N. K. N. A. Ari
Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Bali, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI GELLING AGENT TERHADAP DIFUSI SEDIAAN GEL VITAMIN C DENGAN METODE SEL DIFUSI FRANZ N. K. A. Meiantari; I. A. S. Deviyanti; N. K. N. A. Ari; M. D. Abimanyu; N. P. D. K. Dewi; N. K. Sriani; N. N. S. M. Arwanawati
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p02

Abstract

Difusi didefinisikan sebagai suatu proses perpindahan molekul karena adanya perbedaan kosentrasi molekul melalui suatu membran semipermeable. Uji difusi sediaan gel vitamin C bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari jumlah gelling agent terhadap difusi vitamin C. Uji difusi sediaan vitamin gel dilakukan dengan menggunakan sel difusi Franz serta kadar dianalisis dengan metode titrasi iodometri. Bedasarkan hasil diperoleh bahwa dalam waktu 5,10, 20 dan 30 menit, jumlah terdifusi sediaan gel vitamin C 1% berturut-turut yaitu 378,5 mg; 108,71 mg; 223,33 mg; 3442,13 mg sementara untuk sampel 2% yaitu 269 mg; 431,64 mg; 475,07 mg; 574,11 mg dan untuk sampel 3% yaitu 543 mg; 594,08 mg; 646,27 mg; dan 700,77 mg. Bedasarkan hal tersebut pelepasan dari sediaan gel vitamin C sebanding dengan waktu yang diberikan, semakin lama waktu yang diberikan maka pelepasan sedian gel vitamin C semakin meningkat. Dapat disimpulkan, pengaruh dari jumlah gelling agent terhadap difusi sediaan gel vitamin C adalah semakin tinggi konsentrasi gelling agent maka semakin meningkat kadar pada kompartemen reseptor yang diperoleh. Kata kunci : difusi, kosentrasi, gelling agent, gel vitamin C
FORMULASI TABLET UMBI BAWANG MERAH YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIHIPERGLIKEMIA N. K. N. A. Ari; A. S. S. Nahak; I. G. A. G. C. A. Prabawa
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p15

Abstract

Umbi bawang merah (Allium cepa L.) dapat digunakan sebagai obat diabetes mellitus karena mengandung senyawa flavonoid yang bersifat hipoglikemia. Umbi bawang merah diformulasikan menjadi sediaan tablet untuk menghasilkan manfaat dari segi kepraktisan dan ketepatan dosis terapi. Bahan pengikat sangat berperan penting dalam mengikat partikel menjadi suatu granul dan granul nantinya menjadi suatu tablet yang kompak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi yang baik untuk tablet antidiabetes ekstrak umbi bawang merah. Ekstrak umbi bawang merah diperoleh dari proses maserasi dengan etanol 96% selama 3 hari, kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator. Sebelum diekstraksi dilakukan standarisasi simplisia yang meliputi penentuan susut pengeringan, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut air, dan kadar sari larut etanol. Ekstrak kemudian di standarisasi (kadar air, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam) serta dilakukan skrinning fitokimia yang menunjukan hasil positif (+) terhadap steroid dan triterpenoid, saponin, tannin, dan flavonoid. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah dengan bahan pengikat PVP 3%, 4%, dan 5%. Sifat fisik granul yang diuji meliputi waktu alir, sudut diam, indeks kompresibilitas dan uji distribusi ukuran partikel. Tablet dianalisis sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, dan kerapuhan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi pengikat yang digunakan mempengaruhi sifat fisik dari tablet. formula yang memenuhi persyaratan uji sifat fisik tablet adalah PVP pada konsentrasi 5%. Kata kunci: Allium cepa L., bahan pengikat, PVP, ektrak umbi bawang merah, tablet