Pengelolaan sampah organik yang berada di perkebunan penduduk di Desa Amboyo Inti tidak dilakukan denganbaik, sehingga menjadi salah satu permasalahan bagi pengelolaan sampah. Sampah buah-buahan yangmenumpuk, menimbulkan bau busuk dan mengundang binatang untuk berdatangan. Jenis tanah yang beradadiperkebunan penduduk di Desa Amboyo Inti memiliki jenis tanah lempung-lempung lanau yang memilikipermeabilitas tanah masuk dalam kelas lambat, sehingga pada saat musim penghujan, terjadi run off yangberakibat pada semakin berkurangnya area infiltrasi air hujan. Penelitian ini digunakan untuk mengetahuiperbandingan laju resapan sebelum dan setelah adanya biopori dengan sampah kulit buah, serta mengetahuilaju resapan (infiltrasi) terhadap kinerja biopori paling besar berdasarkan variasi umur sampah. Penelitian ini dilakukan dengan mengebor tanah pada kedalaman 50 cm menggunakan Hand Bor berdiameter 7 cm. Jarak antar lubang adalah 5 meter, dengan 4 titik sampel penelitian. Kemudian dimasukkan sampah kulitbuah, dan pengukuran laju infiltrasi dilakukan setelah sampah terdekomposisi selama 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan28 hari. Pengukuran infiltrasi menggunakan pipa paralon dengan cara mengamati penurunan muka air didalamparalon setiap interval waktu 5 menit. Penggunaaan pipa berlubang dan pipa tidak berlubang dilakukan untukmengetahui efektivitas laju infiltrasi penggunaan biopori tanpa pipa berlubang dan efektivitas laju infiltrasi padapipa berlubang.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan laju infiltrasi rata-rata sebelum adanya biopori adalah 1,69 mm/menit.Sedangkan pada lubang biopori 1 dan 2 tanpa menggunakan pipa berlubang terjadi kenaikan laju infiltrasi padaminggu ke-2 sebesar 2,02 mm/menit dan 2,12 mm/menit dengan umur sampah yang optimal dalam penelitianbiopori ini untuk meresapkan air adalah minggu ke-2 dan efektivitas penurunan laju infiltrasi rata-rata sebesar1,03 mm/menit atau 39% dan 1,33 mm/menit atau 21,30%. Sedangkan pada lubang biopori 3 dan 4menggunakan pipa berlubang terjadi kenaikan laju infiltrasi pada minggu ke-2 dan minggu ke-4 sebesar 4,90 mm/menit dan 6,40 mm/menit, dan efektivitas kenaikan laju infiltrasi rata-rata sebesar 2,25 mm/menitatau 33,14% dan 2,68 mm/menit atau 58,58 %. Kinerja biopori pada penelitian ini dipengaruhi oleh lamanyawaktu pengomposan dan hari hujan.Kata kunci : Laju infiltrasi, sampah kulit buah, biopori