Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

KARAKTERISTIK JENIS POHON PADA BERBAGAI TIPE LOKASI HUTAN KOTA DI PEKANBARU PROPINSI RIAU Characteristics Of Different Types Of Trees On Location In Urban Forest Pekanbaru in Riau Province Anna Juliarti
Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 1 Edisi Maret 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3576.81 KB) | DOI: 10.20527/jht.v2i1.1613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis pohon yang ditanam sesuai dengan karakteristik dari beberapa jenis pohon di lokasi Hutan Kota di Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus - September 2013 , dengan pemilihan lokasi adalah di jalan protokol (median dan tepi ) dan taman kota di Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Survei dilakukan dengan teknik pengamatan langsung ke lapangan dan wawancara. Pengamatan di lapangan untuk menginvetarisir dan mengidentifikasi jenis pohon yang tumbuh di sepanjang jalan protokol di  tepi dan median jalan serta taman-taman kota di kota  di Kota Pekanbaru.  Data yang diperoleh kemudian ditabulasikan sesuai dengan karakteristik jenis.  Wawancara dilakukan dengan pegawai tata kota Pekanbaru untuk mendapatkan informasi mengenai jenis-jenis pohon yang ditanam di berbagai lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 7 spesies, 5 famili yang terdapat di median jalan, 12 spesies , 11 famili yang berada di pinggir jalan dan 26 spesies, 17  famili yang terdapat di taman-taman kota.Kata Kunci: metode survey,  hutan kota
RESPON PERTUMBUHAN KELENGKENG (Dimocarpus longan Lour.) TERHADAP AIR LIMBAH TERNAK LELE DI AGROFORESTRI RUSUNAWA UNILAK Anna Juliarti; Ervayenri Ervayenri; Azwin Azwin
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.954 KB) | DOI: 10.20527/jht.v10i2.14130

Abstract

Agroforestri Rusunawa Unilak merupakan areal yang dikhususkan pemanfatannya untuk penelitian, wisata bagi masyarakat sekitar dan sebagai lokasi pengembangan buah di dalam kampus. Air limbah ternak lele berpotensial digunakan sebagai pupuk tanaman buah.  Selain sifatnya organik, air limbah ternak lele mudah didapat dan murah harganya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis respon pertumbuhan Kelengkeng terhadap air limbah ternak lele. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan di areal Agroforestri Rusunawa Unilak. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor, yaitu dosis air limbah ternak lele. Dosis air limbah lele terdiri dari 4 taraf, yaitu kontrol, 250ml, 500 ml, dan 750 ml.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis air limbah lele (250 ml, 500 ml dan 750 ml) mampu meningkatkan pertambahan tinggi, diameter, dan lebar tajuk Kelengkeng dibandingkan kontrol.
PEMANFAATAN HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) DAN IDENTIFIKASI TANAMAN OBAT DI AREAL CAGAR BIOSFIR GIAM SIAK KECIL, BUKIT BATU SIAK Anna Juliarti
Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 1 Edisi Maret 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.765 KB) | DOI: 10.20527/jht.v1i1.1478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dapat digunakan oleh orang-orang di sekitar area Cagar Biosfir Giam Siak Kecil-Bukit Batu dan untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang dikenal masyarakat.. Metode yang digunakan adalah metode survey lapangan dan survei dengan mewawancarai responden dengan keinginan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis masyarakat adalah jenis HHBK penanaman diinginkan jelutung, pakan lebah madu, buah-buahan, rotan dan kegiatan lain yang menunjang budidaya unggas dan ikan, ikan asap dan kemasan madu, membuat kerajinan dari hutan non-kayu dan pengembangan ekowisata. Jenis tanaman obat yang ditemukan adalah: Ara Bulu, Panggil-panggil, Marpoyan, Dukung Anak, Pasak Bumi, Sengsalang, Medang petimah, Mendarahan, Tulang Katak, kepayang, Ipuh, Pelawan Merah, Tampui Setampui, Sarang Semut, Kayu Karena kandungan, Medang Keras , Kondung Duduk, Dolik, Tulang Iga, Tungkat Dan MalambuyatKata Kunci:  HHBK, Jelutung, metode survey
PERTUMBUHAN KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi (L.) Powell) DI LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA DENGAN APLIKASI PUPUK KOMPOS Anna Juliarti; Nurheni Wijayanto; Irdika Mansur; Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15985

Abstract

Pupuk organik diaplikasikan pada kayu putih untuk memperbaiki kesuburan tanah bekas tambang batubara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan kayu putih setelah pemberian pupuk kompos pada areal monokultur kayu putih di lahan bekas tambang batubara. Penelitian dilakukan selama 12 bulan dimulai Maret 2017–April 2018. Variabel pengamatan yang diukur adalah pertumbuhan kayu putih meliputi tinggi, diameter dan lebar tajuk kayu putih.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor (dosis pupuk kompos). Pengamatan pertumbuhan kayu putih dilakukan selama 12 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk kompos meningkatkan pertambahan tinggi kayu putih, tetapi tidak secara signifikan meningkatkan pertambahan diameter dan lebar tajuk kayu putih.  Pemberian dosis pupuk kompos sebanyak 2,4 kg/tanaman menghasilkan pertambahan tinggi kayu putih terbesar dibandingkan tanpa dipupuk dan pemberian pupuk sebanyak 1,6 kg/tanaman