Partha Muliawan
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR OKUPASI TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PENGRAJIN TENUN IKAT DI KABUPATEN KLUNGKUNG Devi Krismayani; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i01.p03

Abstract

ABSTRAK Keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) adalah keluhan pada bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan hingga sangat sakit. Pengrajin tenun merupakan salah satu pekerja yang berisiko untuk terkena keluhan musculoskeletal disorders dikarenakan proses kerja yang dilakukan secara manual dan terus menerus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor individu (usia, IMT dan masa kerja) dan faktor okupasi (sikap kerja dan durasi kerja) dengan keluhan MSDs pada pengrajin tenun ikat di Kabupaten Klungkung. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional. Penentuan sampel pada penelitian menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah 42 responden. Keluhan MSDs pada pengrajin diukur menggunakan Nordic Body Map (NBM). Hasil menunjukan proporsi keluhan MSDs sebesar 73,81% dengan keluhan terbanyak pada bagian pinggang (73,81%), punggung (69,05%), dan pinggul (54,76%). Terdapat hubungan yang bermakna antara masa kerja, sikap kerja bagian leher, dan sikap kerja bagian punggung (p<0,05). Analisis multivariabel menunjukkan bahwa hanya variabel sikap kerja bagian punggung yang memiliki hubungan bermakna terhadap keluhan MSDs setelah variabel bebas lainnya di kontrol (p<0,05; OR=8,49). Kata Kunci: Pengrajin tenun ikat, keluhan MSDs, faktor individu dan okupasi
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT UMUM, KOTA DENPASAR Kadek Eni Dwiari; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.168 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i02.p02

Abstract

ABSTRAK Rumah sakit merupakan suatu industri jasa dengan berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja, sehingga diperlukan upaya meminimalisir risiko bahaya di rumah sakit dengan pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross-sectional, bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan K3RS. Penelitian dilakukan di satu rumah sakit umum yang terletak di Kota Denpasar pada bulan Maret 2019. Sampel penelitian ini berjumlah 187 responden yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 53,48% responden mengaku melaksanakan K3RS yang baik. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin, sikap, kebijakan, kepemimpinan dan ketersediaan sarana prasarana K3RS terhadap pelaksanaan K3RS (p<0,05). Berdasarkan hasil analisis multivariabel, sikap merupakan faktor individu yang paling signifikan berpengaruh terhadap pelaksanaan K3RS responden (adjusted PR=1,59; 95% CI 1,11-2,30). Kata Kunci: K3RS, Tenaga kesehatan, Rumah sakit
KELELAHAN KERJA DAN DETERMINAN PADA PENGEMUDI MINIBUS ANTAR PROVINSI JAWA-BALI TAHUN 2019 Steven Adytama; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p09

Abstract

ABSTRAK Kelelahan kerja menjadi salah satu penyebab masalah transportasi di Indonesia dalam bentuk kejadian kecelakaan dengan angka kematian yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelelahan kerja dan determinan pada pengemudi minibus antar provinsi Jawa-Bali tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan total sampel pengemudi minibus antar provinsi Jawa-Bali sebanyak 32 orang dalam satu perusahaan. Pengambilan data dilakukan secara langsung setelah pengemudi minibus tiba dipangkalan bus perusahaan di Denpasar dengan wawancara menggunakan kuesioner IFRC Jepang dan tes kecepatan waktu reaksi. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariate menggunakan tes uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh responden tidak mengalami kelelahan kerja secara subyektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh responden tidak mengalami kelelahan kerja secara subyektif. Sedangkan secara obyektif responden mengalami kelelahan kerja ringan (50%), kelelahan kerja sedang (34,38%) dan kelelahan kerja berat (15,63%). Proporsi kelelahan sedang dan berat secara obyektif lebih tinggi pada kelompok umur ?43 tahun dan jam kerja >40 jam/minggu (p<0,05) sedangkan status perkawinan, status gizi dan masa kerja tidak mempunyai perbedaan bermakna (p>0,05). Disarankan agar untuk pengemudi minibus mengurangi jam kerja menjadi sekali perjalanan pulang-pergi dalam seminggu pada trayek jarak jauh, melakukan program medical check up dan menempatkan pada trayek lebih dekat pada pengemudi minibus yang berumur ?43 tahun. Kata kunci: Kelelahan Kerja, Pengemudi Minibus, Antar Provinsi Jawa-Bali
KEJADIAN KATARAK PADA KELOMPOK NELAYAN “PUTRA SAMUDRA” DI DESA LEBIH, GIANYAR, BALI TAHUN 2016 Ni Kadek Nening Andiyani; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 1 (2017): Juni (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.289 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i01.p05

Abstract

Penyebab kebutaan terbanyak di seluruh dunia disebabkan oleh katarak. Prevalensi katarak berdasarkan status pekerjaan didapatkan pekerjaan petani, nelayan, buruh merupakan pekerjaan yang paling banyak mengalami katarak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian katarak pada kelompok nelayan “Putra Samudra” di Desa Lebih. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 70 orang yang merupakan bagian dari 187 anggota dari nelayan “Putra Samudra”. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan oftalmoskop langsung. Hasil penelitian mendapatkan 18,6% nelayan mengalami katarak. Kejadian katarak secara bermakna ditemukan pada responden yang berusia ?50 tahun, pendidikan rendah, dan nelayan yang tidak menggunakan alat pelindung diri. Perlu dilakukan penyuluhan tentang pentingnya penggunaan alat pelindung diri untuk mencegah terjadinya katarak serta perlu dikembangkan upaya kesehatan kerja yang meliputi pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, berkala dan khusus dan pengobatan penyakit akibat kerja pada nelayan. Kata kunci: Bali, katarak, nelayan, paparan sinar matahari
HUBUNGAN PERSEPSI IKLIM KESELAMATAN DENGAN KEPATUHAN PEKERJA KONSTRUKSI PADA PROGRAM K3 DI PROYEK X Aldian Noor Qolbi; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.88 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p01

Abstract

ABSTRAK Pekerja konstruksi bangunan merupakan pekerjaan padat karya yang sangat berisiko terhadap kesehatan dan keselamatannya. Kepatuhan pekerja pada program K3 di proyek merupakan salah satu perilaku keselamatan yang berhubungan langsung dengan kecelakaan kerja. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan adalah persepsi pekerja terhadap iklim keselamatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan persepsi iklim keselamatan terhadap kepatuhan pekerja pada program K3 di proyek X. Penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 108 orang yang dipilih dengan metode systematic random sampling. Hasil menunjukan proporsi responden patuh pada program K3 sebesar 54,63%. Terdapat hubungan bermakna antara persepsi prioritas dan keberterimaan risiko (p=0,015) serta persepsi komunikasi dan kepercayaan dalam pelaksanaan (p=0,030) dengan kepatuhan pada program K3. Selain itu, responden yang memiliki persepsi baik terhadap prioritas dan keberterimaan risiko berpotensi 4,7 kali lebih patuh terdapat program K3 dibanding responden yang memiliki persepsi cukup. Sebagai upaya meningkatkan kepatuhan, pekerja diharapkan lebih peduli terhadap risiko yang dihadapinya di tempat kerja. Kata kunci: pekerja konstruksi, kepatuhan, persepsi iklim keselamatan ABSTRACT The construction activities had a high risk of work accident. The workers compliance with OHS program is directly related to work accident on the construction project. One of the factors that related with the workers compliance is the perception of safety climate. The aim of this study is to analyze the correlation between the perception of safety climate to the construction workers compliance with OHS program. This analytic study designed by cross sectional method. The number of the respondents was 108 selected based on systematic random sampling. The result of this study showed that the proportion of the workers compliance with OHS program was 54,63%. The study also showed that variable workers safety priority and risk non-acceptance (p=0,015) and variable safety communication and trust in safety competence (p=0,030) positively correlated with the workers compliance. Furthermore, respondents who had a good perception of workers safety priority and risk non-acceptance potentially 4,7 times to be compliant with OHS program compared with the respondents who had enough perception. To improve compliance, the workers should be more aware of the risk on the worksite. Key words: The construction workers, the compliance, the perception of safety climate
DETERMINAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN KEWASPADAAN STANDAR DI RUMAH SAKIT UMUM DI KOTA DENPASAR TAHUN 2020 I Gusti Agung Ngurah Arya Pradnyana; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i01.p04

Abstract

ABSTRAK Kewaspadaan standar adalah praktik pencegahan infeksi minimum yang berlaku untuk semua perawatan pasien, terlepas dari status infeksinya dengan tujuan untuk melindungi dan mencegah tenaga perawatan kesehatan menyebarkan infeksi kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kepatuhan perawat dalam penerapan kewaspadaan standar di Rumah Sakit Umum di Kota Denpasar. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan metode kuantitatif dan rancangan cross-sectional. Sampel dari penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Umum di Kota Denpasar sebanyak 76 responden dari 260 perawat yang terpilih menggunakan metode systematic random sampling. Penelitian dilakukan selama bulan April Tahun 2020. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariabel, bivariabel dan multivariabel. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 59,21% responden patuh dalam menerapkan pedoman kewaspadaan standar. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, iklim keselamatan, ketersediaan sarana dan fasilitas, serta informasi dan pelatihan dengan kepatuhan penerapan kewaspadaan standar (p<0,05). Analisis multivariabel menunjukkan bahwa variabel ketersediaan sarana dan fasilitas merupakan variabel yang paling memiliki pengaruh paling kuat dengan penerapan kewaspadaan standar. Sebagai upaya meningkatkan kepatuhan, agar selalu menjadikan perlindungan pekerja terhadap pajanan penyakit infeksi sebagai hal yang harus diutamakan melalui pemenuhan kebutuhan tersedianya sarana dan fasilitas yang berhubungan dengan penerapan kewaspadaan standar. Kata Kunci: Kepatuhan, Kewaspadaan Standar, Penyakit Infeksi, Perawat, Rumah Sakit.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT UMUM, KOTA DENPASAR Kadek Eni Dwiari; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p04

Abstract

ABSTRAK Rumah sakit merupakan suatu industri jasa dengan berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja, sehingga diperlukan upaya meminimalisir risiko bahaya di rumah sakit dengan pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross-sectional, bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan K3RS. Penelitian dilakukan di satu rumah sakit umum yang terletak di Kota Denpasar pada bulan Maret 2019. Sampel penelitian ini berjumlah 187 responden yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 53,48% responden mengaku melaksanakan K3RS yang baik. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin, sikap, kebijakan, kepemimpinan dan ketersediaan sarana prasarana K3RS terhadap pelaksanaan K3RS (p<0,05). Berdasarkan hasil analisis multivariabel, sikap merupakan faktor individu yang paling signifikan berpengaruh terhadap pelaksanaan K3RS responden (adjusted PR=1,59; 95% CI 1,11-2,30).
HUBUNGAN PENGAWASAN DENGAN PERILAKU AMAN BURUH BANGUNAN DI KABUPATEN BADUNG TAHUN 2019 Kezia Leditia Supardi; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.151 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i02.p05

Abstract

ABSTRAK Pengawasan merupakan faktor penting yang menguatkan timbulnya perilaku seseorang dalam bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan pengawasan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dengan perilaku aman (safety behavior) dalam mencegah kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian analitik menggunakan rancangan cross-sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 213 orang yang dipilih dengan metode systematic random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berperilaku tidak aman (51,64%). Terdapat hubungan antara pengawasan K3 (OR=3,21; 95% CI=1,809-5,681; p=0,000) dan pengetahuan keselamatan kerja (OR=1,88; 95% CI=1,049-3,368; p=0,034). Faktor yang paling bermakna dalam mempengaruhi perilaku aman adalah pengawasan K3. Selain itu, responden yang memiliki persepsi pengawasan K3 yang baik maka 3,2 kali akan berperilaku lebih aman dibandingkan responden yang memiliki persepsi pengawasan K3 yang kurang baik. Peneliti menyarankan bagi pekerja untuk selalu menaati peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan, pengawas perlu meningkatkan pengawasan dan melakukan monitoring evaluasi terhadap perilaku pekerja supaya terjadi perubahan perilaku. Kata Kunci : Perilaku Aman, Pengawasan, Konstruksi