Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PREVALENSI INSOMNIA PADA PASIEN LANSIA POLIKLINIK GERIATRI RSUP SANGLAH Amanda Sherman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.544 KB)

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dijumpai pada kaum lanjut usia (lansia). Hal ini disebabkan oleh fungsi tubuh yang menurun seiring bertambahnya usia maupun adanya penyakit yang mendasari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi insomnia pada pasien lansia poliklinik geriatri RSUP Sanglah serta penyebabnya. Sampel yang diteliti berjumlah 40 orang yang berusia 60 tahun ke atas dan metode yang digunakan adalah metode cross-sectional deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada 26 orang (65%) lansia yang mengalami insomnia ringan. Wanita lebih cenderung mengalami insomnia dibandingkan pria. Insomnia lebih sering menyerang kelompok lansia yang berusia 60-65 tahun. Umumnya para lansia yang menderita insomnia disertai oleh penyakit. Kata kunci: insomnia, lansia, insomnia rating scale
Korelasi antara Kadar Asam Urat Tinggi dengan Tingkat Keparahan Preeklamsia: Menjelajahi Hubungan Antara Hiperurisemia dan Tingkat Keparahan Preeklamsia: Perspektif Klinis Putra, I Wayan Artana; Widiyanti, Endang Sri; Amanda Sherman
Andalas Obstetrics And Gynecology Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aoj.10.1.16-25.2026

Abstract

Introduction: Preeclampsia is a pregnancy complication marked by hypertension and multi-organ dysfunction, contributing to significant maternal and fetal morbidity and mortality, particularly in developing nations. Identifying severe cases early remains challenging due to limited biomarker specificity and predictive accuracy. Uric acid has been proposed as a potential marker, though its reliability in predicting severity remains debated. Methods: This cross-sectional study included 54 pregnant women diagnosed with preeclampsia at RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah, Denpasar, with a gestational age of over 20 weeks. Participants were selected through consecutive sampling. Data on serum uric acid, blood pressure, proteinuria, and creatinine levels were analyzed using parametric statistical tests to assess correlations with preeclampsia severity. Results: Elevated uric acid levels (>6 mg/dL) were significantly associated with severe preeclampsia (p=0.039), with a prevalence ratio of 2.96. Strong correlations were found between uric acid and blood pressure (r=0.71, p=0.012) and proteinuria (r=0.64, p=0.012), while a moderate correlation existed with serum creatinine (r=0.40, p=0.002). Conclusion: Serum uric acid levels can be a useful indicator for assessing preeclampsia severity. However, its predictive value should be combined with other clinical and biochemical markers to enhance early detection and management strategies