Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN KELAINAN REFRAKSI MATA, DURASI, DAN JARAK PENGGUNAAN LAPTOP DENGAN KELUHAN KELELAHAN MATA PADA MAHASISWA PSSKPD ANGKATAN 2017-2018 UNIVERSITAS UDAYANA Achmad Munif
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i10.P03

Abstract

Kelelahan mata beririsan dengan computer vision syndrome, dimana suatu sindrom yang sangat penting untuk diatasi di era modern ini. Kelelahan mata merupakan suatu masalah kesehatan kerja yang selalu timbul pada mahasiswa dan pekerja pengguna laptop. Kelainan refraksi mata, durasi, dan jarak penggunaan laptop merupakan faktor risiko terjadinya keluhan kelelahan mata. Studi ini memiliki tujuan untuk melihat hubungan tiga variabel yaitu kelainan refraksi mata, durasi, dan jarak penggunaan laptop dengan keluhan kelelahan mata pada mahasiswa PSSKPD angkatan 2017-2018 Universitas Udayana. Design penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional serta jumlah sampel sebanyak 218 mahasiswa PSSKPD angkatan 2017-2018 Universitas Udayana. Sampel dikumpulkan dengan metode purposive sampling yaitu dengan cara peneliti menentukan kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian hanya data primer berupa kuesioner yang berisi pertanyaan bersifat subjektif. Reliabilitas dari keluhan kelelahan mata diuji dengan mencari koefisien cronbach-alpha. Hubungan kelainan refraksi mata, durasi, dan jarak penggunaan laptop dengan keluhan kelelahan mata dianalisis dengan uji korelasi chi-square. Dari 218 sampel Sebagian besar mahasiswa PSSKPD angkatan 2017- 2018 Universitas Udayana 88,5% mengeluhkan kelelahan mata. Uji korelasi chi-square SPSS versi 22.0 menunjukkan terdapat hubungan antara kelainan refraksi (Pvalue 0,033) dan durasi penggunaan laptop (Pvalue 0,000) dengan keluhan kelelahan mata. Jarak penggunaan laptop tidak menunjukkan adanya hubungan dengan keluhan kelelahan mata. Simpulan studi ini menunjukkan dua variabel yaitu kelainan refraksi mata dan durasi penggunaan laptop pada mahasiswa PSSKPD angkatan 2017-2018 Universitas Udayana terdapat hubungan bermakna dengan keluhan kelelahan mata. Kata kunci: kelelahan mata, kelainan refrakasi, durasi
Moderasi Beragama dan Pengaruhnya Terhadap Kerukunan Umat Beragama di Kota Kediri Achmad Munif; Setiawan; Miranina, Zainu Salma
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 22 No. 1 (2024): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v22i1.261

Abstract

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk (pluralistiksociety) yang didalamnya terdapat banyak perbedaan. Salah satunya keragaman agama yang dipeluk oleh masyarakat. Hal ini juga yang terjadi di Kota Kediri, Jawa Timur. Agama yang dianut oleh masyarakat kota Kediri sangatlah beragam, seperti Islam, Kristen, Katholik, Kristen, Protestan, Hindu, dan Budha. Di era reformasi seperti sekarang ini, seringkali terjadi merebaknya isu SARA dan ancaman disintegrasi bangsa dalam kebebasan beragama. Sehingga sikap moderat dan toleransi harus ditegakkan. Oleh karenanya, penelitian ini mengangkat judul “Moderasi Beragama dan Pengaruhnya Terhadap Kerukunan Umat Beragama di Kota Kediri” dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk moderasi beragama dan kerukunan umat beragama dikota Kediri, serta apakah ada pengaruh moderasi beragama terhadap kerukunan umat beragama di Kota Kediri. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode penulisan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Observasi, angket dan Wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: Moderasi Beragama dan Kerukunan Umat Beragama dikota Kediri termasuk dalam kategori baik. Sedangkan hubungan Moderasi Beragama dengan Kerukunan Umat Beragama adalah sangat erat. Dan terdapat pengaruh yang positif dari Moderasi Beragama terhadap Kerukunan Umat Beragama.
Moderasi Beragama dan Pengaruhnya Terhadap Kerukunan Umat Beragama di Kota Kediri Achmad Munif; Setiawan; Miranina, Zainu Salma
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 22 No. 1 (2024): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v22i1.261

Abstract

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk (pluralistiksociety) yang didalamnya terdapat banyak perbedaan. Salah satunya keragaman agama yang dipeluk oleh masyarakat. Hal ini juga yang terjadi di Kota Kediri, Jawa Timur. Agama yang dianut oleh masyarakat kota Kediri sangatlah beragam, seperti Islam, Kristen, Katholik, Kristen, Protestan, Hindu, dan Budha. Di era reformasi seperti sekarang ini, seringkali terjadi merebaknya isu SARA dan ancaman disintegrasi bangsa dalam kebebasan beragama. Sehingga sikap moderat dan toleransi harus ditegakkan. Oleh karenanya, penelitian ini mengangkat judul “Moderasi Beragama dan Pengaruhnya Terhadap Kerukunan Umat Beragama di Kota Kediri” dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk moderasi beragama dan kerukunan umat beragama dikota Kediri, serta apakah ada pengaruh moderasi beragama terhadap kerukunan umat beragama di Kota Kediri. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode penulisan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Observasi, angket dan Wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: Moderasi Beragama dan Kerukunan Umat Beragama dikota Kediri termasuk dalam kategori baik. Sedangkan hubungan Moderasi Beragama dengan Kerukunan Umat Beragama adalah sangat erat. Dan terdapat pengaruh yang positif dari Moderasi Beragama terhadap Kerukunan Umat Beragama.
The Association of Autologous Mesenchymal Stem Cell Implantation to Clinical Outcomes in Knee Osteoarthritis Achmad Munif; Christa Gisella Pirsouw
The International Journal of Medical Science and Health Research Vol. 21 No. 2 (2025): The International Journal of Medical Science and Health Research
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/pk697216

Abstract

Introduction: Knee osteoarthritis (OA) is a leading cause of pain and disability globally, driving the search for regenerative therapies. Autologous mesenchymal stem cell (MSC) implantation has emerged as a promising intervention aimed at pain relief, functional improvement, and potential cartilage repair. Methods: This systematic review synthesized evidence from 35 clinical studies (randomized controlled trials, cohort studies, and meta-analyses) investigating intra-articular autologous MSC therapy for knee OA. Studies were screened based on stringent criteria, including adult patients (≥18 years) with radiographically confirmed knee OA, autologous MSC source, intra-articular delivery, minimum 3-month follow-up, and reported clinical outcomes. Data were extracted on MSC characteristics, study design, patient demographics, clinical and structural outcomes, safety, and durability. Results: The analysis demonstrated that autologous MSC therapy yields statistically significant improvements in pain (e.g., VAS, WOMAC) and function (e.g., WOMAC, KOOS) compared to controls such as hyaluronic acid, saline, or placebo, with benefits often sustained for 12–24 months and up to 5 years in some studies (Lee et al., 2019; Lamo-Espinosa et al., 2018; Zhang et al., 2022). However, a substantial proportion of the observed improvement (approximately 50–66%) may be attributable to contextual (placebo) effects (Yin et al., 2025). Structural outcomes on MRI were heterogeneous, with significant cartilage regeneration reported primarily in early-stage OA (Kellgren-Lawrence grades I–II) (Tangkanjanavelukul et al., 2025; Ren et al., 2023), but not consistently in advanced disease. The dose-response relationship was inconsistent, and adipose-derived MSCs showed potentially superior efficacy to bone marrow-derived cells in some analyses (Zhang et al., 2022). The safety profile was favorable, with mostly transient local reactions and no serious treatment-related adverse events reported (Wiggers et al., 2021; Shoukrie et al., 2022). Discussion: The clinical benefits of MSC therapy appear most pronounced in patients with early to moderate OA, where regenerative potential remains. The dissociation between symptomatic improvement and structural changes highlights the role of MSCs' paracrine anti-inflammatory and immunomodulatory effects. Variability in outcomes can be explained by differences in OA severity, MSC source, processing methods, study design, and the significant influence of contextual effects. Conclusion: Autologous MSC injection is a safe and effective treatment for symptomatic knee OA, particularly in early to moderate stages. It provides meaningful, though modest, incremental benefit beyond placebo. Future research should prioritize standardized protocols, patient stratification by disease severity, and longer-term imaging studies to clarify disease-modifying potential.