Ni Made Linda Pertiwi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PREVALENSI HIPERURISEMIA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI PERIODE JULI-DESEMBER 2017 Ni Made Linda Pertiwi; I Nyoman Wande; Ni Kadek Mulyantari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.155 KB)

Abstract

Kumpulan gejala dan tanda yang dapat terjadi oleh karena gangguan pengeluaran dan kerja insulin sehingga terjadi kondisi hiperglikemia yang berakibat pada penyakit diabetes melitus (DM). Hasil akhir dari metabolisme purin dapat berupa asam urat. Hiperurisemia atau peningkatan kadar serum asam urat dikaitkan dengan terjadinya onset awal dari sindroma resistensi insulin atau peningkatan perkembangan nefropati pada DM tipe 2, sehingga kondisi hiperurisemia bisa terjadi oleh karena gangguan fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan kadar asam urat pada penderita DM tipe 2 di RSUP Sanglah Denpasar periode Juli-Desember 2017. Sampel yang digunakan adalah populasi yang telah sesuai dengan kriteria penelitian. Deskriptif cross-sectional merupakan desain yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan dari 100 sampel, sejumlah 56 sampel (56%) mengalami peningkatan kadar asam urat. Dimana pada perempuan yang mengalami hiperurisemia 62,5% dan pada laki-laki 52,9% dengan rerata kadar asam urat pada perempuan 6,49 ± 1,55 mg/dL dan laki-laki 6,88 ± 1,78 mg/dL. Sedangkan berdasarkan HbA1C, proporsi hiperurisemia pada HbA1C tidak terkontrol 54,1% dan 59,0% pada HbA1C terkontrol. Jadi pada DM terjadi peningkatan serum asam urat yang cenderung terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Kata Kunci: Diabetes Melitus tipe 2, Prevalensi, Asam Urat, Hiperurisemia