Lamberthus Nuhuyanan
Fakultas Peternakan Universitas Papua

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GROWTH RESPONSE OF Pennisetum purpureum, Setaria spacelata AND Panicum maximum IN SALINITY Diana Sawen; Lamberthus Nuhuyanan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 10 No 1 (2020): Pastura Vol 10 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v10.i01.p04

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan tiga jenis rumput yaitu rumputgajah, setaria dan benggala terhadap perbedaan salinitas. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, berlokasi diKompleks Perumahan Dosen UNIPA Amban Manokwari Papua Barat. Penelitian didesain dengan rancanganacak lengkap dalam pola petak terpisah 4 × 3. Sebagai petak utama adalah spesies rumput dan anak petakadalah salinitas berdasarkan media tanam. Petak utama (Sp) adalah spesies rumput yang terdiri dari:Panicum maximum (Sp2), Setaria spacelata (Sp3) dan Pennisetum purpureum (Sp1). Anak petak (M)adalah media tanam yaitu 100% tanah (control) (M0), 70% tanah + 30% pasir (M1), 50% tanah + 50%pasir (M2), dan 30% tanah + 70% pasir (M3). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa perbedaan salinitas memberikan pengaruh yang berbeda pada pertumbuhantanaman yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan dari setiap spesies rumput. Media tanamyang memberikan respon terbaik adalah M1 (70% tanah + 30% pasir) dan spesies yang memberikan responpositif terhadap salinitas adalah rumput setaria (Sp3).Kata kunci: salinitas, rumput gajah, setaria, benggala
Pertumbuhan Asystasia gangetica dengan Perlakuan Interval Defoliasi Emma F. Kendy; Diana Sawen; Lamberthus Nuhuyanan; M. Junaidi
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 1 (2024): Pastura Vol. 14 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the classification, forages consist of grasses (Gramineae), legumes (Leguminosae), and other feed products that can be consumed by animals, such as broad leaves and other plants. Ideally, forages that are developed should be based on the potential forage resources that already exist (locally), but have unfortunately already been documented. One of the local potential hazards is Asystasia gangetica. The purpose of this study is to understand how the defoliation interval affects the subject. The study was conducted for three months in a complete random sampling with three defoliation intervals and ten replications. The defoliation interval is composed of three parts: D1 = 30 days, D2 = 45 days, and D3 = 60 days. Every analysis of the data was conducted using the analysis of variance (ANOVA), and any findings that yieldedinsights were concluded using the Duncan Test. The research findings indicate that Asystasia gangetica when defoliated every 60 days, best responds, with a mean plant height is 59.07 cm, the number of leaves is 83.71 pieces, and fresh weight production is 22.39 g is per polybag. ABSTRAK Berdasarkan klasifikasinya hijauan pakan terdiri dari rumput (Graminae), legum (Leguminosa) dan hijauan lainnya yang dapat berupa daun-daunan dan tumbuhan lainnya yang dapat dikonsumsi oleh ternak. Idealnya, hijauan pakan ternak yang dikembangkan seharusnya berdasarkan potensi sumber daya pakan hijauan yang ada (lokal), yang tentunya sudah didokumentasikan. Salah satu potensi hijauan lokal tersebut adalah Asystasia gangetica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dengan perlakuaninterval defoliasi. Penelitian berlangsung selama 3 bulan dan didesain dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan interval defoliasi dan 10 kali ulangan. Interval defoliasi terdiri dari : D1 = 30 hari; D2 = 45 hari dan D3 = 60 hari. Semua data pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Anova) dan perlakuan yang memberikan pengaruh dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asystasia gangetica dengan interval defoliasi 60 hari memberikan responterbaik berupa tinggi tanaman setinggi 59,07 cm, jumlah daun sebanyak 83,71 helai, dan produksi bahan segar 22,39 g per polibag.