Ayu Jaya Wardani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

“PURA GOA GIRI PUTRI” SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN MULTIKULTUR BAGI WARGA DESA PAKRAMAN SUANA, NUSA PENIDA, KLUNGKUNG, BALI Jaya Wardani, Ayu
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i2.1028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah berdirinya Pura Goa Giri Putri; (2) Struktur dan fungsi jajaran pelinggih di Pura Goa Giri Putri; dan (3) Unsur-unsur yang bisa dimaknai sebagai media pendidikan multikultur bagi warga Desa Pakraman Suana dan pengunjung yang datang ke pura ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) Penentuan lokasi penelitian; (2) Metode penentuan informan; (3) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka); (4) Metode penjaminan keabsahan data; (5) Metode analisis data; dan (6) Metode penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pura Goa Giri Putri adalah pura yang berada di Desa Pakraman Suana berdiri pada masa pemerintahan Dalem Bungkut pada tahun Saka 200 yang menganut sistem kepercayaan Majapahit yang sebelumnya sudah turun Dewa Siwa dan Dewi Kwam In di satu goa di Nusa Penida pada tahun Saka 50. Struktur dan fungsi jajaran pelinggih Pura Goa Giri Putri antara lain (1) Strukturnya menggunakan Struktur Areal; (Areal Pertama); (Areal kedua); (areal ke tiga); (Areal keempat); (areal kelima); dan (Areal keenam/terakhir); (2) Fungsi Pelinggih-pelinggih Pura Goa Giri Putri yakni: (1) Pemujaan terhadap dewa-dewi Hindu dalam wujud manefestasinya sebagai bhatara-bhatari; (2) Pemujaan terhadap dewa-dewi non Hindu; (1) Dewi Kwam In; (2) Altar Dewa Langit. Pada Pura Goa Giri Putri terdapat beberapa unsur-unsur yang bisa dimaknai sebagai media pendidikan multikultur antara lain: (1) Pelinggih Dewi Kwam In; (2) Pangayongan Altar Dewa Langit ; (3) Pelinggih Dewi Gangga; (4) Pelinggih Dewa Ganesha; (5) Para pemedek (pengunjung) yang tangkil dari berbagai kalangan dan berbagai kepercayaan; (6) Tata cara persembahyangan/sujud bhakti para pemedek pada areal keenam.
“PURA GOA GIRI PUTRI” SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN MULTIKULTUR BAGI WARGA DESA PAKRAMAN SUANA, NUSA PENIDA, KLUNGKUNG, BALI Ayu Jaya Wardani
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i2.1028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah berdirinya Pura Goa Giri Putri; (2) Struktur dan fungsi jajaran pelinggih di Pura Goa Giri Putri; dan (3) Unsur-unsur yang bisa dimaknai sebagai media pendidikan multikultur bagi warga Desa Pakraman Suana dan pengunjung yang datang ke pura ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) Penentuan lokasi penelitian; (2) Metode penentuan informan; (3) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka); (4) Metode penjaminan keabsahan data; (5) Metode analisis data; dan (6) Metode penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pura Goa Giri Putri adalah pura yang berada di Desa Pakraman Suana berdiri pada masa pemerintahan Dalem Bungkut pada tahun Saka 200 yang menganut sistem kepercayaan Majapahit yang sebelumnya sudah turun Dewa Siwa dan Dewi Kwam In di satu goa di Nusa Penida pada tahun Saka 50. Struktur dan fungsi jajaran pelinggih Pura Goa Giri Putri antara lain (1) Strukturnya menggunakan Struktur Areal; (Areal Pertama); (Areal kedua); (areal ke tiga); (Areal keempat); (areal kelima); dan (Areal keenam/terakhir); (2) Fungsi Pelinggih-pelinggih Pura Goa Giri Putri yakni: (1) Pemujaan terhadap dewa-dewi Hindu dalam wujud manefestasinya sebagai bhatara-bhatari; (2) Pemujaan terhadap dewa-dewi non Hindu; (1) Dewi Kwam In; (2) Altar Dewa Langit. Pada Pura Goa Giri Putri terdapat beberapa unsur-unsur yang bisa dimaknai sebagai media pendidikan multikultur antara lain: (1) Pelinggih Dewi Kwam In; (2) Pangayongan Altar Dewa Langit ; (3) Pelinggih Dewi Gangga; (4) Pelinggih Dewa Ganesha; (5) Para pemedek (pengunjung) yang tangkil dari berbagai kalangan dan berbagai kepercayaan; (6) Tata cara persembahyangan/sujud bhakti para pemedek pada areal keenam.