Jean Couteau
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

After the Kuta Bombing: In Search of the Balinese Soul Jean Couteau
Antropologi Indonesia No 70 (2003): Jurnal Antropologi Indonesia
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji perubahan mentalitas masyarakat Bali setelah peledakan bom di Kuta. Tiga reaksi utama menandai peristiwa tersebut yaitu: gelombang solidaritas, kecenderungan ke arah ritual, dan politisasi adat yang mengarah pada tindakan-tindakan diskriminatif terhadap penduduk non-Bali (pendatang). Reaksi-reaksi ini harus dipahami dengan latar belakang hegemoni negara sepanjang abad ke-20, dan khususnya dengan latar belakang manipulasi orde baru terhadap konsep kebudayaan. Paruh pertama abad ini ditandai oleh pemisahan antara kebiasaan atau tradisi (adat) dan agama yang sebelumnya tidak dibedakan, dan kemudian diikuti oleh munculnya identitas religius masyarakat Hindu Bali. Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto, saat mencoba mempolitisasi etnisitas melalui kebudayaan, menghasilkan hal sebaliknya: sementara regim Soeharto dan kroni-kroninya menggunakan kebudayaan untuk menutupi maksudnya menguasai perekonomian pulau Bali; masyarakat Bali menggunakan hal itu untuk pertahanan diri dan simbol identitas mereka. Hal tersebut menyebabkan meningkatnya kristalisasi etnis melalui religi dan/atau adat. Namun, pembangunan ekonomi juga menciptakan jaringan-jaringan solidaritas antaretnik. Nasib Bali tergantung diantara dua kecenderungan tersebut. Pada saat krisis ekonomi dan politik semakin parah, demikian juga politisasi etnisitas dan tuntutan untuk pemisahan diri sendiri yang bentuknya hingga kini belum jelas.