Sajimin Sajimin
Balai Penelitian Ternak, P. O. Box 221, Bogor 16002

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPON Indigofera zollingeriana TERHADAP INOKULASI STRAIN RHIZOBIUM N.D Purwantari; Sajimin Sajimin
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 2 (2016): Pastura Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2501.52 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v05.i02.p01

Abstract

Leguminosa baik pohon maupun herba mempunyai kemampuan mengikat N2 udara bila bersimbiose dengan bakteri tanah. N2 udara merupakan bentuk yang tidak tersedia bagi tanaman. Asosiasi bakteri tanah rhizobia dan tanaman leguminosa akan mengubah N2 udara menjadi bentuk yang bisa diserap oleh tanaman. Asosiasi ini merupakan asosiasi yang kompleks, dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor biotik. Jenis tanaman yang digunakan adalah Indigofera zollingeriana. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Ternak Kaum Pandak,. Bogor. Perlakuan (A) inokulasi, (B) tanpa inokulasi, (C) tanpa inokulasi dengan penambahan pupuk N, nitrogen yang digunakan adalah urea dosis 50 kg/ha. Pupuk dasar 100 kg TSP/ha, 100 kg KCl/ha. Parameter yang diamati adalah produksi hijauan, kandungan nitrogen tanaman, nodulasi (jumlah) dan Rancangan percobaan yang diterapkan adalah Rancangan Acak kelompok dengan 8 ulangan. Produksi hijauan pada tanaman yang diinokulasi dengan strain IG menunjukkan adanya peningkatan secara nyata (P<0,05) dan tidak berbeda nyata dengan tanaman diberi pupuk kimia urea. Kandungan protein kasar, kecernaan in vitro bahan kering dan kecernaan in vitro bahan organik meningkat dengan adanya inokulasi strain IG.Kata kunci: Indigofera zollingeriana, strain Rhizobium, produksi
Centrosema pascuorum LEGUMINOSA ADAPTIF PADA LAHAN KERING BERIKLIM SANGAT KERING NTT: EFEKTIVITAS DAN KOMPETITIVITAS STRAIN MUTAN BPT01 N.D. Purwantari; Sajimin Sajimin; A. Fanindi; J. Nulik
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 2 (2016): Pastura Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.073 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v05.i02.p03

Abstract

Centrosema pascuorum cv. Cavalcade adalah leguminosa herba, yang telah terbukti tahan kering seperti iklim di Nusa Tenggara Timur dengan 9 bulan musim kering dan 3 bulan musim hujan, yang dapat menyediaakan hijauan berkualitas tinggi terutama dalam musim kemarau. Jenis tanaman ini mempunyai kemampuan menambat N2 atmosfer bila bersimbiose dengan bakteri tanah rhizobia. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi strain Rhizobium dalam menambat N2 atmosfer yang dibudidayakan di lapang. Uji kompetitivitas dan efektivitas dari strain rhizobia dilakukan di stasiun Percobaan Balitnak, Bogor, dengan pH tanah 5,8; bahan organik rendah, kandungan N rendah. Jenis tanaman yang digunakan adalah Centrosema pascuorum. Sebagai strain peciri digunakan strain mutan pada antibiotik rifampisin 25 ppm. Perlakuan= (1) inokulasi, (2) tanpa inokulasi, (3) tanpa inokulasi dengan penambahan pupuk N, nitrogen urea dengan dosis 50 kg/ha. Pupuk dasar 100 kg TSP/ha, 100 kg KCl/ha. Parameter yang diukur, kandungan nitrogen tanaman, produksi hijauan, nodulasi dan prosentase bintil akar yang diinfeksi oleh inokulan yang diberikan (bintil akar recovery). Rancangan percobaan menggunakan adalah Rancangan Acak kelompok dengan 8 ulangan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan produksi hijauan, tanaman yang dinokulasi dengan strain mutan BPT01. Produksi berat kering hijauan yang dinokulasi mencapai 963,94 kg/ha dan berbeda nyata lebih tinggi dibanding tanpa inokulasi (P<0.05), sedang yang tidak diinokulasi berkisar 589.94 – 635.86,44 kg/ha. Berat segar bintil akar yang diinokulasi dengan strain mutan BPT01 adalah 19,93 g/4 tanaman, dengan jumlah bintil akar berwarna merah mencapai 63% sedang tanaman yang tidak diinokulasi 2,30 g/4 tanaman dan bintil akar berwarna merah 48%. Bintil akar recovery, dari jumlah bintil akar yang diuji 20,34% berasal dari inokulan yang diberikan. Sedang tanaman yang tidak dinokulasi, tidak ada bintil akar mengandung strain mutan BPT01. Kandungan protein kasar hijauan tanaman yang diinokulasi strain mutan BPT01, 24,06% sedang yang tidak diinokulasi 14,59%.Kata kunci: C. pascuorum, kompetitivitas, strain mutan, Rhizobium, Produksi.