I Wayan Westa
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP PERILAKU BULLYING PADA SISWA DI SMP PGRI 2 DENPASAR I Gede Surya Kardiana; I Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.831 KB)

Abstract

Remaja merupakan individu yang sedang dalam tahapan perkembangan transisi, sehingga pada tahapan ini banyak permasalahan yang sering muncul seperti perilaku bullying. Bullying merupakan tindakan agresif yang terus menerus dapat berupa bentuk fisik, verbal, dan psikologis. Perilaku bullying ini dapat menyebabkan gangguan fisik maupun psikologis salah satunya dapat mengalami depresi. Depresi ini dapat mempengaruhi aktivitas belajarnya sehingga perlu dideteksi secara dini tentang gambaran tingkat depresi terhadap perilaku bullying di SMP PGRI 2 Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskirptif kuantitatif dengan rancangan deskiptif cross sectional yang dilakukan pada tanggal 22 Maret 2015 di SMP PGRI 2 Denpasar. Sampel diambil dengan teknik stratified random sampling dan didapatkan 95 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner victimization scale - adolenscent peer relations instrument dan Beck depression inventory (BDI). Hasil Penelitian ditemukan sebesar 28,4% mengalami perilaku bullying intensitas ringan dan 6,3% mengalami perilaku bullying intensitas sedang dan responden lainnya tidak pernah mengalami perilaku bullying. Tingkat depresi ditemukan 26,3% depresi ringan, 14,7% depresi sedang dan responden lainnya normal. Kecenderungan siswa yang mengalami perilaku bullying intensitas sedang mengalami depresi sedang sebesar 66,7%, dan dari yang mengalami perilaku bullying intensitas ringan sebesar 33,3% mengalami depresi ringan. Siswa yang mengalami perilaku bullying intensitas sedang cenderung mengalami depresi sedang. Perilaku bullying yang paling sering dilakukan yaitu bullying verbal, diikuti bullying fisik. Perempuan cenderung menjadi korban bullying daripada laki-laki. Kesimpulan, perlu penelitian lebih lanjut untuk faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi perilaku bullying dan tingkat depresi pada siswa.
UBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK JIWA RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH Fransisca Emerald Christy; I Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.758 KB)

Abstract

Skizofrenia menjadi salah satu penyebab disabilitas ketujuh tertinggi di dunia. Tanpa dukungankeluarga yang baik orang dengan skizofrenia semakin sulit mencapai kesembuhan. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasienskizofrenia di poliklinik jiwa Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Penelitian ini merupakanpenelitian analitik dengan teknik penentuan sampel menggunakan tabel power analysis. Denganmenggunakan analisis bivariat berupa formula korelasi Spearman didapatkan nilai p = 0,040.Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan frekuensikekambuhan pasien skizofrenia di poliklinik jiwa Rumah Sakit Umum Sanglah. Hasil daripenelitian ini diharapan dapat digunakan sebagai dasar penelitian lebih lanjut di kemudian hari. Kata kunci: dukungan keluarga, kekambuhan, skizofrenia
KARAKTERISTIK DAN MASALAH PSIKO-SOSIAL YANG MENDASARI PASIEN PERCOBAAN BUNUH DIRI DI INSTALASI RUANG DARURAT RSUP SANGLAH Putri Ayu Madedi Budiawa; I Nyoman Ratep; I Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunuh diri merupakan kegawatdaruratan dibidang psikiatri yang menjadi salah satu penyebab kematian di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kasus-kasus percobaan bunuh diri merupakan kasus yang bisa terjadi dengan karakteristik pasien yang beragam. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan masalah-masalah psiko-sosial yang umumnya mendasari pasien percobaan bunuh diri di Instalasi Rawat Darurat RSUP Sanglah pada periode Mei sampai November 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 47 kasus percobaan bunuh diri yang dibawa ke Instalasi Ruang Darurat  dengan karakteristik dominan pada perempuan, usia produktif (25 sampai 45 tahun), belum menikah,  memiliki pekerjaan (sebagai karyawan atau buruh), terdiagnosis gangguan jiwa (depresi) dan pernah melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya. Sedangkan permasalahan psiko-sosial yang paling sering mendasari percobaan bunuh diri adalah perasaan emosi dan kemarahan yang tidak bisa direpresi. Pada hasil penelitian ini umumnya, percobaan bunuh diri berkaitan dengan  masalah lingkungan sosial yang berhubungan dengan orang-orang yang dikasihinya.  
PREVALENSI CEMAS PADA MAHASISWA KEDOKTERAN YANG MENGIKUTI UJI KOMPETENSI MAHASISWA PROGRAM PROFESI DOKTER DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Clareza Arief Wardhana; I Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.127 KB)

Abstract

Pada akhir masa studinya, para mahasiswa kedokteran harus mengikuti UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) agar bisa dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar profesi dokter. Ujian merupakan salah satu stressor yang paling sering dialami oleh mahasiwa kedokteran dan tubuh akan merespon stressor tersebut dalam bentuk perasaan cemas. Kecemasan itu sendiri akan mempengaruhi performa mahasiswa ketika ujian. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti prevalensi cemas pada mahasiswa kedokteran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi prevalensi cemas pada mahasiswa kedokteran yang mengikuti UKMPPD di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif cross sectional, dilakukan pada tanggal tanggal 8-12 Maret 2015 di Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Sampel adalah semua populasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, berjumlah 133 responden. Data diperoleh dengan menggunakan kuisoner Hamilton Anxiety Rating Scale (HRS-A). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mayoritas responden mengalami kecemasan ringan yaitu sebesar 58.7%. Pada umumnya responden yang mengalami kecemasan ringan ditemukan pada responden yang berjenis kelamin laki-laki (60.2%), berumur 23 tahun  (57.5%), beragama Hindu (56.2%), baru pertama kali mengikuti UKMPPD (59.1%) dan mengikuti bimbingan belajar UKMPPD diluar kampus (64.2%). Berdasarkan hasil tersebut diharapkan institusi pendidikan dokter untuk lebih proaktif dalam membantu mahasiswanya dalam menghadapi UKMPPD. Dengan harapan agar mahasiswa kedokteran siap dapat memberikan performa yang maksimal ketika menghadapi UKMPPD ini.