I Made Sudirga
Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Akibat Pemutusan Arus Listrik Sepihak Sudirga, I Made
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMHU.2025.v14.i02.p14

Abstract

This study aims to analyze the unilateral power outage by PLN which is contrary to the principle of consumer protection and to determine the form of legal protection available to MSMEs for detrimental power outages. This study uses normative legal research, which aims to examine and analyze legal protection for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) as consumers for the power outage carried out by the State Electricity Company (PLN). This study uses three approaches, namely the statute approach, the conceptual approach, and the case approach. The legal materials used in this study consist of primary, secondary, and tertiary legal materials. All legal materials obtained are analyzed descriptively-analystically. The results of this study indicate that the unilateral power outage by PLN can be considered contrary to the principle of consumer protection, especially if it is carried out without following fair, transparent procedures and procedures, and ignoring consumer rights to receive notification, the opportunity to file objections, and recovery if they suffer losses. Legal protection for MSMEs against detrimental power outages can be categorized into two main forms, namely preventive legal protection and repressive legal protection. Preventive legal protection aims to prevent power outages that can harm MSMEs through various monitoring and regulatory mechanisms. Repressive legal protection is available when power outages have occurred and caused losses to MSMEs. enelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan pemutusan listrik sepihak oleh PLN bertentangan dengan prinsip perlindungan konsumen dan mengetahui bentuk perlindungan hukum yang tersedia bagi pelaku UMKM atas tindakan pemutusan listrik yang merugikan. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif, yang bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis perlindungan hukum terhadap pelaku usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai konsumen atas tindakan pemutusan arus listrik yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Penelitian ini menggunakan tiga pendekatan, yaitu pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Seluruh bahan hukum yang diperoleh dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tindakan pemutusan listrik sepihak oleh PLN dapat dianggap bertentangan dengan prinsip perlindungan konsumen, terutama apabila dilakukan tanpa mengikuti tata cara dan prosedur yang adil, transparan, serta mengabaikan hak konsumen untuk mendapatkan pemberitahuan, kesempatan menyampaikan keberatan, dan pemulihan apabila mengalami kerugian. Perlindungan hukum bagi pelaku UMKM terhadap tindakan pemutusan listrik yang merugikan dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk utama, yaitu perlindungan hukum preventif dan perlindungan hukum represif. Perlindungan hukum preventif bertujuan untuk mencegah terjadinya pemutusan listrik yang dapat merugikan pelaku UMKM melalui berbagai mekanisme pengawasan dan regulasi. Perlindungan hukum represif tersedia ketika pemutusan listrik telah terjadi dan menimbulkan kerugian bagi pelaku UMKM.
Protection Registration Parameters for Legal Protection of Geographical Indication Products Against Combination Factors (Natural Factors with Human Factors) Apriliani, Kadek; Putu Angga Pratama Sukma; I Made Sudirga
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.5036

Abstract

The research aims to explore the impact of geographical indications on increasing the value of products or commodities, thereby boosting the economy of the region where the geographical indications originate. This focus is directed towards the producers rather than the farmers (protecting the communal society) and adheres to the "first to file" principle, where the party that first applies for registration is prioritized. The study utilizes a normative legal research method, focusing on the lack of norms regarding the parameters for protecting the registration of geographical indications. It appropriately employs the following approaches: statute approach, conceptual approach, and analytical approach. The research emphasizes that the assessment and application of geographical indications with a combination of factors must be fulfilled jointly or consider both natural and human factors influencing the quality characteristics of the produced goods. For instance, potential protection under geographical indications with a combination of factors involves products with main raw materials. The goal is to prevent imitation claiming to be a genuine product in circulation and exploiting geographical indications for the benefit of the rights holder. To ensure beneficial certainty, the geographical indications with a combination of factors require a parameter.
Analisis Implementasi Keadilan Restoratif dalam Sistem Peradilan Pidana Anak Berdasarkan Perspektif Pancasila Sukmayanti, Made Sinthia; Sudirga, I Made; Rusmana, I Putu Edi
PUSKAPSI Law Review Vol. 5 No. 2 (2025): PUSKAPSI Law Review
Publisher : PUSKAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/puskapsi.v5i2.60006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana anak berdasarkan perspektif Pancasila sebagai dasar negara dan sumber nilai hukum nasional. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah normatif-doctrinal, dengan menelaah norma hukum positif, prinsip keadilan, dan nilai-nilai moral yang terkandung dalam Pancasila serta relevansinya terhadap konsep keadilan restoratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana anak merupakan perwujudan nilai kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila. Proses hukum yang mengedepankan dialog, mediasi, dan pemulihan sosial mencerminkan pelaksanaan nilai-nilai sila kedua, keempat, dan kelima Pancasila, sehingga hukum tidak lagi dipandang sebagai alat pembalasan, tetapi sebagai sarana pemulihan harmoni sosial. Di sisi lain, mekanisme diversi dan mediasi penal yang diterapkan dalam praktik hukum menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila telah bertransformasi menjadi instrumen hukum positif yang humanis dan berkeadilan. Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan keadilan restoratif sangat bergantung pada internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam paradigma penegak hukum, sehingga direkomendasikan penguatan pendidikan hukum berbasis Pancasila bagi aparat dan lembaga peradilan untuk mewujudkan sistem hukum yang benar-benar humanis dan berkeadilan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa sistem peradilan pidana anak berbasis keadilan restoratif merupakan bentuk aktualisasi Pancasila dalam praktik hukum nasional yang menjunjung tinggi martabat manusia dan mengarahkan bangsa menuju cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.