Jessica Julianti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MUSEUM TRAGEDI MEI 1998 DI JAKARTA Julianti, Jessica
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Museum Tragedi Mei 1998 di Jakarta ini merupakan sebuah fasilitas yang menceritakan tentang bagaimana mahasiswa dan masyarakat Indonesia berjuang bersama-sama untuk menuju sebuah perubahan yaitu Reformasi. Penceritaan museum ini dilakukan sesuai dengan alur waktu yaitu meliputi latar belakang kejadian, aksi mahasiswa, meletusnya tragedi Mei 1998, kerusakan dan korban hingga lahirnya Reformasi. Dikemas dalam sebuah bentukan dengan pendekatan semiotika intangible obscure, Museum Tragedi Mei 1998 mengajak pengunjung untuk mengenang kembali kejadian kelam dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia dimana demi sebuah perubahan terdapat harga yang harus dibayar. Menggunakan pendalaman sequence untuk membimbing pengunjung menikmati alur cerita kejadian Mei 1998 yang sebenarnya
MUSEUM TRAGEDI MEI 1998 DI JAKARTA Jessica Julianti
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Tragedi Mei 1998 di Jakarta ini merupakan sebuah fasilitas yang menceritakan tentang bagaimana mahasiswa dan masyarakat Indonesia berjuang bersama-sama untuk menuju sebuah perubahan yaitu Reformasi. Penceritaan museum ini dilakukan sesuai dengan alur waktu yaitu meliputi latar belakang kejadian, aksi mahasiswa, meletusnya tragedi Mei 1998, kerusakan dan korban hingga lahirnya Reformasi. Dikemas dalam sebuah bentukan dengan pendekatan semiotika intangible obscure, Museum Tragedi Mei 1998 mengajak pengunjung untuk mengenang kembali kejadian kelam dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia dimana demi sebuah perubahan terdapat harga yang harus dibayar. Menggunakan pendalaman sequence untuk membimbing pengunjung menikmati alur cerita kejadian Mei 1998 yang sebenarnya