan bahwa modal intelektual merupakan faktor strategis yang lebih diperhatikan pasar dibandingkan ESG. Hasil penelitian ini juga memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk memprioritaskan pengembangan modal intelektual sebagai strategi peningkatan nilai pasar, serta bagi regulator untuk mendorong peningkatan kualitas, relevansi, dan kedalaman pelaporan ESG agar mampu memberikan sinyal yang lebih kuat bagi investor.
Analisis pengaruh kinerja ESG terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan moderasi kekuatan CEO: Bukti empiris dari pasar Indonesia Noor Endah Cahyawati; Nayaka Zaqy Hafidz Hidayat
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap kinerja keuangan perusahaan, dengan mempertimbangkan kekuatan Chief Executive Officer (CEO Power) sebagai variabel moderasi berdasarkan perspektif Stakeholder Theory dan Legitimacy Theory. Kinerja ESG diukur melalui skor lingkungan (ENS), sosial (SOS), dan tata kelola (GS) dari Refinitiv ESG database, sementara CEO Power diproksikan melalui masa jabatan CEO. Kinerja keuangan diproksikan menggunakan Tobin’s Q dan dianalisis menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model pada 85 observasi perusahaan publik di Indonesia selama 2015–2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja tata kelola dan skor ESG agregat berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan kinerja lingkungan dan sosial tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Selain itu, CEO Power tidak terbukti memoderasi hubungan antara ESG dan kinerja keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa tata kelola merupakan pilar ESG yang paling responsif terhadap penilaian pasar, sementara implementasi lingkungan dan sosial masih belum terintegrasi secara strategis. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memperkuat pemahaman mengenai efektivitas ESG di pasar negara berkembang serta menegaskan bahwa kualitas governance memiliki peran dominan dalam membentuk persepsi investor terhadap nilai perusahaan.
Do ESG practices and intellectual capital drive financial performance? panel evidence from Indonesian public firms Noor Endah Cahyawati; Syarifah Najla
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Intellectual Capital (IC) terhadap kinerja keuangan perusahaan publik di Indonesia selama periode 2016–2022. Kinerja ESG diukur menggunakan skor ESG Refinitiv, sedangkan IC dihitung melalui model Value Added Intellectual Coefficient (VAIC). Kinerja keuangan diproksikan menggunakan Tobin’s Q untuk merepresentasikan penilaian pasar terhadap nilai perusahaan. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model, berdasarkan hasil uji pemilihan model yang menunjukkan kesesuaian model terhadap karakteristik data. Sampel penelitian terdiri atas 35 perusahaan yang memiliki kelengkapan data secara konsisten, sehingga menghasilkan total 245 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG, baik secara agregat maupun pada masing-masing dimensinya (lingkungan, sosial, dan tata kelola), tidak berpengaruh signifikan terhadap Tobin’s Q. Hal ini menandakan bahwa faktor keberlanjutan belum menjadi determinan utama dalam penilaian pasar. Sebaliknya, Intellectual Capital terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tobin’s Q, yang mengindikasikan bahwa efektivitas pengelolaan aset tidak berwujud lebih diapresiasi oleh investor dibandingkan inisiatif keberlanjutan. Variabel kontrol menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan, sedangkan profitabilitas dan leverage tidak memengaruhi nilai perusahaan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat literatur mengenai determinan nilai perusahaan di pasar negara berkembang dengan menunjukkan bahwa modal intelektual merupakan faktor strategis yang lebih diperhatikan pasar dibandingkan ESG. Hasil penelitian ini juga memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk memprioritaskan pengembangan modal intelektual sebagai strategi peningkatan nilai pasar, serta bagi regulator untuk mendorong peningkatan kualitas, relevansi, dan kedalaman pelaporan ESG agar mampu memberikan sinyal yang lebih kuat bagi investor.